
Vernon tersenyum kemudian mencium bibir Sofia. Sofia membalas ciuman itu, dan mereka berakhir di atas ranjang.
.
.
.
Sofia dan Vernon sedang menonton tv acara kesukaan Sofia yaitu kartun Spongebob.
"Sayang, kamu dari dulu kok nggak berubah? nonton spongebob mulu" kata Vernon sambil memainkan rambut Sofia.
"Mas nggak suka ya istri yang suka nonton film kartun kayak gini?" tanya Sofia menatap wajah suaminya dengan cemberut.
"Bukan gitu sayang, mas cuma kaget aja, ternyata kamu masih suka nonton kartun. Kamu inget nggak waktu masih kecil, mas bela-belain nggak masuk sekolah demi nemenin kamu buat nonton kartun ini pagi-pagi".
"Iya aku ingat mas. Padahal mas orangnya pintar banget terus bukan tipe yang bolos, tapi demi aku mas mau bolos. Duhh dari dulu mas segitu cintanya ya ke aku?" tanya Sofia dengan wajah berseri-seri.
"Iya dong. Demi kamu mas lakuin apapun" jawab Vernon
"Makasih mas, mas baik banget. Aku beruntung deh" ucap Sofia, memeluk suaminya.
"Mas besok sudah masuk kantor ya?" tanya Sofia di sela pelukan mereka.
"Iya sayang, soalnya besok ada meeting. Mas dan kak Joshua harus hadir".
"Baiklah. Oh iya mas, aku kan sudah lulus kuliah, rencananya aku ingin buka usaha cafe, boleh mas?".
"Kenapa mau kerja lagi? kan semua fasilitas untuk kamu mas udah penuhin".
"Tapi aku ingin mandiri mas, aku nggak mau bergantung semuanya ke kamu. Aku ingin mempelajari dunia bisnis secara langsung, sesuai dengan jurusan yang aku pilih saat kuliah. Boleh kan mas?".
Vernon terlihat berpikir sebentar, kemudian langsung mengiyakan kemauan istrinya itu.
"Mas akan membuatkan cafe untuk kamu, tapi ada syaratnya".
"Beneran mas? apa syaratnya?".
"Ini" tunjuk Vernon ke arah bibirnya.
Sofia menggeleng kepalanya pelan, ia tertawa geli melihat suaminya ini selalu meminta dicium.
Muah. Sofia mencium singkat bibir Vernon.
"Kok cepat banget?".
"Nanti kalau ciumnya lama mas minta jatah lagi".
"Memang itu tujuannya hehe" kata Vernon sambil cengegesan.
"Nggak boleh mas. Aku beneran capek banget. Dari pagi sampai sore aku udah kasih mas jatah terus. Jadi, untuk malam ini tidak ada jatah apapun. Mengerti?" kali ini Sofia bersikap tegas. Ia benar-benar kelelahan karena melayani Vernon seharian ini.
"Yaahh, baiklah" kata Vernon sambil cemberut.
"Jangan cemberut gitu mas, kan masih ada hari esok. Aku janji besok malam aku bakal kasih lagi jatah buat mas, tapi untuk malam ini jangan dulu ya aku beneran capek banget".
"Oke. Besok malam mas tagih janjinya".
"Siap sayang. Ayo kita tidur, besok pagi mas harus meeting kan" ajak Sofia.
"Iya sayang. Tapi mas mau tidurnya sambil pelukan, mas nggak mau jauh dari kamu".
"Kenapa suami aku jadi manja gini sih, sini peluk" kata Sofia sambil merentangkan tangannya memberikan pelukan. Tidak butuh waktu lama, Vernon segera menyambut pelukan istrinya dan mereka pun tertidur sambil berpelukan.
Pagi yang cerah, cahaya matahari perlahan masuk menembus kaca kamar sepasang suami istri yang sedang tertidur pulas. Masih dengan posisi berpelukan, Sofia terbangun dengan adanya sinar matahari yang memasuki kamar.
"Mas bangun, sudah pagi" kata Sofia menepuk pelan bahu suaminya.
"5 menit lagi sayang" ucap Vernon, semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Mas, nanti kamu terlambat. Ayo cepat bangun, aku juga mau siapin sarapan buat kamu".
