Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
S2. Pertemuan Mantan Pacar


__ADS_3

Maaf aku tidak bisa menepati janjiku untuk berhenti menangis mas. Meskipun sakit, tapi aku akan berusaha mencari calon istri yang cocok untuk kamu, agar bisa memiliki keturunan. Aku sayang kamu mas, semoga dengan ini kita bisa bahagia. Batin Sofia, mencium kening suaminya.


Keesokan harinya, Sofia dan Vernon memeriksakan kondisi mereka di dokter. Mereka menunggu sambil terus berdoa agar ada keajaiban.


Dokter kembali duduk di kursinya setelah memeriksakan kondisi Sofia dan Vernon.


"Saya sudah memeriksa kondisi bapak dan ibu. Dari hasil yang didapat, kondisi pak Vernon baik-baik saja, sedangkan untuk ibu Sofia, kandungan ibu ada masalah sehingga kemungkinan memiliki anak sangat lah kecil bu"


Sofia serasa dijatuhi batu yang sangat besar ke dalam dirinya. Sakit sekali, itu yang dirasanya. Saat harapan yang dimiliki sangat besar, namun kesempatan berkata lain membuatnya sangat terpukul. Air matanya mengalir deras di wajahnya, ia tidak mampu menyembunyikan kesedihannya lagi.


Vernon yang juga terkejut mendengar kabar itu hanya bisa memeluk istrinya tanpa bisa berbuat apapun.


"Mohon maaf bapak, ibu. Saya tahu ini semua pasti sangat berat untuk kalian, tapi saya harap kalian berdua jangan putus asa dan tetap berusaha walaupun kesempatannya sangat kecil" ujar dokter menguatkan Sofia dan Vernon.


"Iya dok. Kami pasti akan berusaha terus. Kami pamit dulu, terima kasih" ucap Vernon.


Vernon membawa Sofia keluar dari ruangan dengan masih terus terisak.


"Jangan menangis lagi sayang. Kita pasti bisa berusaha sama-sama. Tolong jauhkan pikiran kalau aku akan meninggalkanmu, karena itu tidak akan pernah terjadi. Apapun hasilnya, mas akan selalu memilihmu".


Sofia semakin mengeratkan pelukannya kepada Vernon, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Hatinya terasa sakit, tetapi di sisi lain ia merasa bersyukur karena memiliki suami sebaik Vernon.


.


.


.


Hari-hari berlalu dengan sedikit berbeda. Sofia terlihat murung, dan Vernon selalu menghiburnya. Hal itu terus berlanjut, hingga tiba mama Sonya ke rumah mereka.


"Assalamualaikum anak mama dan menantu mama, kalian apa kabar?" tanya mama Sonya yang belum mengetahui apapun tentang keadaan anaknya.


"Baik mama. Mama bagaimana? sehat kan?" ucap Vernon.


"Iya baik kok".


Mama Sonya melirik Sofia yang hanya diam, ia tahu kalau anaknya itu pasti sedang ada masalah saat ini.


"Ruangan mama dimana?" tanyanya lagi.


"Disana ma. Sudah disiapkan semuanya" jawab Vernon.


"Menantu mama ini memang sigap deh. Mama senang banget. Ya sudah mama mau ke sana. Sofia anterin mama ya".


"Iya ma" kata Sofia.


Sesampainya di kamar tamu, mama Sonya segera menutup pintu dan mendudukkan Sofia di atas ranjang.

__ADS_1


"Kamu kenapa?".


Sofia hanya diam dan tertunduk.


"Jawab mama, Sofia. Kamu tidak biasanya seperti ini" lanjut mama Sonya.


"Rahimku bermasalah ma. Kemungkinan memiliki anak sangat lah kecil. Aku harus bagaimana?" ucap Sofia sambil menangis.


"Aku berpikir untuk mencarikan mas Vernon istri yang bisa memberikannya anak" lanjut Sofia lagi masih dalam keadaan menangis.


"Apa? kamu sudah gila? jangan seperti itu Sofia. Mama yakin Vernon juga tidak akan mau memiliki istri baru, dia sangat mencintaimu. Masih ada kesempatan kalian mempunyai anak walaupun kecil, jadi gunakan kesempatan itu. Terus berdoa minta sama Allah, mama yakin kalian pasti bisa" ujar mama Sonya panjang lebar.


