
Di tempat lain. Terdapat Bianca yang sedang menatap sebuah foto. Foto itu merupakan foto Sofia dan Vernon yang sedang berpelukan.
Ternyata kamu sudah punya pacar. Baiklah, kita lihat berapa lama hubungan kamu akan bertahan. Gumam Bianca tersenyum sinis.
Keesokan harinya, sesuai janji Vernon. Mereka akan makan siang bersama. Vernon menjemput Sofia di kampus. Dilihatnya dari jauh gadisnya sedang melambai ke arahnya. Vernon tersenyum melihat Sofia yang sangat bahagia.
"Kita mau makan dimana ratu ku?" tanya Vernon.
"Kita ke restoran sushi, pangeran ku. Ratu mu ini sangat ingin makan sushi". Balas Sofia sambil tertawa.
Sesampainya di restoran, mereka mulai memesan berbagai macam sushi. Saat sedang menunggu pesanan mereka datang, tiba-tiba muncul Bianca.
"Hai Vernon. Kita ketemu lagi ternyata" ucap Bianca.
Kenapa ular berbisa ini bisa ada disini. Bikin nggak mood aja. Batin Sofia dalam hati.
"Oh hai, iya" jawab Vernon datar.
Melihat itu, membuat Bianca menjadi kesal. "Kamu lagi sama siapa ini? adik kamu ya?" tanya Bianca pura-pura tidak mengetahui hubungan Sofia dan Vernon.
"Maaf tante! aku pacarnya mas Vernon. Tante ini siapa ya?" ujar Sofia sambil menggenggam tangan Vernon.
"Apa? tante? kamu udah gila ya. Umur aku sama dengan Vernon. Jangan asal bicara kamu!" Bianca semakin kesal mendengar Sofia yang memanggilnya tante.
"Ups sorry. Aku kirain udah tante-tante. Soalnya mukanya tua banget sih" Vernon terkekeh mendengar ucapan Sofia.
"Kurang ajar banget kamu ya! Asal kamu tahu, aku ini mantan pacar Vernon!" teriak Bianca.
"Udah tau kok. Maaf ya tante, kalau tante mau buat aku cemburu melihat kalian berdua maka tante salah besar. Aku nggak level cemburu sama orang yang mukanya tua kayak tante gini. Oh iya dan maaf ya aku nggak bisa bilang mbak, soalnya muka kamu beneran kayak tante-tante" cibir Sofia sambil tertawa sinis.
Bianca sangat kesal dan segera meninggalkan restoran itu. Tapi sebelum Bianca pergi meninggalkan restoran, ia memperingatkan Sofia untuk tidak main-main dengannya dan akan balas dendam.
Vernon hanya bisa tersenyum sambil sesekali tertawa melihat kejadian itu, ia tidak menyangka Sofia akan seberani itu menghadapi Bianca.
"Kenapa kamu senyum-senyum mas?"
"Mas bangga sama kamu sayang, ternyata kamu berani banget ya" kagum Vernon.
"Iyalah. Soalnya wanita itu kelihatan banget bibit-bibit pelakornya" lagi-lagi Vernon tertawa mendengar kata-kata Sofia.
"Yasudah. Sekarang kita makan aja dulu ya. Kan kalau mau berperang butuh energi yang banyak" goda Vernon.
__ADS_1
"Iya memang. Tapi awas aja kalau kamu sampai tergoda sama pelakor itu mas. Ini yang kamu dapat" ucap Sofia sambil memperlihatkan tanda ingin membunuh Vernon, jika Vernon tergoda dengan Bianca.
"Hahaha baiklah-baiklah. Oh iya, habis ini kita ke rumah sakit ya. Ayah mau ketemu sama kamu katanya"
"Benarkah? baiklah aku mau. Aku juga belum sempat menjenguk ayah selama ayah sakit" ujar Sofia.
Makanan pun telah datang dan mereka segera makan.
Sesudah makan, Sofia dan Vernon segera menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di ruangan vvip tempat ayah Bram di rawat, Sofia perlahan mulai masuk dan melihat ayah Bram sedang makan dengan lahap disuapi oleh bunda Anya.
"Wah.. So sweet banget nih disuapin" ucap Vernon melihat kedua orang tuanya.
"Iya dong. Memangnya kamu sama Sofia doang yang bisa" jawab mama Anya.
"Sini masuk anak mantu" panggil ayah Bram.
"Jadi cuma anak mantunya doang nih yang disuruh masuk? anaknya sendiri nggak disuruh masuk?" seru Vernon.
"Ih kamu mah masuk aja sendiri, nggak usah dibilangin" balas ayah Bram.
