Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
S2. Kembali Bersama


__ADS_3

Vernon terkejut melihat dua gadis mungil dengan wajah yang mirip, menghampiri Sofia dan memanggil Sofia dengan sebutan mama.


"Dia anak kamu?".


"Iya".


"Kapan kamu menikah lagi? kita bahkan belum resmi bercerai Sofia, dan lihat ini, mereka sudah besar".


"Tenang dulu mas. Aku akan kasih tahu semuanya, tapi ini sudah larut malam. Besok pagi, datang lah kemari".


"Aku tidak mau. Nanti kamu lari lagi kalau aku menunggu sampai besok".


"Tidak akan. Aku disini selama sebulan".


"Kalau sampai kamu berbohong, tanggung akibatnya Sofia".


"Iya aku janji. Datanglah besok".


Vernon akhirnya pergi, namun ia tidak percaya begitu saja apa yang dikatakan Sofia. Ia memilih untuk tidur di mobil agar tetap mengawasi Sofia, kalau-kalau dia kabur".


Sedangkan Sofia di dalam rumah, terlihat sedang berpikir bagaimana cara memberitahu kepada kedua anaknya tentang ayah mereka yang sebenarnya.


"Kak, dek, mama mau bicara sesuatu. Dengar baik-baik ya".


Kedua gadis itu mengangguk.


"Jadi, laki-laki yang datang barusan sebenarnya adalah papa kalian".


"Kita punya papa, ma?" tanya Nasya.


"Iya dek".


"Kenapa mama nggak kasih masuk? kenapa kalau itu papa kita, mama usil?" tanya Nisya.


"Besok papa akan datang ke rumah kok. Jadi, mulai sekarang panggil om tadi dengan sebutan papa ya".


"Baik ma. Kita boleh tidul lagi kan?" tanya Nasya dan Nisya yang masih mengantuk.


"Iya sayang. Maaf sudah mengganggu selarut ini ya. Sini putri-putri mama, mau dicium dulu".


Keduanya mendekat, kemudian Sofia mencium pipi kedua putrinya itu.


"Selamat malam sayang".


"Selamat malam mama" ucap mereka kompak.


Esok harinya, setelah pulang mandi dan berganti pakaian sebentar. Vernon kembali datang ke rumah Sofia.


"Silahkan masuk" ucap Sofia.


"Mbak, tolong buatkan minuman ya" pintahnya pada asisten rumah tangga.


"Baik nyonya".


"Jadi apa yang ingin kamu jelaskan?" tanya Vernon langsung ke inti.


"Gadis kecil yang tadi malam kamu lihat namanya Nisya dan Nasya. Mereka kembar, Nisya kakaknya yang tidak punya tahi lalat di hidung, sedangkan Nasya adiknya punya tahi lalat di hidung".


"Oke. Tapi kenapa kamu kasih tahu aku tentang hal itu?".


"Aku belum selesai bicara. Biarkan aku menyelesaikannya lebih dahulu" kata Sofia.


"Oh baiklah".


"Nama panjang mereka Keinisya Bramaputra dan Keinasya Bramaputra".


"Apa? kenapa memakai nama belakangku?".


"Karena mereka memang anak kamu".


"Mereka anakku? jangan bercanda Sofia, saat kamu pergi pun kamu belum hamil" kata Vernon tidak


percaya.


"Aku juga baru tahu kalau aku hamil saat pengecekan di bandara".

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak beritahu aku sebelumnya Sofia?" teriak Vernon.


"Berhenti berteriak, nanti mereka dengar. Aku sudah beritahu mereka tadi malam kalau kamu adalah ayah mereka".


"Katakan apa alasan kamu pergi dariku selama 5 tahun ini".


"Kamu bukannya sudah tahu alasannya?".


"Karena kamu pikir aku selingkuh? itu semua salah paham Sofia".


"Lalu kenapa kamu tidak beritahu sebelumnya tentang wanita itu mas? kenapa kamu buat aku tahu sendiri dengan memergoki kamu pergi ke hotel?".


"Soal itu aku minta maaf. Aku lupa memberitahu padamu. Tapi aku serius hanya menemaninya mencari hotel untuk honeymoonnya bersama suaminya. Kalau tidak percaya kamu bisa tanya kak Joshua atau pun orang tua aku, mereka kenal Manda".


"Jadi selama ini aku hanya salah paham? hah lucu sekali" ucap Sofia sambil tertunduk, merasa bersalah.


"Ngomong-ngomong siapa pria bernama Andre? aku melihat foto kalian berdua di mall bersama. Itu juga yang menjadi alasan aku berhenti mencari keberadaan kamu".


"Andre? dia sepupu aku, ponakan papa Rudi. Dia juga pacar Bianca. Udah 4 tahun mereka pacaran" ungkapnya.


"Astaga jadi aku juga salah paham disini? lucu sekali ya kita berdua. Terpisah 5 tahun, hanya karena salah paham satu sama lain".


"Aku minta maaf mas".


"Aku yang harusnya minta maaf Sofia, harusnya aku kasih tahu siapa Manda sebelumnya. Maaf juga karena sempat membencimu karena mengira kamu punya pacar lain".


"Aku pun begitu mas. Maaf ya".


"Kamu mau kan kita kembali seperti dulu lagi Sofia? dengan anak-anak kita?".


