Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
EP22 Sulit Melupakan


__ADS_3

Di tempat lain, Vernon sedang menyiapkan keperluannya untuk berangkat ke Perancis besok pagi. Tentu saja hatinya masih sangat hancur, ia sangat merindukan Sofia. Tetapi ia tidak punya pilihan lain.


Semoga kau bahagia Sofia. Aku akan merindukanmu.


Pagi hari, terlihat Vernon sudah berada di bandara ditemani bunda Anya dan ayah Bram.


"Kamu yakin tidak ingin memberitahu Sofia?" tanya bunda Anya kepada anak bungusnya itu.


"Iya ma. Aku juga udah putus kok, jadi tidak perlu beritahu dia" ujar Vernon. Ya, Vernon sudah menceritakan hubungannya yang kandas kepada orang tuanya.


"Tapi pasti dia akan sangat sedih saat mengetahuinya nanti" kata ayah Bram.


"Tidak Ayah. Dia pasti bahagia, ada Rey yang menjaganya" ucap Vernon terlihat sedikit kesal saat menyebut nama Rey.


"Baiklah, kamu hati-hati ya disana. Kabari kami kalau kamu sudah sampai" ujar ayah Bram.


Vernon akhirnya berpamitan kepada kedua orang tuanya dan segera masuk ke ruang tunggu.


Di tempat Sofia, terlihat Sofia baru bangun dengan rambut acak-acakan dan mata yang sembab habis menangis semalaman. Pagi ini, ia terlihat tidak semangat untuk pergi ke kampus dan memutuskan untuk tidak kuliah hari ini dan memilih tidur kembali di kasurnya.


Sofia menghabiskan waktunya hanya di kamar. Ia terus berbaring di kasurnya tanpa berniat untuk melakukan aktivitas lainnya. Hp nya berkali-kali berbunyi, dilihatnya sekilas nama pemanggil itu yaitu Angel dan Rey yang bergantian meneleponnya. Entah kenapa kepalanya sangat berat sekarang, ia tidak berniat mengangkat telepon itu.


Beberapa jam kemudian, terdengar suara mobil dari arah luar rumah Sofia. Ya, Rey dan Angel memutuskan pergi ke rumah Sofia karena Sofia tidak juga mengangkat telepon mereka.


Rey dan Angel mencoba menggedor-gedor pintu rumah Sofia tetapi tidak ada suara yang menyahut dari dalam.


"Kamu yakin Sofia ada di dalam?" tanya Rey kepada Angel.


"Yakinlah, tadi malam aku mampir ke rumahnya karena Sofia menangis baru habis putus dari Vernon" ujar Angel.


"Tapi bisa saja kan Sofia pergi keluar pagi-pagi" kata Rey.

__ADS_1


"Aku sudah mengenal Sofia sejak lama, dia tidak mungkin mau keluar kalau matanya sembab begitu. Pasti sekarang dia ada di dalam, kalau dia kenapa-kenapa bagaimana Rey?" Angel khawatir dengan sahabatnya itu.


Tanpa pikir panjang Rey segera mendobrak pintu rumah Sofia. Rumah itu terlihat sunyi seperti tidak ada penghuni, dengan beberapa barang yang berserakan di lantai.


Rey dan Angel bergegas ke kamar Sofia dan mendapati Sofia yang tengah tertidur di kasurnya. Mereka bernapas lega, ternyata Sofia ada di dalam rumah.


Saat Angel mendekati Sofia, ia sangat terkejut karena badan Sofia sangat panas.


"Rey sepertinya Sofia sedang sakit. Badannya panas sekali. Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang" ucap Angel.


Rey yang mendengar hal itu langsung menggendong Sofia dan membawanya ke mobil dan menuju ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, dokter segera memeriksa Sofia. Hasilnya ternyata Sofia kelelahan dan stres berlebih sehingga membuatnya jatuh sakit.


"Vernon, maafkan aku" Sofia tiba-tiba mulai mengigau dengan memanggil nama Vernon di dalam tidurnya.


Mendengar Sofia memanggil-manggil nama Vernon, membuat Rey sedih.


Beberapa saat kemudian, Sofia mulai membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dan didapatinya Angel dan Rey disampingnya.


"Ini dimana? apa aku sedang di rumah sakit?" tanya Sofia saat mulai membuka matanya.


