
Hari ini author up 2x lagi hehe π
Selamat membaca semuanya π
...****************...
"Mas mesum banget" teriak Sofia.
Vernon tertawa karena berhasil menggoda istrinya.
Sudah 1 bulan berlalu. Hubungan keduanya semakin membaik dan harmonis kembali.
Mendengar hal itu, orang tua Vernon serta orang tua Sofia tentu saja merasa lega. Akhirnya kedua anak mereka bisa berbaikan seperti dulu lagi.
Untuk menyambut keduanya yang telah berbaikan, bunda Anya dan ayah Bram mengundang mereka semua ke rumah untuk mengadakan pesta kecil-kecilan.
"Assalamualaikum bunda, ayah" ucap Vernon.
"Waalaikumsalam akhirnya kalian berdua datang juga, udah ditungguin loh dari tadi" kata ayah Bram.
"Biasa yah, Sofia lama banget mandinya".
"Ya itu kan gara-gara mas, jadi lama" celetuk Sofia.
"Oh jadi gitu. Ayah paham kok maksudnya. Hebat juga ya kamu Vernon".
"Iya dong, kan belajarnya dari ayah".
"Ah kamu bisa aja. Ayah memang jago sih".
Keduanya tertawa mendengar lelucon ayahnya.
"Eh..eh kenapa diluar aja? ayah ajak masuk dong, malah ngobrol di depan" kata bunda Anya.
"Macan udah ngamuk tuh. Ayo masuk" bisik ayah Bram.
"Bunda, ayah bilangin bunda nih" adu Vernon.
"Kok malah dibilang sih" kesal ayah Bram.
"Memangnya ayah kamu bilang apa?".
"Ayah bilang, bunda cantik" ucap Vernon, mengedipkan sebelah matanya kepada ayahnya.
"Iya benar bun" tambah Sofia lagi.
"Ayah bisa aja. Udah tua juga, masih aja ngegombal" kata bunda Anya tersipu malu.
"Makasih nak. Hampir aja".
"Santai yah, nggak masalah itu".
Tidak lama kemudian, Joshua, serta Angel dan Tania tampak hadir juga.
"Hai semua maaf terlambat ya. Tania rewel soalnya" ucap Joshua.
"Tenang aja, kami juga baru sampai kok" kata Vernon.
Mata Sofia tertuju kepada Tania, ia membayangkan seandainya anaknya masih ada, mungkin dia sudah melahirkan saat ini.
"Bagaimana kabar lo Fi?" tanya Angel, membuyarkan lamunan Sofia.
"Eh baik kok. Tania imut banget ya. Udah umur berapa dia Angel?" tanya Sofia sambil memegang tangan mungil milik Tania.
"Tania umur 5 bulan aunty" ucap Angel menirukan suara anak kecil.
"Boleh aunty gendong nggak?".
Angel tersenyum, kemudian membiarkan Tania digendong Sofia. Ia tahu sahabatnya satu ini pasti sangat merindukan keberadaan anak kecil.
__ADS_1
Sofia sangat bahagia saat menggendong Tania. Dielusnya pipi gembul milik Tania, serta sesekali menciumnya.
Kamu sangat cantik sayang. Seandainya saja Keisha masih ada. Gumam Sofia.
"Sayang" panggil Vernon.
"Iya ada apa?".
"Ayo kita makan. Bunda udah panggil".
"Oh iya Angel ini Tania nya".
Sofia memberikan Tania yang sedang digendongnya kepada Angel.
Vernon menatap ekspresi wajah Sofia yang terlihat sedih.
"Kamu nggak kenapa-kenapa sayang?".
"Nggak kok mas. Aku cuma rindu Keisha".
"Pulang dari sini, kita mampir ke makamnya ya".
"Iya mas" ucap Sofia, tersenyum senang.
Sepulangnya dari rumah ayah Bram dan bunda Anya, Sofia dan Vernon singgah ke makam anak mereka, dengan membawa bunga.
"Halo anak mama. Bagaimana kabarmu disana? semoga kamu baik-baik saja ya nak. Mama dan papa rindu kamu, jadi kami datang kesini" ucap Sofia sambil mengusap batu nisan milik Keisha.
"Doakan semoga mama cepat hamil lagi ya sayang. Biar Keisha bisa punya adik" kata Vernon.
Butiran air membasahi pipi Sofia, ia tidak kuat lagi menahan air matanya.
