
What? hati ayam? nih orang polos apa emang nggak peka sih. Tambah ngegemesin deh, pengen nyubit. Batin Angel yang tidak tahan dengan tingkah Joshua.
"Oh iya besok malam aku ingin mengajakmu makan malam di rumah, Sofia juga datang".
"Benarkah? wah apakah aku mulai diterima jadi calon menantu?" tanya Angel mulai salah tingkah.
"Bukan begitu, tapi besok malam Lisa juga di undang untuk makan malam" ujar Joshua.
"Apa? dia juga kenal dengan keluargamu?".
"Iya".
Beruntung banget ya. Gumam Angel yang masih dapat didengar oleh Joshua.
"Dia sudah masa lalu ku, kau tidak usah khawatir" kata Joshua lagi.
"Aku tidak khawatir kok kan aku hanya pacar boongan jadi kenapa harus khawatir" ucap Angel tersenyum kecut.
"Aku balik dulu ya" lanjut Angel.
"Iya, makasih ya udah datang. Besok malam aku akan menjemputmu di rumah".
Angel mengangguk dan segera pergi. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat Joshua bilang bahwa Lisa akan datang untuk makan malam besok.
Keesokan harinya di kampus, Angel kelihatan murung beda dengan biasanya yang selalu ceria.
"Hei lo kenapa? kok gitu sih mukanya" kata Sofia sambil tertawa.
"Sebentar malam lo diundang makan malam di rumah pacar lo kan?" tanya Angel.
"Iya. Kok lo tau sih?" Sofia balik bertanya.
"Gue juga di undang Joshua buat datang" kata Angel dengan wajah sendu.
"Ciee ada perkembangan nih. Tapi lo kok nggak senang sih? seharusnya lo senang kan bisa diajak makan malam di keluarga kak Joshua. Lo bisa kenal lebih dekat dengan orang tuanya" ujar Sofia panjang lebar.
"Tapi dia ngajak gue karena ada mantannya juga mau datang, namanya Lisa".
"Apa? Kak Lisa ada disini?".
"Lo kenal juga?" tanya Angel.
"Iya, dia mantan kak Joshua" jawab Sofia.
"Tapi gue serius penasaran. Hubungan kalian udah sampai ditahap mana sih?" lanjut Sofia sambil menopang dagu.
"Sampai di tahap menjadi pacar boongan" ucap Angel dengan malas.
"Apa? jadi lo sama kak Joshua cuma pura-pura pacaran aja? gue nggak percaya kak Joshua bakal kayak gitu".
"Tapi kenyataannya kayak gitu Fi. Gue kayaknya udah cinta banget deh sama Joshua, tiap hari gue mimpiin dia masa".
"Dih dasar bucin" ejek Sofia.
"Lo juga bucin, malah bilangin orang" balas Angel sambil tertawa.
Malam harinya, Joshua menjemput Angel pergi ke rumahnya untuk makan malam.
Joshua terlihat berjalan lebih dulu, sedangkan Angel berada di belakangnya. Saat sampai di depan pintu, Angel terdiam ia merasa sangat gugup saat ini.
Joshua yang merasa Angel tidak mengikutinya, menoleh ke arah belakang. Ia melihat Angel diam mematung, ia pun menghampiri Angel.
"Kenapa? kau gugup?" tanya Joshua sambil menatap wajah Angel.
"Iya. Bagaimana kalau orang tuamu tidak menyukai ku?" tanya Angel mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
"Mereka akan suka. Ayo masuk, semua orang sudah ada di dalam saat ini" ajak Joshua sambil menggenggam tangan Angel.
Sesampainya di ruang makan, mereka sudah disambut oleh ayah Bram, Bunda Anya, Vernon dan juga Sofia. Sedangkan ada satu wanita yang terlihat tidak menyambut dan bahkan menatap tajam ke arah Angel, yaitu Lisa.
"Jadi ini yang namanya Angel? katanya teman Sofia juga ya" kata bunda Anya sambil tersenyum.