"Iya ma. Terima kasih sudah membuat Sofia tenang lagi" ucapnya sambil memeluk erat mama Sonya.


"Mama akan berikan kamu obat herbal, semoga dengan itu kamu bisa cepat hamil ya sayang. Jangan pantang menyerah".


Sore harinya, mama Sonya menyuruh Sofia untuk menemaninya ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan dapur. Karena malam ini, mama Sonya ingin membuat makanan spesial buat anak dan menantunya itu.


Saat sedang berbelanja, Sofia tidak sengaja bertemu dengan om Rudi, yaitu papa Rey.


"Om Rudi, apa kabar?" sapa Sofia.


"Oh hei Sofia, om baik kok. Kamu sendiri gimana?".?


"Baik juga kok om. Om sendirian nih?".


"Iya, nasib duda. Kamu sendiri kenapa sendiri? mana Vernon?".


"Aku kenalin sama mama aku ya, om. Tunggu sebentar".


Sofia menghampiri ibunya dan memanggilnya untuk dikenalkan dengan om Rudi.


"Mama kenalin ini om Rudi, ayahnya temanku Rey" ucap Sofia.


Mama Sonya menatap ke arah pria di depannya, ia terkejut melihat pria itu ternyata adalah mantan pacarnya saat SMA.


"Rudi?".


"Sonya?".


"Loh mama dan om Rudi sudah saling kenal?" tanya Sofia bingung.


"Iya om kenal. Mama kamu mantan om waktu SMA dulu" ungkap om Rudi.


"Ohh gitu ya" ucap Sofia tersenyum jahil.


"Boleh nih balikan lagi, kan sama-sama sendirian nggak ada pasangannya".

__ADS_1


"Apa maksudnya? dia kan punya istri".


"Aku sudah cerai Sonya" kata om Rudi.


"Apa? kenapa?" tanya mama Sonya terkejut.


"Eh..eh bahasnya di rumah aja, ini masih di supermarket loh. Om Rudi nanti datang aja berkunjung ke rumah aku dan Vernon, mama Sonya juga menginap disitu karena ada urusan pekerjaan".


"Baik, nanti om mampir ya. Senang bertemu denganmu lagi Sonya".


"Aku juga Rudi".


mama Sonya dan om Rudi saling menatap cukup lama, sampai Sofia memecah tatapan mereka dengan berdehem.


"Kami pamit dulu ya om, ditunggu kedatangannya".


Sofia dan mama Sonya meneruskan belanja. Sofia melirik ibunya yang senyum-senyum sendirian.


"Duh senyum-senyum sendiri, pasti lagi merasakan jatuh cinta kembali ya?".


"Nggak kok. Siapa yang senyum sih" sangkal mama Sonya.


"Ngaku aja ma. Aku setuju kok kalau mama sama om Rudi. Om Rudi baik kok, apalagi istrinya ninggalin dia, jujur aku nggak nyangka loh ma".


"Ria ninggalin Rudi? kenapa bisa? setau mama mereka saling menyukai sejak kuliah".


"Tante Ria selingkuh ma".


"Beneran? pasti sama Rian" duga mama Sonya.


"Siapa Rian?".


"Rian mantan pacar Ria saat masih sekolah. Mereka berpacaran cukup lama dulunya".


"Mama kok tahu semua tentang tante Ria sih?".


"Mama dari kecil bersahabat dengan tante Ria. Tapi sejak kuliah kami terpisah sampai saat ini".


"Jadi tante Ria merebut om Rudi dari mama?".


"Nggak juga sih. Mama sudah putus dengan om Rudi saat mau lulus, sedangkan tante Ria berpacaran dengan om Rudi saat sudah di bangku kuliah".


"Luar biasa ya perjalanan cinta mama" goda Sofia.


"Kamu mah, udah jangan dibahas lagi. Ayo lanjut belanja".


"Jujur, aku setuju kalau mama nanti balikan terus nikah sama om Rudi, pokonya aku dukung mama 100 persen".

__ADS_1


"Iya terserah kamu lah, mama minta doanya saja".


"Siap ma, Sofia pasti selalu dukung mama" kata Sofia penuh semangat.


__ADS_2