
"Kalau kamu masih disini, gimana caranya aku ganti baju? atau jangan-jangan kamu udah nggak sabar pengen lihat ya?" goda Vernon.
"Ih mas mesum banget deh" Sofia berlari keluar meninggalkan Vernon yang tertawa terbahak-bahak.
Keesokan harinya, Sofia dan Vernon memutuskan untuk keluar jalan-jalan mengingat tempat kenangan mereka dulu.
Mereka pergi menuju taman bermain yang dulu mereka selalu datangi. Tempat itu masih sama, tidak ada yang berubah sama sekali. Vernon melihat tempat persembunyiannya dulu di bawah perosotan, ia tersenyum mengingat kejadian itu. Karena selalu di bully, Vernon selalu menyendiri di tempat itu. Tempat persembunyiannya itu juga pertama kalinya mempertemukan ia dengan Sofia.
Flashback on
Vernon selalu di bully di sekolah maupun di lingkungan rumahnya, membuatnya menjadi sosok yang pendiam dan selalu menyendiri. Vernon membuat sebuah tempat persembunyian di bawah perosotan di sebuah taman dekat rumahnya.
Setiap hari ia selalu menghabiskan waktu sendiri di tempat persembunyian. Tempat itu juga selalu dilakukannya untuk mencurahkan kekesalannya pada orang-orang yang membully nya.
Suatu hari saat Vernon sedang mencurahkan kekesalannya di tempat persembunyian itu, muncul seorang gadis kecil tengah mengintip Vernon. Gadis itu tertawa melihat Vernon yang sedang marah-marah sendiri.
"Hey siapa kamu? kenapa kamu ada disini?" tanya Vernon.
"Kenapa kamu marah-marah sendiri? marah di bawah perosotan lagi" ujar Sofia kecil menertawai ulah Vernon.
"Kamu itu masih kecil, tidak akan tahu apa-apa. Sudah sana pergi" usir Vernon kepada Sofia.
"Memangnya kamu tahu darimana kalau aku masih kecil? bisa jadi aku lebih tua darimu" bantah Sofia.
"Cih. Dilihat dari tinggi badanmu saja aku sudah tahu kalau kamu itu anak kecil" sungut Vernon.
"Baiklah kamu menang. Kamu tidak punya teman kan? Boleh aku jadi teman pertamamu?"
"Kenapa kamu mau jadi temanku? Orang-orang semua menjauhi dan membully ku. Kenapa kamu mau berteman?"
"Tidak bisa? sayang sekali padahal aku ingin menjadi teman pertamamu" ucap Sofia hendak meninggalkan Vernon.
"Tunggu. Kamu boleh menjadi teman pertama ku" Vernon menghentikan langkah Sofia. Mendengar itu Sofia sangat bahagia.
"Benarkah? baiklah mulai sekarang aku temanmu"
__ADS_1
"Namaku Sofia Angelista. Namamu siapa?" kata Sofia sambil mengulurkan tangannya.
"Vernon Bramaputra" ucap Vernon mneyambut uluran tangan Sofia.
"Senang menjadi temanmu Vernon. Walaupun kamu lebih tua dariku, aku tidak ingin memanggilmu kakak, karena kau temanku"
"Baiklah terserah"
"Kamu tidak pernah melihatku sebelumnya? rumahku tepat di seberang rumahmu" tunjuk Sofia kepada rumah keduanya yang hanya berseberangan.
"Tidak" kata Vernon.
"Dasar, cuek banget. Padahal tiap hari aku melihatmu loh" kesal Sofia dengan wajah cemberut.
Untuk pertama kalinya Vernon tertawa karena melihat ekspresi Sofia. Selama ini ia sudah tidak pernah terlihat tertawa sama sekali, bahkan rasanya wajahnya sudah seperti kehilangan ekspresi. Tapi berkat kehadiran Sofia, membuat Vernon kembali tersenyum ceria.
Flashback off
Sofia dan Vernon sesekali tertawa mengingat kenangan mereka dulu. Vernon merasa sangat bersyukur bertemu Sofia. Ia memeluk tubuh gadisnya dari belakang, membuat Sofia sedikit bergidik, karena Vernon membenamkan wajahnya di bahunya.
"Aku sangat bersyukur bertemu denganmu. Terima kasih Sofia. Aku mencintaimu" ucap Vernon.
6 bulan kemudian
Hubungan Sofia dan Vernon semakin harmonis, mereka selalu romantis sepanjang hari. Tentu saja selama 6 bulan itu Rey selalu berusaha mendapatkan hati Sofia dengan menunjukkan perhatian kecil. Tetapi Sofia tetap tidak terpengaruh dengan perhatian Rey, malahan Sofia semakin lengket dengan Vernon.
