Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
S2. Membujuk Pasangan


__ADS_3

"Gue sih gampang bujuk Angel, nah kamu gimana caranya bujuk Sofia? pasti dia nggak bakal kasih kamu jatah buat sebentar malam" balas Joshua masih berbisik.


"Iya juga ya, gawat" kata Vernon menepuk jidatnya. Ia terlihat uring-uringan memikirkan nasibnya sebentar malam yang tidak bisa mendapat jatah.


Sofia dan Angel berlanja lebih banyak barang lagi setelah melihat suami dan tunangan mereka bersama wanita lain.


"Belanja yang banyak Angel, gue traktir. Kita habisin uang Vernon. Kesel gue" sungut Sofia.


"Serius lo? gue pikir tadi lo becanda doang".


"Serius lah. Vernon tuh udah terlalu kaya, sekali-kali uangnya harus diporotin biar nggak berani main cewek".


"Hahaha iya ya. Memang adik kakak itu harus dikasih pelajaran. Lets go kita belanja".


.


.


.


Saat meeting berlangsung, Vernon terlihat tidak fokus. Bukan karena dua wanita di hadapannya, tetapi karena memikirkan nasibnya saat di rumah nanti.


Ketika tengah melamun, hp Vernon berbunyi tanda notifikasi masuk. Dilihatnya isi pesan itu, dan ia terkejut karena pengeluaran uang di atm nya mencapai ratusan juta rupiah.


Pasti Sofia marah banget ini. Batin Vernon.


Selesai meeting, Vernon dan Joshua pun kembali ke kantor.


"Kenapa kamu kelihatan lesu gitu? masih kepikiran kejadian tadi?" tanya Joshua.


"Iya dan lebih parah lagi".


"Lebih parah? ada apa memangnya?".


"Sofia belanja sampai ratusan juta" kata Vernon sambil memijit kepalanya.


"Ya nggak apa-apa dong. Kan kamu juga banyak uang".


"Bukan masalah uangnya. Tapi Sofia itu orangnya nggak terlalu suka belanja apalagi habisin uang sebanyak itu. Pasti sekarang dia lagi marah banget, aku nggak berani pulang kak" Vernon terlihat gusar.


"Kalau kamu nggak pulang, bisa-bisa dia tambah marah. Mending kamu beliin makanan atau barang kesukaannya, terus rayu deh" kata Joshua dengan santainya sambil menyesap kopinya di ruangan Vernon.


"Kakak bicara gampang banget, nggak tahu apa kalau istri marah itu lebih menakutkan daripada liat harimau. Tunggu aja kalau nanti kamu udah nikah kak, kamu akan ngerasain apa yang aku rasakan saat ini" cerocos Vernon.


"Hahaha iya terserah kamu lah. Semangat pengantin baru" Joshua meninggalkan ruangan Vernon. Ia tidak tau kalau nasibnya akan lebih parah daripada Vernon nantinya.


Selepas bekerja, Joshua terlihat menuju ke rumah tunangannya, Angel. Ia membelikan cokelat putih serta bunga mawar merah kesukaannya.


"Mohon maaf pak. Nona Angel tidak ingin bertemu bapak" kata satpam yang menjaga rumah Angel.


"Apa? tapi kenapa?".


"Saya tidak tahu pak. Saya cuma disuruh menyampaikan pesan saja".

__ADS_1


"Baik kalau begitu. Saya akan menelepon Angel".


Joshua segera menghubungi Angel. Ia tidak menyangka tunangannya akan semarah ini padanya.


*Halo sayang.


Apa?.


Kok jawabnya jutek gitu sih. Kasih izin aku masuk ya, aku udah bawain cokelat dan bunga kesukaan kamu.


Nggak butuh. Buang aja.


Loh kok gitu, aku bawain spesial buat kamu.


Aku nggak butuh Joshua. Mending kamu pergi aja, aku nggak akan izinin kamu masuk. Bye*.


Angel memutuskan sambungan teleponnya, membuat Joshua menjadi stres.


Di tempat lain, Vernon pulang ke rumahnya dengan perasaan cemas. Ia membawa mie pangsit kesukaan Sofia atas usul dari Joshua.


"Dimana istri saya?" tanya Vernon kepada asisten rumah tangganya yang telah selesai mengerjakan pekerjaan rumah.


"Nyonya ada di kamar tuan".


"Baiklah. Kalian boleh pulang".


Vernon perlahan berjalan menaiki tangga. Sesampainya di depan pintu, ia menarik napas panjang kemudian membuka pintu kamar, sayangnya pintu kamarnya terkunci dari dalam.


"Sofia sayang. Mas pulang nih bawain mie pangsit kesukaan kamu. Tolong dibuka dong pintunya" kata Vernon mengetuk pintu kamarnya. Tetapi tidak ada sahutan dari dalam kamar.


"Aku nggak perlu sogokan mas. Kamu malam ini tidur di luar dan tidak ada jatah untuk kamu" ucap Sofia dari dalam kamar.


"Yang, kamu jangan marah gini dong. Itu tadi kan cuma rekan bisnis aja sayang".


"Rekan bisnis apa yang pakai baju kekurangan bahan kayak gitu. Pake acara pamer dada lagi. Ih kesal banget deh".


