Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
Extra Part 2 (Joshua & Angel)


__ADS_3

Setelah Angel pergi, ia mulai tersenyum mengingat perkataan Angel dan bergumam, Gadis yang unik.


Saat ini Joshua yang tengah menyantap makan malam nya tiba-tiba teringat dengan Angel. Ia mulai memikirkan ide untuk mengerjai gadis itu.


Setelah mendapat ide, Joshua segera menelepon Angel.


"Halo" ucap Angel diseberang telepon.


"Belikan makan malam untuk aku, yaitu sushi dari restoran xx sekarang. Lalu antarkan makanannya ke rumahku. Aku akan mengirimkan alamatnya" ujar Joshua, lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Wah apa dia benar-benar hanya mengatakan itu lalu mematikan teleponnya? yang benar saja huh. Untung saja aku sangat menyukaimu Joshua" kata Angel berusaha sabar.


"Tunggu, katanya aku harus mengantar makanannya di rumahnya? berarti aku bisa bertemu keluarga calon suamiku? aku sudah tidak sabar. Harus tampil cantik, ingat kesan pertama itu penting" lanjut Angel yang meracau sendiri di depan cermin.


Selesai berdandan, Angel pergi menuju restoran sushi yang dikatakan Joshua.


Selesai membeli sushi yang disuruh Joshua, Angel tidak langsung pergi ke rumah Joshua, karena di tengah perjalanan ia melihat mesin capit yang membuatnya gagal fokus.


Angel menepikan mobilnya dan segera bermain mesin itu. Tanpa Angel sadari, ada sepasang mata yang tengah menatapnya saat ini. Ya, orangnya adalah Joshua. Sedari tadi Joshua mengikuti kemana perginya Angel. Ia menggelengkan kepalanya saat melihat Angel berhenti untuk bermain mesin capit itu, menurutnya Angel seperti anak kecil.


Segera Joshua turun dari mobilnya dan menghampiri Angel.


"Bagus, kau bermain disini sementara makananku tidak kau antar juga" ucap Joshua bersandar di samping mesin capit yang sedang dimainkan Angel.


Angel tidak menjawab perkataan Joshua karena terlalu fokus dengan mesin di depannya.


"Kau tidak mendengar ku?" kata Joshua sedikit meninggikan suaranya.


Angel pun akhirnya menyadari keberadaan Joshua.


"Aaaaaa" Angel terperanjat saat melihat Joshua yang berada di sampingnya.


"Diamlah, kau ingin membuat orang-orang salah paham lagi karena teriakan mu itu?"


"Ah, maaf. Kau membuatku kaget karena tiba-tiba datang"


"Tapi kenapa kau bisa tahu aku ada disini?" lanjut Angel bertanya.


"Itu..itu karena kau terlalu lama datang. Aku sudah sangat lapar tahu dan aku tidak sengaja melihatmu di tempat ini" kata Joshua berbohong. Padahal ia mengikuti Angel karena penasaran dengan gadis itu.


"Maafkan aku ya. Baiklah kita pergi saja sekarang ke rumah mu" ajak Angel.


"Buat apa? aku sudah disini sekarang dan nafsu makanan ku sudah hilang. Makanan itu untuk kau saja" kata Joshua.


Yahh gagal ketemu keluarga calon suami deh. Bodoh banget Angel, ngapain pake singgah disini segala. Batin Angel merutuki dirinya sendiri.


"Kamu kenapa singgah kesini sih? kayak anak kecil saja" ujar Joshua.


"Dulu waktu kecil aku sering menghabiskan waktu kesini dengan orang tuaku, tapi sekarang mereka sangat sibuk dan tidak punya waktu lagi untuk aku. Jadi, aku hanya sedang merindukan kebersamaan itu saja" kata Angel terlihat sedih.


Melihat wajah Angel yang kelihatan sedih, membuat Joshua menjadi tidak tega.


"Sini aku yang main sekarang. Kau tidak jago, masa begitu saja tidak dapat bonekanya" ucap Joshua mengambil alih mesin capit itu.


"Memangnya kau jago?" tanya Angel.


"Permainan anak kecil seperti ini, semua orang pasti bisa. Kau saja yang tidak".


"Baiklah, kita lihat sampai dimana kesabaran seorang Joshua Bramaputra dengan permainan ini".


Joshua terlihat sangat serius bermain, sudah banyak koin yang dimasukkan tapi ia tidak pernah mendapatkan bonekanya. Sekarang ia mulai terlihat kesal.

__ADS_1


"Permainan macam apa ini, pasti ini penipuan. Mereka hanya ingin menguras uang kita saja" sungut Joshua yang tidak memenangkan bonekanya.


"Siapa yang tadi bilang ini permainan anak kecil dan semua orang bisa" ejek Angel.


"Sudah lah aku mau pulang. Kau ingin di antar?".


"Nggak usah, aku bawa mobil kok".


"Baiklah, aku akan mengikuti mu dari belakang sampai di rumah" kata Joshua.


"Kenapa kau ingin ikut dari belakang?".


"Aku tidak mau kalau kau diculik, nanti mereka menanyai ku karena aku orang terakhir yang bertemu denganmu, merepotkan".


"Wah pikiranmu sangat menakutkan. Baiklah kalau begitu" ucap Angel.