Pertanyaan yang sangat tulus dilontarkan oleh Vernon. Sofia mengangguk, tanda ia mau kembali bersama Vernon. Sejujunya, dihatinya juga belum bisa melupakan cinta pertamanya itu.


"Terima kasih sayang. Aku sangat bahagia" ucap Vernon langsung memeluk tubuh Sofia.


Wangi tubuh Sofia yang selama ini dirindukannya, akhirnya kembali dihirupnya.


Air mata keduanya jatuh, karena sudah sangat lama tidak bertemu.


Tiba-tiba si kembar muncul dan memanggil Vernon dengan sebutan papa.


"Maafkan papa yang baru muncul sekarang sayang" kata Vernon.


"Iya pa. Nasya senang kok kalena akhilnya Nasya punya papa".


"Nisya juga senang".


"Terima kasih anak kembar papa, papa sangat bahagia".


Vernon dan Sofia memberitahu semua anggota keluarga mereka, bahwa mereka telah kembali bersama.


Tentu saja semua keluarga sangat bahagia mendengar mereka kembali bersama.


Terlebih lagi bunda Anya dan ayah Bram yang sangat ingin bertemu kedua cucu kembarnya.


"Hai cucu oma. Nisya yang mana, Nasya yang mana?" tanya bunda Anya kebingungan.


"Lihat aja dari baju mereka bun. Nisya suka warna cerah, sedangkan Nasya suka warna gelap, terus punya tahi lalat juga di hidung".


"Oh jadi begitu bedainnya. Sini cucu oma, mau makan kue apa?".


"Nisya mau makan chesscake".


"Kalau Nasya mau yang cokelat".


"Wah makanan aja udah beda ya. Sini duduk, oma ambilin ya".


Bunda Anya terlihat asyik bersama kedua cucunya. Sofia tersenyum melihat keakraban mereka.


"Sofia terima kasih sudah kembali lagi" ucap ayah Bram.


"Sama-sama ayah. Aku juga senang bisa berkumpul dengan semuanya lagi".


"Semoga kedepannya kalian lebih dewasa lagi ya dalam menyikapi kesalahpahaman yang ada".


"Iya ayah, itu pasti. Apalagi sekarang sudah ada Nisya dan Nasya yang harus kami urus".

__ADS_1


"Baiklah ayah senang dengarnya".


"Vernon ingat jaga istri dan anak-anak kamu" lanjut ayah Bram.


"Iya yah".


Saat ini Vernon dan Sofia kembali tinggal bersama di rumah mereka yang dulu. Vernon mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah, karena si kembar sudah tertidur sehabis lelah bermain di rumah oma dan opa mereka.


"Mas kamu gendong Nasya ya, aku gendong Nisya".


"Iya sayang".


Keduanya menggendong buah hati mereka, kemudian menidurkannya di kamar yang telah dibuat khusus untuk si kembar.


"Ayo mas kita pergi, nanti mereka bangun" ajak Sofia.


Akhirnya Vernon bisa merasakan lagi berdua bersama istri tercintanya.


"Mas kangen banget sama kamu yang. Udah 5 tahun lo kita nggak kayak gitu lagi" bujuk Vernon.


Mengetahui suaminya yang sedang meminta jatah, akhirnya Sofia mengiyakan karena memang sudah sangat lama mereka tidak melakukannya.


"Iya mas".


"Serius kamu mau?".


"Iya serius dong. Itu kan udah kewajiban aku sebagai istri".


Karena sudah mendapat lampu hijau dari sang istri, tanpa basa basi Vernon langsung menjatuhkan tubuh Sofia ke atas ranjang dan langsung menjamah setiap inci tubuh istrinya tanpa terlewatkan sedikit pun.


Saat sedang asyik bercumbu, tiba-tiba terdengar ketukan pintu kamar mereka.


"Kenapa sih si mbak malam-malam malah ngeganggu?" kesal Vernon lagi karena permainannya terhenti.


"Cek aja dulu mas" ucap Sofia.


Dengan malas, Vernon kembali memakai boxernya dan baju kaosnya dan membuka pintu.


Namun alangkah terkejutnya saat membuka pintu karena ternyata bukan mbak asisten rumah tangga yang mengetuknya, melainkan Nisya dan Nasya yang mengetuk sambil memeluk boneka mereka.


"Kenapa sayang? kalian nggak tidur?" tanya Vernon.


"Kita nggak bisa tidul pa. Kita beldua mau tidul sama papa dan mama boleh ya?" tanya Nasya.


Keduanya memasang wajah memelas, membuat Vernon menjadi tidak tega.


"Oke boleh sayang. Tapi tunggu disini sebentar aja ya".


Vernon kembali ke dalam kamar dengan wajah panik.


"Ada apa mas?".


"Nisya dan Nasya katanya nggak bisa tidur, mereka mau tidur disini".


"Apa? jadi yang ketuk itu mereka berdua?".


"Iya. Cepat pakai baju kamu sayang".


"Oke oke".


Sofia segera memakai baju tidurnya kembali, kemudian setelahnya si kembar masuk ke dalam.


"Sini sayang, kata papa kalian nggak bisa tidur ya?".


"Iya ma" ucap Nisya.


"Sini naik".


Nisya dan Nasya akhirnya naik ke atas kasur king size itu dan berbaring disana.


Mereka berempat tidur bersama, dengan Sofia dan Vernon berada di kedua ujungnya.


"Gagal deh malam ini" kata Vernon.


"Sabar mas".

__ADS_1


__ADS_2