"Kan ada pembantu, kenapa kamu mau masak lagi" kata Vernon masih dengan posisi yang sama.
"Aku mau buat sarapan spesial untuk suami tercinta. Memangnya mas nggak mau?".
"Mau kok" jawab Vernon dengan cepat.
Sebelum beranjak ke kamar mandi, Vernon mencium singkat bibir Sofia. "Morning kiss".
Sofia tersipu malu karena perlakuan Vernon. Ia cepat-cepat menyiapkan baju kerja suaminya dan segera turun membuatkan sarapan.
Saat menuruni tangga, Sofia melihat sudah ada asisten rumah tangga yang sedang memasak di dapur. Ia segera turun dan menghampirinya. "Hai bibi. Aku bantuin masak ya".
"Jangan nyonya. Ini sudah menjadi tugas saya untuk membuatkan sarapan, nyonya silahkan duduk di meja makan".
"Nggak apa-apa bi. Suami saya juga katanya ingin mencoba sarapan buatan saya, jadi saya masak bareng bibi ya" ujar Sofia.
"Baiklah kalau begitu nyonya".
"Oh iya sama satu lagi, jangan panggil saya nyonya. Panggil saja saya Sofia, sepertinya umur kita tidak berbeda jauh".
"Maaf nyonya, saya tidak bisa. Tuan memerintahkan kami semua untuk memanggil anda nyonya. Saya takut akan mendapat masalah jika memanggil anda dengan nama".
"Baiklah kalau begitu" Sofia menyerah, padahal ia mau mengakrabkan diri dengan para asisten rumah tangga di rumahnya, tetapi melihat Vernon yang sangat tegas sepertinya ia tidak bisa melakukannya.
Sofia membuatkan sarapan nasi goreng dengan telur setengah matang kesukaan Vernon.
Selesai Sofia memasak, ia mulai menata piring di meja makan. Saat itu Vernon terlihat menuruni tangga sambil tersenyum kepadanya.
"Wah baunya harum banget nih. Istriku yang masak ya?".
"Aku dibantu sama bibi kok" kata Sofia sambil mengambilkan sarapan untuk Vernon.
Vernon mengangguk tanda mengerti.
"Kamu masih ingat ternyata kalau aku suka telur setengah matang".
"Ingat dong, kan dari dulu mas nggak mau makan kalau telurnya matang banget"
Mereka berdua tertawa kecil dan mulai menyantap sarapannya.
Selesai sarapan, Vernon bersiap untuk pergi ke kantor.
"Aku berangkat dulu ya sayang. Kamu di rumah baik-baik, kalau bosan datang saja ke kantor mas".
"Iya baik mas. Mas hati-hati ya" kata Sofia sambil mencium telapak tangan Vernon.
Vernon menarik tengkuk Sofia dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Bye sayang".
Vernon melambaikan tangannya, Sofia pun membalasnya sambil tersenyum manis.
"Nyonya sama tuan romantis banget ya" ucap salah satu pembantu.
"Iya. Aku dengar-dengar mereka sahabatan sejak kecil terus nikah deh".
"Duh sempurna banget ya. Mana nyonya cntik banget terus tuan juga ganteng banget".
"Huss sudah-sudah ayo kita kerja lagi, nanti nyonya dengar lagi kita cuma ngobrol".
Para asisten rumah tangga akhirnya berhenti mengobrol dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Setelah Vernon berangkat kerja. Sofia mulai merasa bosan berada di rumah. Saat ia mencoba membantu pekerjaan rumah, para asisten rumah tangga menolak bantuannya sehingga ia kembali ke kamar dengan kebosanan.
Aku harus gimana nih, kok bosan banget sih sendirian disini. Gumam Sofia sambil bermalas-malasan dikasurnya.
Tiba-tiba hp nya berdering, ternyata Angel sahabatnya yang menghubunginya.
__ADS_1
"Angel kau penyelamatku".
Sofia segera mengangkat teleponnya.
Assalamualaikum Angel ku.
Lo kenapa lagi Fi? pasti ada maunya nih. Kata Angel di seberang telepon.