Vernon menarik Sofia kedalam pelukannya, sehingga Sofia bisa menangis sepuasnya.
"Mari kita doakan Keisha ya sayang".
Mereka akhirnya memanjatkan doa untuk Keisha, sebelum akhirnya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Sofia seakan tidak ingin jauh dari Vernon. Ia mengikuti kemana pun Vernon pergi, serta bermanja-manja pada suaminya itu.
"Kamu kenapa sayang?".
"Kenapa apanya?".
"Hari ini kamu kelihatan beda gitu".
"Bedanya dimana? aku jadi jelek ya?".
"Bukan begitu".
"Terus?".
"Dari tadi kamu nempel sama mas terus dan nggak mau jauh-jauh".
"Karena aku rindu banget kamu mas" kata Sofia bergelayut manja di lengan Vernon.
"Mas juga rindu banget sama kamu. Tapi masa mas ke kamar mandi tadi kamu mau ikut juga. Untung tadi mas nggak khilaf, kalau khilaf udah mas terkam kamu" ujar Vernon, bercanda.
"Ih mas mah mesum mulu".
"Kan sama istri sendiri, kalau sama istri orang lain itu baru salah".
"Iya ya, awas aja kalau mas macam-macam".
"Ngga kok".
"Bagus kalau begitu".
"Kamu mau makan apa?" tanya Vernon sambil memainkan rambut panjang milik Sofia.
__ADS_1
"Hmm..aku mau makan kepiting mas".
"Malam-malam begini?".
"Iya".
"Kamu yang buat ya mas, di kulkas ada kok kepitingnya, tadi aku udah suruh mbak untuk nyiapin".
"Yaudah kalau gitu. Mas juga pengen makan, mas buat dulu ya".
"Ikut mas".
"Ayo sini" ajak Sofia.
Sofia duduk di meja makan sambil memandangi Vernon yang tengah memasak.
"Makan malam telah siap" kata Vernon, menyajikannya di atas meja.
"Kamu hebat deh mas, kenapa nggak jadi koki aja?".
"Biar bisa masakin kamu terus?".
"Iya dong".
Vernon tertawa kemudian mulai membukakan cangkang kepiting untuk Sofia.
"So sweet banget sih suami aku ini".
"Iya dong. Makan yang banyak ya sayang".
"Iya mas juga. Makasih ya mas".
"Iya sama-sama".
Mereka akhirnya makan bersama sampai tak tersisa.
"Wah enak banget mas, aku kenyang".
"Kamu makannya banyak banget, tumben".
"Iya aku udah pengen banget makan kepiting soalnya".
"Pantesan, lahap banget makannya".
"Kamu kembali ke kamar aja duluan, biar aku yang cuci piring".
"Jangan dong, masa mas udah masak terus mas juga yang cuci piring".
"Ya nggak apa-apa. Sekali-kali nyenengin istri".
"Baiklah kalau begitu. Makasih sayang" kata Sofia, kemudian mencium pipi Vernon lalu berlari ke kamar.
Di kamar, Sofia duduk bersandar di atas ranjang sambil menunggu makanannya turun ke perut.
Ia mendengar lagu, dengan sesekali bersenandung. Tiba-tiba ada notifikasi masuk dari hp Vernon.
Entah kenapa Sofia penasaran siapa orang yang mengirim chat malam-malam. Diambilnya hp Vernon dan dibukanya chat dari nomor tidak dikenal.
Hai Vernon, ini Manda. Besok siang jadi kan nyari hotelnya?
Begitulah pesan yang dibaca Sofia. Nafasnya tercekat, ia tidak tahu harus berbuat apa. Ditaruhnya kembali hp milik Vernon, kemudian ia pura-pura tidur saat Vernon mulai masuk ke dalam kamar.
"Loh cepat banget kamu tidur sayang. Pasti capek banget ya".
"Selamat tidur istriku" lanjut Vernon, mencium dahi istrinya dan ikut tidur disampingnya.
Setelah merasa sunyi, Sofia kembali membuka matanya. Air matanya berjatuhan sangat deras, dadanya seakan ditusuk beribu benda tajam.
Ternyata kamu baik sama aku karena kamu udah selingkuh mas. Kamu jahat banget. Siapa sebenarnya Manda itu, sejak kapan kamu mengenalnya dan mulai tidur bersamanya di hotel. Aku tidak tahan lagi seperti ini.
__ADS_1