"Udah dong. Kok anak sama bapak malah berantem sih? sahut bunda Anya.
"Nggak kok bun. Mas Vernon selalu baik dan perhatian ke aku" jawab Sofia.
"Baguslah kalau begitu. Kalau dia macam-macam lapor sama bunda dan ayah"
"Siap bunda"
Mereka semua tertawa bersama-sama.
Di tempat Bianca, ia telah mencari semua informasi tentang mengenai Sofia.
Bianca juga tahu kalau orang ada yang menyukai Sofia yaitu Rey. Ia mencoba untuk bertemu Rey agar mau bekerja sama untuk memisahkan Sofia dan Vernon.
"Hai, kamu Rey kan?" sapa Bianca.
"Iya. Maaf kamu siapa ya?" tanya Rey.
"Perkenalkan saya Bianca. Saya mantan Vernon. Kamu kenal Vernon kan?"
__ADS_1
"Oh oke. Iya saya kenal. Lalu kenapa?"
"Saya ingin kita bekerja sama, memisahkan mereka berdua" ujar Bianca.
"Kenapa mau dipisahkan?" tanya Rey yang bingung.
"Jangan pura-pura bodoh. Saya tahu kamu menyukai Sofia sejak lama" kata Bianca.
"Ya, saya memang menyukainya. Tapi saya ingin dia menyukai saya dengan sendirinya. Tidak dengan rencana licik, seperti anda".
"Jadi kamu tidak mau bekerja sama dengan saya?" sungut Bianca.
"Iya tidak, maaf. Sebaiknya anda pergi dari sini" kata Rey terlihat cuek.
Lagi-lagi rencana Bianca gagal. Kurang ajar kenapa semuanya nggak ada yang berpihak padaku! awas saja, kali ini aku bakal balas dendam dengan caraku sendiri! batin Bianca sangat geram.
Keesokan harinya di sebuah cafe, Sofia terlihat sedang duduk sendiri dan tengah melamun. Ia terlihat sedih, pasalnya Vernon sudah berjanji ingin mengajaknya makan siang hari ini, tapi tidak jadi karena ada meeting mendadak dan saat pulang dari kampusnya Vernon juga tidak bisa menjemputnya karena ada pertemuan dengan pemegang saham lainnya.
Sofia mencoba memahami kesibukan Vernon, tapi entah kenapa ia selalu merasa sedih setiap kali tidak berada disamping kekasihnya itu.
Saat sedang melamun, tiba-tiba muncul Rey di hadapannya. Ya, Sofia sebenarnya sudah tidak kaget lagi melihat Rey yang selalu muncul secara tiba-tiba. Karena tiap kali Sofia merasa kesepian, selalu saja Rey muncul di hadapannya dan menghiburnya.
"Hah, kamu lagi Rey. Nggak ada kerjaan apa muncul terus kayak setan" ucap Sofia menghela napasnya kasar.
"Aku selalu tahu setiap jodohku ini membutuhkan teman untuk curhat" kata Rey sambil menatap Sofia.
Gara-gara Angel sibuk mengejar cintanya sama kak Joshua, gue jadi sering curhat ke orang ini. Gerutu Sofia di dalam hati.
Sebenarnya Sofia sudah menganggap Rey sebagai temannya. Sofia sudah tidak pernah menjauh setiap kali Rey datang mendekatinya. Karena menurut Sofia, Rey bisa menjadi pendengar yang baik dan bahkan tidak pernah berusaha merusak hubungannya dengan Vernon bahkan Rey selalu memberikan saran yang baik pada Sofia, beda halnya dengan Bianca yang sangat kelihatan berambisi untuk mendapatkan Vernon kembali.
Saat sedang mengobrol dengan Sofia, tiba-tiba hp Rey berbunyi. Ternyata Rey harus segera pergi, karena ada sesuatu hal yang harus dilakukannya.
"Maaf ya Sofia, aku nggak bisa anterin kamu pulang" ucap Rey.
"Udah santai aja kali. Aku bisa pulang sendiri" jawab Sofia.
"Baiklah hati-hati ya, bye" kata Rey.
Sofia hanya mengangguk.
Tidak terasa hari sudah mulai malam, Vernon sama sekali belum menghubunginya.
__ADS_1
Sofia akhirnya beranjak pulang ke rumah. Saat Sofia sedang berjalan, ia merasa seperti sedang diawasi. Saat ia menoleh tidak ada orang sama sekali. Karena merasa tidak nyaman, Sofia mempercepat langkah kakinya.
Tiba-tiba muncul pria berbadan kekar menyekap mulut Sofia dan menyeretnya ke dalam mobil.