
Jeremy tidak mendengar sisa perkataan pamannya lagi. Dengan rasa panik dan penuh ketakutan di dalam hatinya, ia segera berlari keluar dari ruang kerjanya untuk mencari keberadaan Emily. Dia bahkan tidak tahu kalau istrinya itu memiliki alergi pada kacang almond. Tidak! Dia bukannya tidak tahu, tapi ia tidak mencari tahu dan tidak mau tahu sebelumnya tentang apapun yang berkaitan dengan istrinya.
Ia dulu sangat membenci istrinya yang bisu sehingga ia tidak peduli padanya. Jika saja dia lebih memperhatikannya, mungkin saja dia akan menyadarinya lebih awal, bahwa Emily adalah Clea karena Clea memang memiliki alergi pada kacang almond.
***
flashback on
Saat itu, Jeremy muda tidak tahu apa-apa. Dia dan Clea sedang bermain di taman seperti biasanya, lalu mereka memutuskan untuk membeli es krim karena cuaca saat itu sangat gerah. Clea memakan es krim yang mengandung kacang almond dan hampir saja tidak terselamatkan jika ayah Clea tidak segera datang menolongnya. Kala itu, Jeremy muda benar-benar tidak berdaya. Ia melihat Clea kesulitan bernapas tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk menolongnya. Dan mulai saat itu, ia selalu menjauhkan Clea dari segala hal yang mengandung kacang almond.
flashback off
***
Kali ini ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Dalam kepanikannya mencari Emily, ia berteriak kepada pelayan untuk mencari Dokter Darren dan meminta membawanya padanya.
Sementara itu, Emily sedang duduk termenung di gazebo yang ada di tepi kolam. Seorang diri menatap air yang tenang, namun hatinya sendiri tidak tenang. Ia berpikir, bagaimana jika Jeremy benar-benar tidak mau melepaskannya seperti yang pria itu katakan? Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia melarikan diri? Itu tidak mungkin, karena Jeremy mungkin akan mengerahkan anak buahnya dan dia akan ditemukan lagi.
Perlahan, Emily melorotkan punggungnya di atas kursi.
__ADS_1
Emily
Emily merasa frustasi dengan keadaannya. Ia terus melamun dan sama sekali tidak menyadari jika Gerald, pria yang di tolongnya tempo hari, saat itu juga sedang berada di sekitar kolam.
Entah apa yang pria itu lakukan di sana malam-malam begini, yang jelas dia sudah ada di situ sebelum Emily datang. Sejak pertama kali dia bertemu Emily, Gerald sudah tertarik padanya sehingga ia sulit mengalihkan pandangannya dari wanita itu. Gerald bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang Emily pikirkan sehingga wajahnya terlihat begitu terbebani. Gerald berandai-andai jika saja wanita itu bisa menjadi miliknya, ia akan membuat hidup wanita itu dalam ketenangan. Wanita itu tidak perlu memikirkan apa pun yang membuatnya merasa terbebani, ia hanya perlu merasa bahagia.
Visual Gerald
Saat Emily melorotkan tubuhnya di kursi, Gerald tidak bisa menahan senyumnya, namun ia kemudian sadar bahwa ia seperti orang gila. Emily sudah menikah, wanita itu adalah milik suaminya. Hubungan mereka terlihat sangat baik dan penampilan mereka begitu serasi. Gerald menyentuh dadanya. Rasa ini seharusnya tidak pernah ada. Ia harus menghentikannya sebelum ia menjadi serakah dan melupakan moralnya dengan merebut wanita yang dimiliki pria lain.
"Nona Muda."
Emily menoleh dan mendapati seorang pelayan mendekatinya.
"Ada apa?" isyarat Emily bertanya.