"Iya tante" ucap Angel.
__ADS_1
"Jangan panggil tante dong, panggil saja bunda dan ayah seperti Sofia memanggil kami" ujar bunda Anya.
"Baik tan, eh bunda".
"Nah gitu dong".
"Ayo makan sama-sama" lanjut bunda Anya mengajak Angel dan Joshua untuk makan bersama.
Mereka semua makan dalam diam, karena peraturan di keluarga itu, selama makan tidak boleh ada yang berbicara.
Selesai makan, Angel, Joshua, Sofia, dan Vernon terlihat sedang mengobrol di taman belakang. Tiba-tiba Lisa muncul dan menyela pembicaraan mereka.
"Hai semua, aku boleh gabung nggak?" tanya Lisa.
"Boleh, silahkan kak" jawab Vernon.
"Muncul deh si lampir" bisik Angel pada Sofia. Sofia tertawa mendengar Angel yang menyebut Lisa dengan sebutan lampir.
Joshua terlihat tidak mempedulikan keberadaan Lisa yang sedang mengobrol dengan Vernon dan memilih untuk melihat hp nya.
"Sudah lama ya aku tidak main-main kesini. Padahal dulu aku sering kesini diajak Joshua" kata Lisa sambil menatap Joshua.
Joshua tetap tidak peduli dan tidak melepas pandangannya dari hp nya. Lain halnya dengan Angel, ia mulai merasa kesal dengan perkataan Lisa.
"Tahan Angel, dia cuma panasin lo aja" bisik Sofia mencoba menghibur Angel.
"Dulu kamu tahu kan Vernon, saat aku ulang tahun Joshua kasih aku suprise, sampai sekarang aku nggak bisa lupain itu loh" lanjut Lisa.
Angel yang sudah tidak tahan lagi segera menarik lengan Joshua.
"Sayang ayo kita pergi dari sini, soalnya panas banget. Kayaknya ada setan deh disini"
Sofia dan Vernon tertawa mendengar hal itu, hanya Lisa yang kelihatan tidak tertawa.
"Ayo sayang. Aku juga ngerasa kayak gitu" ujar Joshua sambil merangkul pinggang Angel.
"Kami pergi dulu ya, bye Sofia, Vernon" ucap Joshua, tidak menyebut nama Lisa.
Hari-hari dilewati Angel dan Joshua sebagai pasangan settingan. Lisa yang tidak pernah mendapat celah, akhirnya mulai menyerah untuk mendekati Joshua dan memilih untuk pergi dari kehidupan Joshua.
Tetapi meskipun Lisa sudah tidak mengganggu lagi, Angel dan Joshua tetap melanjutkan pasangan settingan mereka. Entah mengapa mereka berdua sama-sama merasa berat untuk menghentikan rencana mereka itu.
Suatu hari Joshua harus kembali ke Perancis untuk melanjutkan pekerjaannya disana. Ia memutuskan untuk memberitahu Angel sekaligus ingin menghentikan hubungan settingan mereka selama ini.
"Aku akan pergi ke Perancis besok" kata Joshua membuka pembicaraan.
"Kau akan lama disana?" tanya Angel dengan raut wajah sedih.
"Sepertinya begitu" ucap Joshua.
"Aku juga ingin menghentikan pacaran settingan kita. Aku sangat berterima kasih padamu karena sudah membantuku, dan maaf kalau ternyata pacarannya melebihi janji kita dulu yang awalnya 1 bulan ternyata jadi 3 bulan".
"Tidak masalah, aku senang bersamamu walaupun hanya sebagai pacar settingan".
"Terima kasih Angel, aku pergi ya, jaga dirimu baik-baik" ujar Joshua. Sebelum meninggalkan Angel, ia mengusap kepala gadis itu dan mencium dahinya cukup lama.
Setelah Joshua menghilang dari pandangannya, Angel terduduk lemas, kakinya tidak mampu menopang tubuhnya lagi, rasanya ada sakit di dalam hatinya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ia menangis sejadi-jadinya membiarkan air mata jatuh ke pipinya.
