Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
EP15 Memaafkan


__ADS_3

Rey tiba-tiba memeluk Sofia, membuat Sofia sangat terkejut dan mencoba melepaskan pelukan Rey. Tapi tenaga Sofia tidak cukup kuat untuk melepaskan pelukan Rey yang sangat erat.


Tiba-tiba pukulan mendarat di wajah Rey membuat Rey terjatuh ke tanah. Dilihatnya Vernon yang sudah mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras.


"Bapak kok mukul saya? ada urusan apa juga bapak kesini?" Rey merasa kesal karena tiba-tiba saja Vernon datang memukulnya.


"Kamu yang ngapain ada disini dan peluk Sofia? asal kamu tahu saya adalah pacarnya!" ujar Vernon tidak bisa menyembunyikan lagi hubungannya dengan Sofia.


"Serius kamu Sofia? kamu pacaran sama orang ini?" tanya Rey kepada Sofia sambil menunjuk ke arah Vernon.


"Iya benar Rey. Maaf ya aku baru bilang sekarang" Sofia merasa agak bersalah melihat Rey yang dipukul.


"Kamu pergi sekarang, jangan sampai saya lihat kamu dekat Sofia lagi!" ancam Vernon.


Rey tersenyum sinis, hatinya sudah hancur sehancur hancurnya. Tapi ia tidak ingin menyerah begitu saja, ia akan membuktikan kalau dirinya bisa mendapatkan Sofia.


"Tenang saja, saya tidak akan mengganggu hubungan kalian. Tapi kalau nanti Sofia merasa nyaman denganku, tolong anda mundur pak!" ujar Rey sambil berlalu meninggalkan Vernon dan Sofia.


Vernon merasa sangat geram dengan ucapan Rey barusan. Ia mengepalkan tangannya bersiap untuk memukul Rey lagi, tapi ditahan oleh Sofia.


"Mas, jangan marah lagi ya. Kita keluar sekarang" ajak Sofia sambil menggandeng tangan Vernon. Sofia mencoba menenangkan Vernon agar tidak terpancing emosi.


Selama di perjalanan, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Sofia berusaha memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Vernon. Setelah cukup lama berpikir, ia akhirnya mendapatkan ide.


"Mas jangan marah lagi ya. Kamu tahu kan, aku nggak mungkin kayak gitu ke orang lain. Rey tiba-tiba muncul memeluk aku mas" kata Sofia sambil mencoba merangkul lengan Vernon.


"Berhenti memegangku Sofia, aku sedang menyetir dan stop kamu sebut nama laki-laki ******** itu!" ucap Rey sambil menghentak kan tangannya yang di rangkul Sofia.


Sofia sedih melihat hal itu, ia tidak tahu lagi bagaimana caranya membujuk Vernon.


Vernon melajukan mobilnya. Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah villa mewah milik keluarga Vernon.


"Turunlah!" kata Vernon ketus, tanpa menoleh pada Sofia.


Sofia merasa sedih dengan sikap Vernon. Ia segera turun dari mobil dan mengikuti langkah Vernon yang telah mendahuluinya.


"Ini villa siapa?" tanya Sofia masih merasa takut dengan sikap dingin Vernon.


"Milik keluargaku" perkataan Vernon lagi-lagi masih terdengar ketus.

__ADS_1


Karena tidak tahan lagi melihat sikap Vernon, Sofia memberanikan dirinya memeluk Vernon dari belakang.


"Maaf, aku tidak pernah bermaksud membuatmu marah" kata Sofia sambil menahan tangis.


Melihat hal itu, membuat amarah Vernon mereda. Diusap-usapnya tangan Sofia yang memeluknya dari belakang. "Maaf tadi aku sudah kasar padamu, aku terbawa emosi. Aku tidak ingin orang lain menyentuhmu" ujar Vernon.


Ya, walaupun Vernon terlihat kejam saat marah. Tapi ia tidak bisa marah terlalu lama kepada Sofia. Entah kenapa hatinya terasa sakit setiap melihat Sofia sedih, apalagi sampai menangis.


Vernon membalikkan tubuhnya menghadap Sofia, dan segera memeluknya.


Flashback on


Vernon selalu di bully setiap hari. Ia merasa hidupnya tidak berguna. Ia pikir dengan kepintaran bisa mengubah segalanya. Ternyata ia salah, kepintaran hanya akan selalu dimanfaatkan orang lain.