"Tuan Besar Alex datang berkunjung. Ia membawa beberapa kue kering untuk Nona." kata pelayan itu sambil meletakkan nampan yang di bawanya. Di dalamnya terdapat beberapa jenis kue kering dan juga minuman. Ada juga beberapa buah strawberry di sana. "Saya juga membawa beberapa buah kesukaan Nona. Mungkin saja Nona Muda menyukainya." kata pelayan itu lagi.
Emily tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Pelayan itu pun pamit meninggalkan Emily sendiri di sana. Perhatian Emily terpaku pada buah stroberi yang berwarna merah segar. Ia mengingat apa yang dilakukan Jeremy padanya saat di desa. Sebenarnya ia hanya ingin memetik satu buah yang menggantung di tepi jalan, namun Jeremy justru membeli sekantong penuh untuknya.
__ADS_1
Ia tidak menyangka, pria seperti Jeremy akan bersikap sedikit manis ketika jatuh cinta. Kalau saja Jeremy tidak buru-buru membawa Clarissa ke dalam hubungan mereka, mungkin saja saat ini ia masih memilih untuk tetap di sisinya.
Perhatian Emily kemudian teralih pada kue kering yang di bawakan oleh pelayan tadi. Apa katanya tadi? Alexander Charlos? Emily ingat, ia hanya pernah bertemu dengan paman Jeremy itu dua kali saja. Dan di setiap pertemuan itu, pria paruh baya itu tidak pernah tersenyum padanya. Dan hari ini dia membawakan camilan untuknya? Sedikit aneh, tetapi Emily berusaha menepis kecurigaannya. Mungkin saja Paman dari suaminya itu hanya sekedar berbasa-basi saat berkunjung. Tapi, mengapa ia berkunjung di tengah malam? Emily ingat, tadi saat ia selesai berbicara dengan Jeremy, itu sudah hampir pukul dua belas malam. Apakah ada sesuatu yang penting atau suatu masalah yang terjadi? Emily mencomot satu kue dan memakannya, kemudian bangkit dari duduknya sambil membawa piring berisi camilan itu untuk pergi menemui Alexander Charlos, lalu tiba-tiba menyadari sesuatu.
Sementara itu, Gerald masih memperhatikan Emily dari tempatnya, saat Emily perlahan bangkit dari gazebo dan akan meninggalkan tempat itu, lalu tiba-tiba wanita itu terjatuh sambil memegangi lehernya. Ekspresinya menunjukkan kalau ia sangat tersiksa. Melihat itu Gerald segera berlari menemuinya dengan cemas.
"Nona muda! Apa yang terjadi?" tanyanya panik.
Emily bisa mendengar suara Gerald namun ia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk menjawabnya. Saat ini Emily merasakan sesak di dadanya dan ia sulit untuk bernafas. Gerald merasa sangat panik, dia tidak tahu apa yang terjadi. Ia segera bergerak hendak menggendong Emily untuk membawanya ke dalam ketika tiba-tiba tubuhnya didorong oleh Jeremy yang terlihat sangat ketakutan.
"Emily!!" seru Jeremy dengan panik dan memeluk Emily.
Jeremy benar-benar ketakutan, lagi-lagi ia tidak bisa menghindari hal buruk terjadi pada Emily. Melihat Emily yang kesulitan bernafas dan bayangan kalau Emily akan mati membuat Jeremy merasa jiwanya hampir tercabut dari tubuhnya.
"Emily, bertahanlah! Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu!!" Jeremy bergegas menggendong Emily dan berlari masuk.
"Darren!! Di mana Darren!! Cepat panggil dia! Mengapa aku belum melihatnya?!" teriaknya.
Apa yang terjadi pada Emily sungguh membuat semua orang yang ada di dalam Mansion menjadi cemas dan panik. Mereka tidak tahu apa yang sebelumnya terjadi, namun yang mereka paham sekarang, nyawa Nona Muda mereka sedang dalam bahaya.
Gerald memandang kepergian Jeremy yang membawa Emily sambil berlari. Ia sadar, ia tidak memiliki tempat di sini.
__ADS_1