Suatu hari, ayah Bram jatuh sakit hingga diharuskan untuk di rawat di rumah sakit. Hal ini membuat Vernon memutuskan untuk berhenti mengajar, dan mulai menggantikan posisi ayahnya sebagai direktur dikarenakan kakaknya Joshua harus mengurus bisnis di luar negeri.
Mendengar Vernon yang tidak akan mengajar di kampusnya, membuat Sofia hilang semangat untuk ke kampus.
Beda halnya dengan Rey yang sangat senang saat mengetahui Vernon tidak akan mengajar lagi. Karena itu semakin memudahkannya untuk mendekati Sofia.
"Hai cantik. Kok masih pagi cemberut sih" kata Rey yang tiba-tiba muncul.
"Galau dia Rey, ditinggal pacar" goda Angel.
__ADS_1
"Kalian berdua kenapa sih, lagi nggak mood tau!" ucap Sofia terlihat kesal.
Sofia merasa bosan, ia mencoba menghubungi Vernon.
Assalamualaikum sayang. Terdengar suara dari seberang telepon, membuat Sofia sangat senang.
Mas rinduuuu. Siang nanti kita makan bareng ya. Ucap Sofia dengan nada manja.
Aku juga sangat rindu kamu sayang. Tapi maaf mas hari ini nggak bisa makan siang bareng kamu. Hari ini mas ada meeting dengan klien. Vernon merasa bersalah tidak bisa menemani Sofia, tetapi meetingnya dengan kliennya juga tidak bisa di tunda.
Iya nggak apa-apa mas. Semangat ya. Sofia mencoba menyemangati Vernon, walaupun ia sedikit merasa sedih karena akhir-akhir ini mereka jarang bertemu karena kesibukan Vernon.
Saat jam makan siang tiba, Sofia dan Angel memilih untuk makan di sebuah restoran asia.
Saat memasuki restoran itu, Sofia tidak sengaja menangkap sosok yang dikenalnya sedang duduk bersama seorang wanita. Mereka terlihat sangat akrab sambil sesekali tertawa. Ya, Sofia melihat Vernon sedang berbincang dengan wanita yang sangat cantik dan tubuh bak model. Meskipun Vernon tidak hanya berdua dengan wanita itu, tetapi hatinya tetap sakit melihat keakraban mereka.
Begini meeting yang dimaksudnya? bertemu wanita cantik di sebuah restoran dan twrtawa bersama? huh, lucu sekali. Batin Sofia sambil mencoba menahan air matanya. Ia tidak jadi masuk kedalam restoran itu, nafsu makannya tiba-tiba saja hilang melihat kejadian tadi.
Angel terlihat bingung melihat Sofia yang ingin makan ditempat lain.
"Lo kenapa Fi? Kayak ngeliat hantu gitu" tanya Angel yang tengah mengemudi.
"Lo nggak lihat apa, tadi Vernon lagi sama cewek di restoran itu. Mana ceweknya cantik lagi kayak model, terus mereka ketawa lagi. Sebel banget" ujar Sofia sangat kesal.
"Yaampun Sofia, lo cemburu ya? pikir positif dong, mungkin itu kliennya. Tadi juga gue lihat mereka nggak cuma berdua doang kok" ujar Angel mencoba menenangkan sahabatnya.
"Nggak mungkin klien terus ketawa-ketawa gitu. Malas banget gue ngeliatnya"
Angel hanya bisa geleng kepala melihat sahabatnya yang diliputi rasa cemburu.
Selesai makan, Sofia dan Angel melanjutkan kuliah mereka.
Selesai perkuliahan Sofia mendapati hp nya berbunyi dilihatnya nama Vernon di layar hp nya. Ia memutuskan untuk tidak mengangkat panggilan itu. 5 kali Vernon menghubungi Sofia tapi tak juga diangkatnya. Akhirnya muncul 1 pesan
Sayang kamu dimana? kok nggak angkat telepon? aku jemput kamu ya. Sofia hanya membaca pesan yang dikirim Vernon tanpa membalasnya.
__ADS_1
Sofia merasa tidak ingin bertemu Vernon hari ini. Karena itu, Sofia memutuskan untuk pulang dengan Angel. Tanpa Sofia sadari, ada sepasang mata yang menatapnya dari kejauhan. Ya, itu adalah Vernon. Vernon dari tadi menunggu Sofia karena Sofia tidak juga mengangkat teleponnya. Tapi yang didapatinya Sofia hanya membaca pesan itu dan pulang bersama Angel.
Kamu kenapa menjauh begini Sofia. Gumam Vernon