"Kau sudah sadar? iya lo sekarang lagi di rumah sakit, tadi badan lo panas banget" kata Angel.


"Kamu mau makan apa Sofia? aku akan membelikannya. Kamu pasti belum makan dari tadi pagi" ujar Rey.


Tiba-tiba Sofia mulai menangis, ia teringat kejadian tadi malam bersama Vernon. Ia merasa sangat bodoh memutuskan hubungannya dengan Vernon begitu saja.


Angel segera memeluk sahabatnya yang sedang menangis. Angel tahu ini pertama kalinya Sofia merasakan putus cinta, pasti hatinya belum siap untuk menerima ini semua.


Rey yang berada disamping tidak bisa berbuat apa-apa. Seandainya Vernon dekat, mungkin ia sudah memukul laki-laki itu karena sudah membuat Sofia menderita seperti ini. Ya, Rey tahu kalau Vernon berangkat ke luar negeri pagi ini. Semalam Rey mendapat pesan dari Vernon, yang menyuruhnya untuk menjaga Sofia dengan baik. Rey memutuskan untuk tidak memberitahukan hal itu kepada Sofia, agar Sofia tidak merasa lebih sedih lagi.

__ADS_1


Selama di rumah sakit, Angel dan Rey selalu setia menemani Sofia. Sofia kembali mengingat saat ia sakit dulu Vernon lah yang selalu merawatnya, tapi sekarang semuanya berbeda. Ia tersenyum kecut mengingat hal itu.


Sofia akhirnya diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit dan mulai menjalani aktivitasnya seperti biasanya. Sofia merasa beruntung ada Rey dan Angel yang selalu berada disampingnya, sehingga ia pelan-pelan mencoba menerima kenyataan bahwa ia sudah tidak bersama Vernon lagi.


Saat ini Sofia sedang berada di taman tempat dimana ia pernah pergi bersama Vernon dulu. Sofia memutuskan untuk pergi sendiri, padahal Angel dan Rey sudah menawarkan diri untuk ikut, tetapi Sofia menolaknya. Saat di taman, ia tidak sengaja bertemu dengan Joshua, kakak dari Vernon.


"Kak Joshua? sejak kapan kakak datang? aku pikir kakak lagi di luar negeri" tanya Sofia saat melihat Joshua lewat dihadapannya.


"Hei Sofia, maaf aku tidak melihatmu tadi. Aku barusan datang pagi ini kok" jawab Joshua sambil duduk di samping Sofia.


"Jadi kenapa kau sendirian saja disini? karena Vernon sedang ke luar negeri jadi kau semakin kesepian ya?" tanya Joshua mencoba menggoda Sofia. Joshua memang belum mengetahui kalau Sofia telah putus dengan adiknya itu.


"Dia ke luar negeri? sejak kapan?" Sofia sangat terkejut mendengar Vernon ke luar negeri.


"Loh kamu kan pacarnya masa nggak tahu sih? dia berangkat ke perancis 3 hari yang lalu"


Seketika itu Sofia terduduk lemas, ia tidak menyangka Vernon secepat itu menjauh darinya. Padahal baru tadi malam mereka mengakhiri hubungan mereka.


"Kamu kenapa Sofia? kamu nggak ada masalah dengan Vernon kan?"


"Kami sudah putus kak" lirih Sofia, air matanya kembali mengalir.


"Apa? putus? kenapa bisa? Vernon tidak bercerita apa pun padaku"


"Mungkin dia memang ingin cepat melupakan aku kak"


"Tidak, tidak. Vernon tidak mungkin melupakan orang yang dicintainya begitu saja. Sebaiknya aku menghubunginya sekarang" ujar Joshua.


"Jangan kak. Jangan hubungi dia aku mohon. Disini aku yang salah kak, aku yang memilih putus, jadi aku yang harus menerima konsekuensinya" cegah Sofia.


"Baiklah kalau begitu, semua keputusan ada padamu. Tapi jika kamu membutuhkan sesuatu, jangan sungkan menghubungi kakak ya"

__ADS_1


Sofia mengangguk. Joshua yang tidak tega melihat Sofia begitu sedih, akhirnya memutuskan untuk mengantar Sofia pulang.


__ADS_2