"Sayang tapi kamu tahu kan kalau mas nggak terpengaruh sekali pun wanita itu berpakaian minim kayak gitu. Karena mas memang hanya cintanya ke kamu, bukan ke orang lain" Vernon berkata sangat lembut, hingga membuat Sofia menjadi tersentuh.


Terdengar pintu kamar terbuka, dan muncul Sofia dari balik pintu.


"Masuk" ucap Sofia dingin.


Tidak butuh waktu lama, Vernon segera masuk ke kamar, ia takut kalau nanti istrinya berubah pikiran.


"Kamu mandi dulu mas, aku akan siapkan bajunya".


"Mas mau mandi bareng sama kamu" kata Vernon bergelayut manja di lengan Sofia.


"Mas" ucap Sofia sambil menatap tajam ke arah Vernon.


"Baik, baik. Mas mandi dulu ya, jangan marah sayangku" Vernon segera bergegas mandi setelah mendapat tatapan tajam dari istrinya.


"Jangan lupa mie pangsitnya dimakan ya, entar keburu dingin" lanjut Vernon.

__ADS_1


Ternyata dia jadi nurut juga ya kalau aku lagi marah gini. Sofia tertawa geli melihat tingkah suaminya yang jadi penurut.


Sofia sedang memasak makan malam untuk Vernon, karena asisten rumah tangga hanya bekerja sampai sore saja.


Di saat sedang memasak, Sofia dikejutkan dengan tangan Vernon yang melingkar di perutnya.


"Mas, kamu bikin kaget aja deh".


"Maaf sayang, habisnya mas rindu banget sama kamu apalagi masakan yang kamu masak sekarang, harum banget" ujar Vernon menyembunyikan kepalanya di leher Sofia sambil sesekali mencium leher jenjang istrinya itu.


"Eungg..mas berhenti. Aku lagi masak" Sofia mendesah akibat perlakuan Vernon.


"Sebentar saja sayang".


Vernon melepas spatula yang dipegang Sofia serta mematikan kompor, kemudian membalikkan tubuh Sofia menghadapnya. Ia mengangkat tubuh istrinya itu ke atas meja dan mulai mencium bibir Sofia dengan lembut.


Padahal Sofia sudah bilang bahwa malam ini Vernon tidak akan mendapat jatah, tetapi sepertinya ia melupakan perkataanya akibat sentuhan-sentuhan yang dilakukan suaminya.


Vernon terus menyesap bibir Sofia hingga kemerahan, tangannya yang tidak bisa diam, mulai menggerayangi dada milik Sofia hingga Sofia terus mengeluarkan desahannya.


Mereka semakin larut dalam buaian, sampai mereka akhirnya berhenti karena dikejutkan oleh seseorang yang muncul.


"Mas berhenti" Sofia mendorong Vernon sampai terjatuh ke lantai.


"Awww" pekik Vernon.


"Wah, wah pengantin baru memang tidak pernah tahu tempat untuk bercinta ya" ternyata Joshua yang datang ke rumah Vernon dan Sofia.


"Kakak ngapain sih main masuk rumah orang. Nggak pakai salam lagi" kesal Vernon sambil mengusap bokongnya karena terjatuh.


"Aku dari tadi udah ketuk-ketuk tapi nggak ada yang bukain, karena pintu nggak ke kunci jadi aku masuk aja dan menemukan kalian yang sedang bercumbu".


"Kalau udah tahu kita lagi kayak gitu, harusnya kakak inisiatif untuk keluar bukan malah berdiri ngeliatin kita" sungut Vernon. Ia tidak terima Joshua mengganggu kesenangannya bersama Sofia.


"Udah lah mas. Karena disini juga ada kak Joshua, kita sekalian makan bareng aja" kata Sofia.


"Setuju. Aku juga udah lapar nih. Oh iya Sofia ini ada cokelat untuk kamu" Joshua menyodorkan cokelat putih yang tidak jadi ia berikan kepada Angel.


"Kenapa kakak beliin istri aku cokelat? jangan jadi penikung istri adiknya dong".


"Dih geer banget. Aku tuh kasih dia cokelat, soalnya sahabatnya nggak mau nerima cokelatnya. Dia ngusir aku, nggak izinin masuk" ujar Joshua terlihat lesuh.


"Tadi siapa ya yang bilang kalo tunangannya tuh gampang banget dibujuk" ejek Vernon.


"Jangan ngejek dong. Ini juga pertama kalinya aku lihat Angel semarah itu".


"Gimana nggak marah, tiap mau ngerayu selalu bawain cokelat putih sama mawar merah terus, yang ada Angel bosan kak" celetuk Sofia.


"Tapi kan itu kesukaan dia. Aku hanya bawa kesukaan dia aja kok" kata Joshua mencoba membela diri.


"Mungkin dia bosan kak sama hadiah kakak yang itu-itu terus. Coba sekali-kali kasih dia kejutan lain, pasti dia senang banget".


"Benar tuh kak. Kan nggak lucu sebulan lagi nikah terus batal gara-gara kak Joshua ngasihnya cokelat putih sama mawar merah mulu hahaha" Vernon menertawai Joshua. Ia senang menggoda kakaknya.

__ADS_1


"Memang dasar adik kurang ajar. Ketawa di atas penderitaan kakaknya sendiri" kesal Joshua.


"Yang sabar ya kak" ucap Sofia ikut tertawa.


__ADS_2