"Aku sangat mencintaimu" lirih Angel yang masih terus menangis.
Joshua sebenarnya melihat kejadian itu. Entah kenapa hatinya juga merasa sakit dan sesak. Ia ingin sekali mengakui perasaan yang sebenarnya kepada Angel, tetapi ia tidak berani mengatakannya karena takut membuat Angel kecewa.
Joshua percaya, jika memang ia berjodoh dengan Angel, mereka pasti akan bertemu lagi.
8 bulan kemudian
Seorang pria tampan berkacamata hitam terlihat keluar dari bandara. Ia mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang. Ia melambai kepada orang yang telah dicarinya dan mulai mendekatinya.
"Apa kabar bunda?" kata pria itu yang ternyata adalah Joshua.
"Baik sayang. Kabar kamu selama di Perancis bagaimana?" tanya bunda Anya.
"Baik bun".
__ADS_1
"Ayah dimana?" tanya Joshua yang hanya melihat ibunya seorang diri.
"Ayah masih di kantor, dia tidak bisa menjemputmu karena sedang ada rapat" ujar bunda Anya.
"Ayo kita pulang ke rumah" ajak bunda Anya.
Di tengah perjalanan, Joshua kembali mengingat Angel. Ia sangat merindukan gadis itu selama ini.
Tiba-tiba ia melihat dari kaca mobilnya, Angel sedang berjalan kaki disekitar perumahan rumahnya yang memang dilewati Joshua saat ini. Segera ia menyuruh supirnya untuk menghentikan mobil.
"Ada apa nak? kenapa tiba-tiba berhenti?" tanya bunda Anya.
"Joshua pergi sebentar untuk ketemu Angel ya, tadi Joshua lihat dia, bun".
"Baiklah, bunda tunggu disini ya".
Joshua mengangguk dan segera turun dari mobil.
Setelah beberapa langkah berjalan, Joshua akhirnya menemukan gadis yang dirindukannya selama ini sedang duduk di bangku taman.
"Hai pacar settingan" sapa Joshua.
Angel menoleh ke sumber suara, seketika ia mematung melihat orang yang memanggilnya ternyata adalah Joshua, pria yang sampai saat in masih dicintainya.
Pertahanan Angel runtuh, air matanya jatuh membasahi pipinya, ia tidak bisa lagi menahan rindu kepada Joshua selama 8 bulan ini.
"Hey kenapa menangis?" tanya Joshua sambil menghapus air mata Angel.
"Aku rindu bodoh, kenapa datangnya lama sekali" kesal Angel masih terus menangis.
"Maafkan aku sayang" ucap Joshua sambil memeluk gadisnya itu.
"Apa kau bilang? aku tidak salah dengar?" tanya Angel melepaskan pelukan Joshua.
"Aku bilang maafkan aku" jawab Joshua.
"Bukan yang itu, tapi kata setelah maafkan aku".
"Sayang".
"Kau benar-benar menyayangiku?" tanya Angel lagi.
Joshua mengangguk.
"Kau juga mencintaiku?"
Joshua kembali mengangguk.
"Ini bukan settingan lagi kan?" selidik Angel.
"Bukan sayang, aku benar-benar mencintaimu. Maaf aku terlambat mengatakannya" ujar Joshua merangkul pinggang kecil Angel.
"Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu" ungkap Angel sambil melingkarkan tangannya ke leher Joshua.
"Apa kita bisa pacaran beneran sekarang?" tanya Angel dengan wajah berseri-seri.
"Iya kita pacaran beneran saat ini" ucap Joshua.
Mereka mengakhiri dengan ciuman setelah masing-masing memutuskan untuk memulai hubungan mereka dengan serius.
ย
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
ย
Hai guys
Extra Part (Joshua & Angel) telah selesai.
Besok author akan mulai up untuk season 2 Dosenku Sahabatku.
Ditunggu ya ๐
__ADS_1