
Hai guys
Hari ini author up 2x lagi π
Author sudah baca semua masukan kalian. Jadi, ikuti terus ceritanya ya, biar tahu kisah cinta Vernon dan Sofia akan seperti apa π
Jangan lupa like, vote, rate untuk cerita ini π
Terima kasih π
...****************...
"Kamu wangi banget sayang, mas pengen peluk kamu sambil tidur".
"Iya peluk aja nggak apa-apa. Sini" panggil Sofia sambil merentangkan tangannya.
Keduanya pun tertidur sambil berpelukan.
Keesokan harinya, mama Sonya tengah bersiap untuk pulang ke Bandung karena pekerjaannya telah selesai di Jakarta.
"Mama yakin mau pulang pagi ini? nggak besok aja?" tanya Sofia yang masih merindukan ibunya.
"Mama kan harus kerja sayang. Nanti kalau kangen, kamu sama Vernon main aja ke Bandung".
"Iya ma. Tapi mama hati-hati ya disana, jangan lupa makan".
"Iya sayang mama pasti ingat kok, kamu juga ya".
"Mama mau Vernon panggilkan supir untuk nganterin mama?".
"Nggak perlu, ada om Rudi yang jemput" ucap mama Sonya tersipu malu.
"Cie pacar yang jemput" goda Sofia.
"Jangan gitu dong, mama kan jadi malu".
"Nggak apa-apa kok ma, santai aja" ucap Sofia.
Tidak lama kemudian, terdengar bunyi klakson di depan rumah. Dilihatnya mobil om Rudi sudah berada di depan.
"Itu om Rudi udah datang ma" kata Sofia.
"Ya sudah mama pamit pulang dulu ya".
"Iya mama hati-hati ya" kata Sofia.
"Iya kalian berdua juga hati-hati".
"Om Rudi, saya titip mertua saya ya" kata Vernon.
__ADS_1
"Siap, laksanakan" ucap om Rudi.
Mama Sonya pun pulang ke Bandung diantar om Rudi, sedangkan Vernon pergi ke kantornya.
Pukul 19.00 malam, seperti yang sudah dijanjikan, setelah selesai bekerja Vernon pergi ke restoran yang diberitahu Sofia untuk makan malam bersama.
Sesampainya di restoran, ia tidak menemukan istrinya bahkan di telfon pun tidak diangkatnya.
Vernon menjadi khawatir dengan keadaan istrinya, tetapi saat beranjak pulang, ia tidak sengaja bertemu dengan Bianca di restoran yang sama, seperti sedang mencari seseorang.
"Bianca" panggil Vernon.
"Eh Vernon, kamu sedang apa sendirian disini?" tanya Bianca.
"Aku lagi nunggu Sofia tapi dari tadi tidak muncul, ditelfon juga tidak diangkat" jawab Vernon.
"Loh kamu juga nungguin Sofia? aku juga lagi nungguin dia, katanya mau ketemu di restoran ini".
"Apa? kamu serius?" Vernon terkejut mendengar perkataan Bianca.
"Iya, tadi malam dia kirim pesan ke aku".
"Pasti Sofia sengaja ingin kita berdua ketemu" kata Vernon dengan kesal.
"Kenapa begitu?".
"Apa? tidak mungkin seperti itu. Sofia kan sangat mencintai kamu".
"Aku pergi duluan ya, aku harus berbicara dengan dia" ucap Vernon.
"Vernon" panggil Bianca.
"Ada apa?".
"Jangan sampai kalian berkelahi karena hal ini, kau harus ingat, pasti Sofia juga tidak ingin berbuat seperti ini, dia hanya sedang tertekan saja" ujar Bianca mengingatkan.
"Iya aku tahu, tapi aku tidak jamin untuk baik-baik saja. Aku pergi dulu, terima kasih sudah mengingatkan".
Semoga kalian benar baik-baik saja. Gumam Bianca.
Diperjalan pulang ke rumah, Vernon terlihat menggertakkan giginya. Ia merasa sudah sangat lelah untuk meyakinkan Sofia bahwa dia tidak akan pernah menyukai dan bahkan menikahi orang lain, selain istrinya itu.
Vernon sampai di rumah tanpa menatap seluruh asisten rumah tangganya. Ia berjalan lurus ke depan, menuju ke lantai atas kamarnya.