Sebelum mengenal Sofia, Vernon memiliki beberapa teman di sekolahnya. Semua temannya terlihat baik di depannya. Bahkan Vernon yang merasa sangat senang karena memiliki teman, selalu mentraktir teman-temannya bahkan memberi contekan pada mereka.


Suatu hari, Vernon tidak sengaja mendengar percakapan teman-temannya. Ia sadar ternyata selama ini ia hanya dimanfaatkan saja. Di belakangnya, mereka semua membicarakan hal-hal yang jelek bahkan menghinanya. Vernon yang merasa kesal, akhirnya memutuskan untuk tidak mentraktir dan memberi contekan pada teman-temannya itu. Karena hal itu lah yang membuat Vernon mulai di bully.


Hari-hari yang dilewatinya selalu dengan bullyan. Bahkan ia sampai berniat mengakhiri hidupnya karena bullyan yang terlalu banyak. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Sofia, gadis cantik yang disukai banyak lelaki.


Awalnya Vernon merasa Sofia mendekatinya hanya karena merasa kasihan saja, dan karena Sofia yang mendekatinya membuat ia semakin banyak di bully oleh laki-laki yang menyukai Sofia.


Flashback off


2 minggu kemudian


Hari libur yang telah dinantikan akhirnya tiba juga. Sofia dan Vernon memilih menghabiskan hari liburnya untuk pergi ke kota Bandung untuk menemui mama Sonya.


Mereka disambut oleh mama Sonya setibanya di Bandung. Mama sonya sempat takjub melihat ketampanan Vernon yang sangat berbeda dengan yang dulu.


"Yaampun mama sampai pangling loh sama kamu Vernon, tau-tau ketemu udah pacaran aja sama anak mama" goda mama Sonya.


"Soalnya anak mama ngangenin sih" ujar Vernon yang terlihat menggoda Sofia.


"Ih mas kamu apaan sih" kata Sofia sambil mencubit pelan perut Vernon.


Mereka pun tertawa bersama. Karena keasyikan mengobrol, mama Sonya teringat belum menyuguhkan minuman kepada calon menantu dan anaknya.


"Astga karena keasyikan ngobrol mama jadi lupa bawain minuman. Kalian berdua mau minum apa?" tanya mama Sonya.

__ADS_1


"Nggak usah ma, nanti Sofia aja yang ambilin" tawar Sofia.


"Jangan dong, kamu mending temenin Vernon disini. Tunggu ya" ujar mama Sonya sambil meninggalkan ruangan.


Vernon melihat rumahnya yang dulu di seberang jalan. Ia tersenyum mengingat memori masa kecilnya yang dihabiskannya di rumah itu.


"Kamu pasti rindu rumah itu kan mas?" tanya Sofia.


"Iya sayang" ucap Vernon sambil merangkul bahu Sofia.


"Kenapa tidak kamu tempati saja rumah itu lagi?" tunjuk Sofia pada rumah di seberangnya.


"Nanti kalau aku pindah kesini, siapa yang nemenin kamu di Jakarta?" tanya Vernon.


"Insyaallah 2 tahun lagi kan aku lulus mas" kata Sofia.


"Kalau gitu aku tunggu kamu lulus, terus kita nikah baru deh pindah ke rumah itu" ucap Vernon, membuat Sofia sangat tersentuh. Ia sangat bahagia mendengar Vernon yang ingin menunggunya lulus dan akan menikahinya.


"Kamu serius mas?"


"Iya aku serius sayang" ucap Vernon.


"Terima kasih mas" Sofia menyandarkan bahunya pada dada Vernon.


mama Sonya muncul membawa minuman sehingga menghentikan kemesraan kedua sejoli itu.


Selesai mengobrol, mama Sonya menyuruh Sofia untuk mengantar Vernon ke kamar tamu.


"Ini kamar kamu mas, maaf ya kamarnya agak kecil" kata Sofia.


"Nggak apa-apa kok" ujar Vernon.


"Kamu masih mau disini?" ujar Vernon kembali bertanya pada Sofia.


"Memangnya kenapa mas?"


"Kalau kamu masih disini, gimana caranya aku ganti baju? atau jangan-jangan kamu udah nggak sabar pengen lihat ya?" goda Vernon.


"Ih mas mesum banget deh" Sofia berlari keluar meninggalkan Vernon yang tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2