
Emily sendiri juga tidak punya jawaban atas pertanyaan yang diajukan Jeremy. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Melihat Emily yang hanya diam, membuat Jeremy menjadi tidak sabar.
"Apakah dugaanku benar? Benarkah kau hanya berpura-pura bisu? Mengapa kamu melakukannya?" cecar Jeremy.
Jeremy mulai memikirkan banyak hal yang tidak mungkin. Seperti apa jangan-jangan Emily adalah seseorang yang diutus oleh musuhnya untuk menghabisinya.
Memikirkan kemungkinan barusan, membuat Jeremy hampir kehilangan kendali. Dia baru saja akan marah saat tiba-tiba Emily membuka mulutnya. Emily menunjuk bagian dalam mulutnya dan Jeremy bisa melihat sendiri bagaimana kondisi lidahnya yang terpotong separuh.
Ya, Emily memang tidak kehilangan suaranya. Ia tidak bisa berbicara dengan benar karena lidahnya yang tidak lagi utuh. Emily sendiri tidak tahu bagaimana ia bisa kehilangan separuh lidahnya. Dia pernah mencoba berbicara namun kata-katanya justru terdengar tidak jelas dan berantakan. Hal itu membuat orang yang mendengarnya menjadi tidak nyaman, sehingga mulai saat itu Emily tidak pernah mengeluarkan suaranya lagi. Jeremy sungguh sangat terkejut melihat kondisi Emily tapi Emily tidak terlalu peduli dengan keterkejutannya. Emily kemudian berusaha menjelaskan lewat bahasa isyarat.
'S**uaraku tidak hilang sama sekali tapi dengan kondisi lidahku yang seperti ini, kata-kata yang aku ucapkan menjadi tidak jelas dan sangat tidak enak didengar. Karena itu aku memutuskan untuk tidak berbicara.'
Jeremy tidak mengatakan apapun. Sepertinya ia benar-benar terkejut atau mungkin saja shock. Emily tersenyum melihatnya kemudian menatap ke dalam hutan yang gelap.
'Sepertinya sudah sangat larut. Aku mau masuk dan beristirahat sekarang. Kau juga jangan terlalu lama di luar.' isyarat Emily kemudian bangkit dan berjalan masuk. Ia tak perlu membantu Jeremy seperti sebelumnya, karena pria itu sudah bisa berjalan sendiri.
Emily berbalik meninggalkan Jeremy tanpa tahu kalau suaminya itu diam diam meneteskan air mata.
Sebuah memori dari masa lalu yang selalu berusaha di kuburnya jauh-jauh dari pikirannya, tiba-tiba muncul di bertubi-tubi di kepalanya. Memaksanya untuk mengingat bagaimana ia membunuh orang untuk pertama kalinya. Kenangan itu memberinya siksaan yang teramat dalam ketika mengingatnya.
*******
__ADS_1
flashback
Jeremy masih berusia 12 tahun saat ia terlibat dalam pembunuhan putra sulung ayahnya. Tahun itu, Richard Charlos bersama dengan kakek dan neneknya, Marco Charlos dan Chaterine, sedang dalam perjalanan ingin berlibur ke Vil****la mereka yang ada di kota L. Saat itu, Alexander Charlos, pamannya Jeremy, {anak kedua dari Marco Charlos}, ingin menguasai seluruh harta milik Klan Charlos dan menjadi pemimpin mereka.
Namun karena dia tidak menikah karena menyukai sesama jenis, Marco Charlos menunjuk Antonio Charlos, {putra pertama Marco, kakak Alex}, sebagai pemimpin dan Alex hanya diberi kekuasaan untuk memimpin beberapa perusahaan kecil.
Hal itu tentu saja membuat Alex sangat tidak puas****. S****uatu hari, ia menemukan seorang pelayan yang sangat menyukai Antonio dan berambisi menjadi istrinya. Alex kemudian membantu Margaretha, {nama pelayan itu}, untuk naik keranjang Antonio dan akhirnya mengandung benihnya.
Sesuai dugaannya, Antonio hanya menikahi Margaretha secara siri dan mengirimnya ke tempat yang jauh****. Alex kemudian berpura-pura menawarkan bantuan untuk mengawasi Margaretha dengan dalih bisa saja Margaretha kembali untuk mengganggu rumah tangga mereka.
