
"Astaga mimpi apa gue semalam, senang banget deh".
"Bilang apa ke aku? aku udah bela-belain loh duduk di belakang".
"Hehe makasih Sofia".
"Bagus" kata Sofia mengangkat jempolnya.
.
.
.
5 bulan kemudian
Usia kandungan Sofia sudah memasuki 9 bulan, artinya sebentar lagi bayi kembarnya akan segera lahir.
Papa Rudi, mama Sonya, serta Andre selalu siap menunggu kelahiran Sofia.
Tidak lupa, Bianca juga turut serta, karena saat ini ia telah resmi berpacaran dengan Andre setelah saling tarik ulur cukup lama.
Sofia sedang berjalan-jalan di halaman rumah, atas saran dari dokter agar memudahkannya saat lahiran nanti.
Saat ingin kembali masuk ke dalam rumah, tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit dan air mulai jatuh di sela kaki Sofia, sontak saja ia berteriak, yang membuat seisi rumah menjadi panik.
"Mama, papa, Andre, tolong".
"Ada apa?" tanya Andre.
"Kamu kenapa nak?" tanya mama Sonya.
"Ketuban aku kayaknya udah pecah ma".
"Apa? artinya kamu udah mau lahiran. Andre, siapin mobil sekarang" pintah mama Sonya.
"Mbak, tolong ambilkan barang yang sudah disiapkan untuk dibawa ke rumah sakit" ucapnya lagi pada asisten rumah tangganya.
"Sabar sayang, tunggu sebentar ya".
"Ma, sakit ma" teriak Sofia, memegang bajunya sangat kuat.
"Ada apa ini?" tanya papa Rudi yang baru saja pulang dari kantor.
"Untung ada papa, tolong bantu angkat Sofia ke dalam mobil. Dia udah mau lahiran".
"Astaga, baiklah".
Ayah Rudi segera menggendong Sofia yang sudah kesakitan, dan segera membawanya ke dalam mobil.
Tidak lama kemudian, muncul asisten rumah tangga, memberikan perlengkapan bayi dan juga perlengkapan Sofia, yang memang sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari.
Setelah semuanya siap, Andre segera melajukan mobilnya dan membawa Sofia ke rumah sakit.
Di jok belakang, Sofia ditemani oleh mama Sonya yang terus menggenggam erat tangannya sedangkan di bagian depan, Andre sedang mengemudi, dan papa Rudi duduk disampingnya.
"Cepetan Andre, sakit banget ini" cerocos Sofia.
"Iya ini juga udah cepat kok. Tunggu, sebentar lagi sampai".
Karena sudah panik dan ingin cepat-cepat sampai ke rumah sakit, Andre tidak melihat lampu merah yang menyala. Ia malah menerobos lampu merah, membuat polisi menghentikan mobilnya.
"Kenapa berhenti Ndre?" tanya mama Sonya.
__ADS_1
"Polisi suruh berhenti tante" jawab Andre.
"Kalian tetap disini, biar papa aja yang turun" ucap papa Rudi.
"Ya Allah kenapa cobaan banyak banget sih, ini udah kesakitan banget kenapa pake acara diberhenttiin sama polisi" teriak Sofia yang sudah bercucuran keringat, menahan sakit.
"Sabar sayang. Tarik napas pelan-pelan, lalu buang".
Sofia mengikuti perintah mamanya, namun sakit di perutnya tetap tidak hilang.
Akhirnya setelah papa Rudi berbicara dengan polisi, mereka pun diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.
"Kenapa diberhentiin pa?" tanya mama Sonya kepada suaminya.
"Andre menerobos lampu merah. Tapi papa udah bicara sama mereka, apalagi pas mereka tahu ada yang mau melahirkan. Jadinya, mereka kasih kita melanjutkan perjalanan" ujar papa Rudi.
"Syukurlah kalau begitu. Tahan ya sayang, sebentar lagi kita akan sampai".
Sesampainya di rumah sakit, Sofia langsung dibawa ke ruang bersalin.
"Cepat dok, saya sudah nggak tahan lagi ini, sakit banget" ucap Sofia.
"Sabar ibu. Kita akan mengeceknya terlebih dahulu".
"Mohon maaf bu, ini belum saatnya bayi lahir, ibu baru pembukaan ke 7 sekarang".
"Apa? terus saya harus menunggu sampai pembukaan berapa?".
"Pembukaan 10".
"Saya nggak sanggup lagi dok, ini benar-benar sangat sakit".
"Itu adalah kontraksinya bu, harap ditunggu ya sampai pembukaan 10".
Setelah menunggu lama dengan kesakitan yang amat sangat dirasakan Sofia, akhirnya tiba saatnya ia akan melahirkan.