Hehe tau aja sih. Eh lo tau nggak gue tuh bosan banget disini, Vernon udah pergi kerja terus nggak ada yang bisa gue lakuin.
Bersih-bersih kek di rumah, biasanya kan lo gitu kalau lagi bosan.
Maunya sih gitu, tapi asisten rumah tangganya nggak ngizinin gue kerja.
Susah emang kalo orang kaya, ckckck. Kata Angel prihatin.
Gini aja. Lo sekarang siap-siap deh, gue bakal jemput lo terus kita ke mall aja. Kan kita udah lama juga nggak jalan bareng.
*Gue suka ide lo. Oke gue siap-siap. Tapi gue mau izin ke Vernon dulu.
Oke. Bye Fi. Assalamualaikum.
Waalaikumsalam*.
Sofia menutup sambungan teleponnya dengan Angel, kemudian mulai menghubungi Vernon.
Kok nggak di angkat ya, apa jangan-jangan lagi meeting. Batin Sofia.
Sofia akhirnya mengetik pesan untuk Vernon karena Vernon tidak juga mengangkat teleponnya.
Sampai lah Sofia dan Angel di mall. Mereka mulai berjalan-jalan dan belanja. Setelah mengitari seluruh isi mall, mereka memutuskan untuk mengisi tenaga mereka dengan makan di sebuah restoran.
Saat mulai masuk ke dalam restoran, Angel melihat Vernon dan Joshua sedang duduk bersama dua orang wanita di hadapan mereka.
"Eh..eh Sofia lihat deh, itu bukan suami lo sama tunangan gue ya?".
"Hah? mana?" Sofia mulai mencari ke seluruh penjuru restoran dan akhirnya menemukan orang yang dimaksud.
"Wah jadi meetingnya di mall, terus sama dua perempuan yang bajunya kehabisan bahan gitu" lanjut Sofia geram.
"Mana dua gundukannya besar-besar lagi. Kita mah jauh banget Fi" kata Angel sambil memperhatikan dada kedua wanita itu dengan dada miliknya dan Sofia.
"Nggak bisa gitu dong. Biar bagaimana pun Vernon tuh suami gue, dan kak Joshua adalah tunangan lo. Kita harus merebut apa yang jadi milik kita. Ayo kita samperin mereka".
Sofia dan Angel mulai mendekati meja tempat Vernon dan Joshua berada.
"Suamiku kamu ada disini ternyata? aku udah telfon kamu dari tadi loh tapi kamu nggak angkat" kata Sofia tersenyum menakutkan.
"Ya ampun tunanganku ternyata kamu disini juga" tambah Angel lagi.
Vernon dan Joshua terkejut melihat kedua wanitanya berada di restoran itu.
"Sa..sayang kam..mu disini?" ucap Vernon tergagap. Ia merasakan aura menyeramkan telah terjadi di tempat itu.
"Iya suamiku. Aku bosan di rumah, jadi aku mau menghambur-hamburkan uang kamu disini" kata Sofia dengan mata melotot ke arah Vernon. Vernon terlihat menelan ludah berkali-kali ia sangat takut melihat wajah istrinya saat ini.
"Hai sayang" ucap Joshua cengengesan melihat Angel.
"Hai tunanganku" tekan Angel, membuat Joshua bergidik ngeri.
"Ohh maaf kalian lagi meeting ya. Silahkan dilanjut lagi, maaf sudah mengganggu ya. Suamiku aku mau lanjut belanja lagi ya mau menghabiskan uang kamu. Bye sayang, aku tunggu di rumah ya" kata Sofia mencium bibir Vernon cukup lama di depan kedua wanita di hadapannya, lalu beranjak pergi.
Sedangkan Angel mencium kedua pipi Joshua sebelum pergi meninggalkannya.
"Tamat riwayat kita kak" bisik Vernon kepada Joshua.
"Gue sih gampang bujuk Angel, nah kamu gimana caranya bujuk Sofia? pasti dia nggak bakal kasih kamu jatah buat sebentar malam" balas Joshua masih berbisik.
"Iya juga ya, gawat" kata Vernon menepuk jidatnya. Ia terlihat uring-uringan memikirkan nasibnya sebentar malam yang tidak bisa mendapat jatah.
__ADS_1