Di mobil, Angel sering memandang Joshua lewat kaca spionnya. Ia sangat senang, karena Joshua mau mengantarnya ke rumah walaupun mereka berbeda mobil.


Angel sesekali bersenandung karena sangat bahagia. Joshua yang melihatnya dari belakang tersenyum.


Akhirnya mereka telah sampai di rumah Angel.


"Terima kasih sudah mengikuti ku sampai ke rumah" kata Angel sambil tersenyum.


"Aku sudah bilang, aku mengikuti mu agar kau tidak diculik. Nanti aku yang repot kalau itu terjadi" ucap Joshua.


"Iya iya terserah" kata Angel yang tidak ingin berdebat.


"Besok pagi datang ke kantor ku"


"Tapi aku ada kuliah pagi"


"Kalau begitu selesai kuliah" kata Joshua lagi.


"Sampai jumpa" ucap Joshua sebelum meninggalkan kediaman Angel.


Angel mengangguk dan segera masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, Angel berteriak kegirangan.


"Besok ke kantornya lagi. Awww so sweet banget deh. Aku sudah tidak tahan dengan aktingku yang berpura-pura terlihat tidak menyukainya, kali ini aku benar-benar sangat mencintainya. I love you Joshua" teriak Angel sambil menutup wajahnya dengan bantal.


.


.


.


Selesai perkuliahan Angel bersiap pergi ke kantor Joshua.


"Wah mau kemana nih? kayaknya buru-buru banget" tanya Sofia.


"Mau ketemu calon suami dong" jawab Angel.


"Memangnya sudah ada perkembangan?" tanya Sofia lagi yang penasaran.


"Iya lah, nanti aku ceritain. Aku pergi dulu ya, bye Sofia" kata Angel sambil melambaikan tangannya.


Sesampainya Angel di kantor Joshua, ia segera dipersilahkan masuk oleh resepsionis. Kali ini ia sudah tidak dilarang masuk seperti sebelumnya.


tok tok tok


"Permisi pak, nona Angel sudah datang" kata asistennya.

__ADS_1


"Suruh masuk saja" ujar Joshua.


"Silahkan masuk nona" ucap asisten Joshua.


"Kalau begitu saya permisi dulu" lanjut asistennya.


Angel mengangguk dan tersenyum. Saat ini Angel sudah berdiri di depan meja kerja Joshua.


"Duduklah di sofa sana, sedikit lagi aku selesai" kata Joshua.


Angel menuruti perkataan Joshua dan segera duduk di Sofa.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu di ruangan Joshua.


"Masuk" kata Joshua tanpa melihat tamu yang datang.


"Hai Joshua, lama tidak bertemu" ucap tamu itu.


Joshua mendengar suara yang tidak asing, ia segera menoleh ke arah tamu yang datang. Alangkah terkejutnya melihat tamu yang datang, ternyata adalah Lisa mantan pacarnya.


"Lisa" kata Joshua bangun dari kursinya.


Angel hanya melihat kedua orang dihadapannya dengan bingung.


"Ternyata kau masih ingat denganku, aku benar-benar merindukanmu" kata Lisa sambil mendekat ke arah Joshua.


Angel yang tidak senang melihat Lisa mendekati Joshua, kemudian berdehem.


"Oh maaf, aku tidak tahu kalau ada orang lain di ruangan ini" kata Lisa.


Kurang ajar banget nih cewek, dikira aku pajangan apa. Batin Angel.


"Lisa perkenalkan ini Angel" kata Joshua.


"Hai Angel, perkenalkan saya Lisa mantan pacar Joshua" Lisa menekan kalimatnya saat mengucapkan mantan pacar.


Ohh jadi ini mantan pacar Joshua, baik kita buat dia seperti cacing kepanasan. Batin Angel.


"Oh hanya mantan ya? kenalin aku pacarnya" kata Angel tidak kalah sengit.


Joshua kaget mendengar ucapan Angel yang mengaku sebagai pacarnya.


"Apa? pacar? tidak mungkin Joshua mau berpacaran dengan perempuan sepertimu"


"Kasih aku bukti kalau kau benar-benar pacarnya" tantang Lisa kepada Angel.


"Kau mau bukti? baiklah kalau begitu" kata Angel menerima tantangan Lisa.


Angel mulai melingkarkan tangannya di leher Joshua, membuat Joshua lagi-lagi terkejut dengan perlakuan Angel.


"Apa yang kau lakukan?" bisik Joshua ditelinga Angel.


"Diam dan lihatlah nanti" balas Angel.


Angel segera menarik tengkuk Joshua, kini mereka berdua berhadapan sangat dekat, terdengar deru napas mereka saat ini.


Angel tersenyum menatap wajah Joshua dan segera mencium bibir Joshua di depan Lisa. Lisa sangat kesal melihat adegan mereka berdua dan mencoba menghentikannya.


Tapi bukan Angel namanya kalau menyerah begitu saja, ia tetap mencium bibir Joshua, bahkan sekarang terlihat ia ******* bibir itu.


Joshua yang awalnya hanya terdiam, akhirnya mulai terbuai dengan perlakuan Angel dan membalas ciuman Angel.

__ADS_1


Lisa yang melihat adegan ciuman Angel dan Joshua semakin panas, segera pergi dari ruangan itu dengan penuh amarah.


__ADS_2