Antonio pun langsung setuju dan menugaskan Alex untuk mengawasi Margaretha. Dia tidak tahu jika selama di sana, Alex selalu menghasut Margaretha sehingga wanita itu membenci Antonio dan perlahan-lahan kehilangan kewarasannya. Beberapa bulan kemudian, Margaretha melahirkan Jeremy. Dan Alex langsung membawa bayi itu pergi. Hal itu membuat Margaretha stress dan benar-benar gila.
Jeremy dibesarkan oleh Alex dengan penuh kebencian terhadap Antonio. Alex mengarang banyak cerita bohong kepada Jeremy bahwa ibunya menjadi gila karena dibuang oleh ayahnya.
Alex pun memanipulasi semuanya dengan memperlihatkan foto yang menunjukkan bahwa Antonio terlibat dalam tewasnya Margaretha.
"Kau ingin membalas yang dendam ibumu, bukan? Jeremy, kalau kau ingin mengalahkan ayahmu, kamu tidak boleh lemah. Kau harus menjadi lebih kuat dari ayahmu. Kau harus membunuhnya. Dengan begitu, jiwa ibumu akan tenang karena pembunuhnya mendapat balasan yang setimpal." hasut Alex pada Jeremy saat itu.
Jeremy yang sudah dibutakan hatinya oleh amarah, tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Sehingga ketika Alex mengajaknya untuk membunuh Richard, {putra pertama Antonio}, Jeremy setuju.
Karena kata Alex, dengan tewasnya Richard, Antonio akan hancur hatinya. Dan ia pasti membutuhkan seseorang untuk mewarisi seluruh hartanya. Dan ia pasti pasti akan mengakui Jeremy sebagai putranya.
__ADS_1
Sebab Alex tahu, Rose Esmeralda tidak bisa mengandung lagi setelah melahirkan kedua putri kembar mereka.
Saat malam yang mengerikan itu, hujan turun dengan sangat deras. Mobil yang di tumpangi Richard bersama kakek dan neneknya melewati jalanan sepi di sisi hutan menuju Villa. Lokasi yang sangat tepat untuk membunuh mereka. Di tambah saat itu mereka terpisah dengan mobil pengawal. Ternyata Alex sudah bekerja sama dengan supir yang membawa Richard dan kakek neneknya.
Jeremy bersama Alex yang membawa anak buahnya menghadang mobil itu. Jeremy kecil berdiri di depan Richard. Saudaranya yang berbeda ibu dengannya itu, menangis menggelengkan kepalanya sambil menatap Jeremy dengan penuh permohonan.
"Kumohon.. Jangan bunuh aku. Kau bisa memiliki semua yang aku punya, tapi aku mohon jangan bunuh aku.." pintanya pilu. Sayangnya bisikan iblis di hati Jeremy lebih kuat daripada ikatan persaudaraan. Perlahan ia mengeluarkan pisau dari balik jaketnya dan langsung menebas leher saudaranya. Sementara kakek dan neneknya sudah dibunuh lebih dulu oleh Alex.
Tanpa sengaja, dosa pembunuhan terhadap saudaranya itu terlihat oleh sebuah keluarga yang kebetulan akan melewati jalan itu. Keluarga itu memundurkan mobilnya dan hendak kabur tetapi anak buah Alex bergerak lebih cepat. Mereka berhasil mencegat mobil itu dan memaksa pemiliknya keluar.
Keluarga itu adalah keluarga yang bahagia. Sepasang suami istri bersama anak perempuannya yang berusia beberapa tahun lebih muda dari Jeremy. Alex mengenal mereka karena mereka adalah tetangga tempat Alex membesarkan Jeremy. Putri mereka bahkan berteman baik dengan Jeremy.
Alex yang tidak ingin kejahatannya diketahui terpaksa membunuh sepasang suami istri itu lalu menyuruh Jeremy untuk membunuh putri mereka yang bernama Clea.
Jeremy tidak membunuhnya karena ia tidak tega pada sahabatnya sendiri. Jadi dia hanya memotong lidah gadis kecil itu agar ia tidak bisa menceritakan apa yang dilihatnya. Lalu memaksanya yang lari ke dalam hutan yang gelap.
flashback off
******
Jeremy sangka ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan sahabat masa kecil itu. Sudah bertahun-tahun lewat, bahkan dirinya berusaha melupakan kejadian itu sekuat tenaga dan hampir berhasil. Namun, bagaimana mungkin ia bisa lupa saat Emily membuka mulutnya dan menunjukkan lidahnya yang terpotong?
__ADS_1
Jeremy mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, menahan rasa sesak di dadanya. Ia menatap nanar ke arah pintu kamar yang tertutup tempat Emily masuk tadi.