Ia membuka pintu kamarnya kemudian menutupnya kembali dengan sangat keras, membuat Sofia yang sedang berada di dalam kamar sangat terkejut.
"Mas aku.."
"Apa maumu Sofia?" potong Vernon.
__ADS_1
"Kau bilang kita makan malam bersama di restoran tapi buktinya apa? kau tidak datang dan malah Bianca yang hadir disana. Pasti kau yang merencanakan semua ini kan? jawab Sofia!" teriak Vernon mulai membentak.
"Iya memang aku yang merencanakannya mas".
"Apa? jadi ternyata memang benar kamu? apa alasan kamu melakukan ini? kau ingin aku menikah dengannya? sudah aku bilang itu tidak akan pernah terjadi Sofia" kali ini kesabaran Vernon benar-benar sudah habis, ia tidak mempedulikan lagi perkataan Bianca tadi yang mengingatkannya untuk sabar.
"Iya aku memang berencana untuk menikahkan kamu dengannya mas, karena aku merasa Bianca adalah wanita yang baik dan pastinya bisa memberikan kamu keturunan mas" teriak Sofia. Air mata mulai membasahi pipinya kali ini.
"Aku juga sebenarnya tidak ingin hal ini terjadi, tapi apa kamu tahu mas kalau ayah kamu sendiri berencana untuk menjodohkan kamu dengan anak dari rekan kerjanya? jadi, daripada aku harus melihat kamu bersama dengan wanita yang tidak aku kenali, lebih baik kamu bersama Bianca" ujar Sofia panjang lebar.
"Ayah menjodohkan aku? itu tidak mungkin Sofia" kata Vernon, tidak percaya.
"Aku juga awalnya tidak percaya ayah Bram akan melakukan ini semua mas. Tapi aku dengar sendiri kalau ayah Bram berencana menjodohkan kamu agar kamu mempunyai keturunan dengan cepat".
"Jangan berbohong kamu Sofia. Ini pasti semua alasan kamu saja kan? karena kamu ingin kita bercerai dan kamu sudah memiliki laki-laki lain".
Plak
Tamparan mendarat di pipi Vernon.
"Keterlaluan kamu mas. Kamu pikir aku perempuan yang tidak setia hah? aku benar-benar tertekan selama ini karena kesempatan memiliki anak sangatlah kecil, ditambah lagi ayah kamu sendiri ingin menjodohkan kamu, dan kamu bilang aku berbohong lalu menuduh yang macam-macam? jangan gila kamu mas" teriak Sofia lagi tidak menerima tuduhan yang diberikan Vernon.
"Mana bisa aku mempercayai hal itu, ayahku tidak mungkin berbuat seperti itu" teriak Vernon tidak kalah kencangnya.
Sofia terdiam sesaat, air matanya masih terus mengalir di pipinya tanpa henti.
"Baiklah kalau begitu mas. Kamu tidak percaya padaku kan? aku akan pergi ke rumah ibuku".
"Apa maksudmu Sofia? ini sudah malam kau mau pulang naik apa?" Vernon menahan tangan Sofia.
"Kau tidak usah peduli aku pulang naik apa mas" Sofia berusaha melepaskan cemgkeraman tangan Vernon, namun usahanya sia-sia tangan Vernon lebih kuat darinya.
"Lepasin mas, sakit".
"Kita tidur sekarang, aku janji akan mengantarmu pulang ke rumah mama Sonya besok pagi, ini sudah malam Sofia".
"Aku tidak mau, lepasin".
"Aku tidak akan melepaskan tangan ini kalau kamu tidak mau menuruti perintahku. Ingat Sofia, aku suamimu jadi kamu harus menurut padaku" tegas Vernon.
"Aku janji akan mengantarmu besok pagi, jadi tolong kita tidur sekarang ini sudah malam" ucap Vernon mulai lembut.
"Baik, tapi besok kamu harus benar-benar mengantarku pulang. Kalau tidak, aku akan pulang sendiri".
"Iya aku janji, sekarang ayo tidur".
Sofia menyeka matanya yang sembab itu, kemudian tidur di kasur membelakangi Vernon.
Vernon menatap punggung istrinya sesaat, kemudian berbalik membelakangi Sofia. Malam itu mereka tidur tidak saling berhadapan lagi.
__ADS_1