Ketika Sofia sedang berjuang untuk melahirkan, Vernon merasakan hal yang sama sakitnya.
Ia terbangun dari tidurnya, dan merasakan nyeri di perutnya serta keringat yang bercucuran.
Perutnya juga merasakan sakit yang teramat sangat, hingga membuatnya jatuh dari kasur. Seakan-akan ada ikatan batin diantara mereka.
Saking sakitnya, Vernon bahkan tidak kuasa menahan air matanya.
Bunda Anya terkejut melihat Vernon telah jatuh di lantai, sedang memegang perutnya kesakitan.
"Kamu kenapa Vernon? muka kamu pucat".
"Sakit bun..perut aku sakit banget" jawabnya.
"Bunda panggil dokter sekarang, tunggu disini" bunda Anya segera keluar dari kamar dan menghubungi dokter keluarga mereka.
Belum juga dokter keluarga mereka sampai, anehnya sakit yang dirasakan Vernon tadi mendadak menghilang.
Ternyata di rumah sakit, Sofia telah melahirkan kedua bayi cantik mereka dengan melahirkan normal, ditemani mama Sonya yang berada disampingnya.
Kedua bayinya lahir hanya dengan selang waktu 5 menit.
Sofia tampak tersenyum saat melihat kedua anaknya itu.
Papa Rudi, Andre dan Bianca yang belum lama datang, masuk ke dalam ruangan.
Papa Rudi segera mengazani kedua bayi kembar Sofia.
__ADS_1
"Lucu sekali ya mereka. Kamu kasih nama mereka siapa Sofia?" tanya Bianca.
"Yang kakak namanya Keinisya Bramaputra, yang adik namanya Keinasya Bramaputra. Aku memutuskan untuk tetap memakai nama terakhir ayah mereka".
"Jadi dipanggilnya Nisya dan Nasya dong?" kata Andre.
"Iya benar".
"Mama kok nggak bisa bedain mana yang Nisya dan mana yang Nasya ya. Muka mereka mirip banget".
"Iya kembar identik ya" ucap papa Rudi.
"Kata dokter tadi, kalau Nasya itu ada tahi lalat kecil di hidungnya sedangkan Nisya nggak ada tahi lalatnya" ujar Sofia.
"Oh jadi gitu cara bedainnya" kata Andre.
2 hari kemudian, dokter sudah memperbolehkan Sofia serta bayi Nisya dan Nasya untuk pulang. Karena melahirkan normal, ia menjadi lebih cepat untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah mereka bertiga telah disambut oleh keluarga.
Mulai dari mama Sonya, papa Rudi, Andre, Bianca, Rey beserta istri dan juga anaknya yang baru berusia 6 bulan, turut hadir untuk menyambut kedatangan Sofia serta bayi Nisya dan Nasya.
Welcome Home, Baby Keinisya & Keinasya.
Begitu lah ucapan yang tertulis di sebuah balon huruf yang telah mereka dekor.
"Terima kasih semuanya" ucap Sofia, terharu.
"Selamat ya sayang, kamu telah menjadi seorang ibu seutuhnya sekarang" kata mama Sonya.
"Terima kasih ma. Ini semua berkat kalian semua yang telah menjaga aku".
"Selamat Sofia. Aku boleh gendong baby Nisya nggak?" tanya Bianca.
"Boleh".
"Kalau aku Nasya dong" ucap Andre.
"Iya silahkan digendong, tapi hati-hati ya".
Andre langsung menggendong baby Nasya dengan hati-hat begitu pun dengan Bianca yang menggendong baby Nisya.
"Sayang, lucu ya kalau nanti kita punya anak kembar juga" kata Andre.
"Iya ya, aku juga pengen anak kembar".
"Makanya cepetan nikahin, biar cepat punya anak" sahut Rey.
"Iya ini juga lagi proses kok. Tenang aja. Iya kan sayang?".
"Mana aku tahu. Kamu kan nggak bilang ke aku".
"Wah jangan-jangan perempuan lain nih yang dimaksud" ucap Rey lagi mencoba memanas-manasi.
"Oh jadi gitu ya, punya orang lain" kesal Bianca.
"Nggak kok sayang. Jangan percaya apa kata Rey".
"Kesini bayi aku, nanti kalian bertengkar malah ngelempar bayi-bayi aku lagi" celetuk Sofia, membuat seisi rumah tertawa.
Setelah mengobrol, Sofia izin ke kamar untuk menyusui kedua buah hatinya itu.
Tiba-tiba Sofia teringat akan keadaan Vernon. Diambilnya foto mereka berdua yang masih disimpannya di dalam dompet, kemudian diusapnya pelan.
__ADS_1
Anak kita sudah lahir mas. Mereka cantik dan juga menggemaskan. Apa nanti kau akan bahagia saat mengetahui hal ini?.