Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
EP13 Kemarahan


__ADS_3

Terlihat Vernon di depannya merasa geram dan memukul meja dengan sangat kuat.


"Kalian berdua yang sedang bermesraan, keluar sekarang juga dari kelas saya!"


Seisi ruangan sangat terkejut. Mereka semua menatap ke arah Sofia dan Rey. Dengan tersenyum sinis Rey mengiyakan dan menarik tangan Sofia untuk keluar, membuat Vernon sangat emosi.


Selama pelajaran berlangsung, Vernon terlihat tidak bisa fokus karena memikirkan gadisnya yang dibawa pergi Rey.


Di tempat lain, Sofia berusaha melepas genggaman tangan Rey. "Lepasin Rey, ngapain ditarik-tarik sih" Sofia kesal Rey menariknya keluar dari kelas.


"Kan pak Vernon nyuruh kita keluar. Dia juga berlebihan sih, kan aku cuma bersihin tinta di wajah kamu. Memangnya dia siapa sih marah-marah gak jelas gitu?" Rey juga terlihat sedikit kesal dengan sikap Vernon yang tiba-tiba marah, tapi di sisi lain Rey juga merasa bersyukur karena bisa berduaan dengan Sofia.


"Wajar lah dia marah, kan dia.." kata-kata Sofia terhenti, mengingat mereka berdua telah berjanji untuk merahasikan hubungan mereka.


"Dia apa?" tanya Rey penasaran.


"Dia kan dosen yang terkenal killer, harus fokus kan kalau di mata kuliahnya" Sofia lega ia tidak keceplosan saat bicara.


Selesai jam perkuliahan, Vernon melewati koridor dan menemukan Sofia dan Rey yang sedang berbincang-bincang.


Jadi dari tadi dia masih ngobrol dengan Rey. Benar-benar harus dikasih pelajaran gadis ini. Batin Vernon sambil mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Kamu ke ruangan saya sekarang" tunjuk Vernon pada Sofia dan segera berjalan lebih dulu ke ruangannya. Sebenarnya Sofia tidak mengobrol dengan Rey, dia hanya lebih banyak mendengarkan cerita Rey yang sangat membosankan menurutnya, karena Rey terus membicarakan masa SMA mereka berdua, yang menurut Sofia tidak menarik sama sekali.


Saat Sofia melihat Vernon memanggilnya ke ruangannya, Sofia merasa takut. Ia berpikir lebih baik mendengarkan cerita Rey yang membosankan daripada harus berhadapan dengan kekasihnya yang terlihat marah saat ini.


Melihat Sofia yang terlihat takut, membuat Rey berinisiatif untuk menemani Sofia ke ruangan Vernon. Tetapi Sofia menolaknya, karena ia takut akan semakin membuat Vernon marah jika Rey ikut dengannya.


Akhirnya Sofia memutuskan untuk masuk sendiri ke dalam ruangan Vernon. Sebelum masuk, ia banyak berdoa agar bisa diselamatkan dari kemarahan Vernon yang sangat menakutkan itu.


Setelah merasa siap, Sofia segera masuk ke dalam ruangan Vernon.


Dilihatnya pria itu sedang menutup matanya sambil duduk di kursi kerjanya, membuat ketampanannya semakin terpancar. Sofia yang awalnya takut, kini merasa terpesona dengan wajah tampan Vernon.


"Duduk!" perintah Vernon memecah lamunan Sofia yang sedang asyik memandang wajah Vernon.


"Kamu tahu kesalahan kamu kan?" tanya Vernon sangat dingin.

__ADS_1


"Ma..maaf Ver, eh maksudnya mas. Tadi Rey kok yang tiba-tiba mendekat bersihin tinta di pipi aku, dan dia juga yang tiba-tiba narik tangan untuk keluar. Aku nggak tahu apa-apa serius" ucap Sofia mencoba membela diri.


"Pipi mana yang dipegang Rey?" tanya Vernon lagi.


"Disini" tunjuk Sofia di pipi kanannya.


Tiba-tiba saja Vernon mendekat kearah Sofia, membuat Sofia mundur ke belakang. Vernon mencoba menahan bahu Sofia, kemudian mencium pipi kanan Sofia cukup lama. Sofia terdiam cukup lama setelah mendapat hadiah ciuman di pipinya tersebut.


"Aku nggak mau tubuh dan wajah kamu di sentuh oleh laki-laki manapun, kecuali aku" ujar Vernon sambil memeluk Sofia sangat erat, hingga membuat Sofia hampir kehabisan napas. "Ber..henti memelukku, aku tid..ak bisa bernapas" ucap Sofia sambil memukul-mukul bahu Vernon. Vernon yang menyadari pelukannya begitu erat, akhirnya melonggarkan pelukannya tetapi tidak melepaskannya.


"Berjanjilah jangan mendekati laki-laki lain selain aku" Vernon berkata sambil menatap gadis di hadapannya dengan tetap memeluknya.


"Iya aku janji, soal yang tadi maafkan aku, dan tolong lepaskan ini, nanti ketahuan dosen lain" ujar Sofia sambil menunjuk tangan Vernon yang masih memeluk pinggangnya. Vernon tertawa melihat Sofia yang terlihat malu-malu dan segera melepas pelukannya.


"Sebentar aku tunggu di dekat gerbang kampus ya, kita pulang sama-sama" ucap Vernon sambil mengusap kepala Sofia.


"Baiklah. Aku pergi dulu" Sofia tiba-tiba mendekat dan mencium pipi Vernon, lalu segera berlari ke luar ruangan.


"Imut sekali" Vernon tersenyum sambil memegang pipinya yang dicium Sofia.


Di luar ruangan, Sofia dikejutkan oleh Rey yang sedari tadi menunggunya. "Ngapain kamu disini?" tanya Sofia yang terkejut melihat Rey.


"Kenapa di tunggu segala sih, ayo ke kelas aja, udah mau mulai mata kuliahnya" ucap Sofia sambil berjalan lebih dulu ke kelas.


Tanpa Sofia sadari, sejak tadi Rey mendengarkan percakapan Vernon dan dirinya bahkan Rey juga melihat saat Vernon mencium pipi Sofia. Sungguh menyakitkan yang dirasakan Rey. Tetapi ia mencoba tegar, karena prinsip Rey, sebelum janur kuning melengkung, ia masih bisa mendapatkan hati Sofia karena hati dapat berubah kapan saja.


Saat jam perkuliahan selesai terlihat Sofia beranjak dari kursinya untuk pulang. "Fi jangan lupa lagi dong nomor cowok ganteng" ucap Angel mengingatkan Sofia.


"Iya nanti aku minta, sabar ya" jawab Sofia sambil tersenyum.


"Kamu mau pulang? aku anterin ya" Rey menawarkan untuk mengantar Sofia pulang.


"Eh nggak usah nggak apa-apa aku bisa pulang sendiri, aku mau singgah ke suatu tempat soalnya" jawab Sofia berbohong, jelas ia tidak mau Rey mengantarnya karena akan pulang bersama Vernon.


Saat Rey sedang mengemudikan mobilnya, ia tidak sengaja melihat Sofia yang naik mobil Vernon. Lagi-lagi Rey hanya bisa tersenyum getir, ia baru sadar kalau jatuh cinta diam-diam bisa sesakit ini. Ingin cemburu tetapi bukan siapa-siapa, begitulah yang dipikir Rey.


Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dengan caraku sendiri, tanpa harus merebutmu dari laki-laki itu. Gumam Rey.

__ADS_1


Di sisi lain, nampak kedua sejoli yang sedang jatuh cinta. Mereka tidak melepaskan genggaman tangan mereka satu sama lain, bahkan terlihat genggaman mereka lebih erat lagi.


"Kita ke rumah aku ya, bunda dan ayah mau ketemu sama calon menantu katanya" ujar Vernon sambil mencium lembut tangan Sofia.


"Serius? iya aku mau" mendengar hal itu membuat Sofia sangat senang.


Mereka memang memutuskan memberitahukan hubungan mereka pada keluarga masing-masing, tentu saja keluarga mereka sangat setuju bahkan sangat bahagia mendengarnya.


Sesampainya di rumah Vernon, mereka disambut oleh asisten rumah tangga yang sangat ramah.


"Terima kasih Bi Siti" ucap Sofia. Sofia memang telah lama mengenal asisten rumah tangga disini, karena mereka telah mengabdi sejak dulu pada keluarga Bramaputra.


"Assalamualaikum bunda, kak Joshua" ucap Sofia sambil memeluk calon mertua dan calon kakak iparnya itu.


Saat akan memeluk Joshua, Vernon mencoba menghentikannya "Jangan memeluknya" ujar Vernon.


"Dih sejak kapan dia jadi bucin begini Sofia? tanya Joshua yang kesana pada adiknya yang sangat posesif.


"Aku juga tidak tahu kak" jawab Sofia sambil mengangkat bahunya.


"Kita ngobrol-ngobrol disini aja, Bunda udah kangen banget sama kamu"


"Aku juga kangen Bunda" jawab Sofia kembali memeluk bunda Anya.


Vernon dan Joshua hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan kedua wanita di depan mereka.


"Ayah mana Bun?" tanya Vernon yang sedari tadi tidak melihat batang hidung ayahnya.


"Ayah masih ada rapat dikantornya. Bunda mau coba telepon ayah kamu dulu. Kalian bertiga ngobrol saja" ucap bunda Anya.


"Kak Joshua aku bisa minta nomor kakak nggak?" Sofia teringat janjinya kepada Angel.


"Ngapain kamu minta nomor dia?" tanya Vernon terlihat kesal.


"Angel sahabatku mau minta nomornya. Katanya dia suka kak Joshua" jawab Sofia sangat jujur.


"Angel? Angel temanmu yang mengaku aku menghamilinya itu? tanya Joshua terkejut mendengar Sofia yang mengatakan sahabatnya itu menyukainya.

__ADS_1


"Apa? dia ngaku kamu hamilin kak? Jangan-jangan memang benar" ujar Vernon membuat Joshua memukulnya.


Dia mengaku aku menghamilinya terus tiba-tiba sekarang dia minta nomor aku dan bilang menyukaiku? Cih, drama apalagi yang dia buat sekarang. Tunggu lah pembalasanku. Batin Joshua sambil tersenyum jahat.


__ADS_2