Emily, Sang Gadis Bisu

Emily, Sang Gadis Bisu
Memberitahu Della


__ADS_3

Della mengikuti Emily dengan penuh rasa penasaran, ia tidak tahu alasan apa yang akan di berikan Emily padanya. Awalnya ia tidak ingin mendengar apapun yang Emily katakan, dia hanya ingin memarahinya bahkan kalau bisa menyingkirkannya dari kehidupan Clarissa dan Jeremy. Tapi, tanpa menjelaskan, Emily tiba-tiba minta maaf padanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Jika benar Emily adalah wanita tak tahu diri seperti yang di bicarakan orang banyak termasuk keponakannya, wanita bisu ini tidak mungkin merendahkan dirinya untuk repot-repot meminta maaf.


Emily membawa Della ke kamarnya dan mengunci pintunya setelah memasukkan anjing mereka ke dalam kamar. Lalu Emily meminta Ferry untuk bermain dengan peliharaannya dan membuat kebisingan. Emily sengaja membiarkan hal itu terjadi karena bisa mencegah orang lain untuk mendengar pembicaraan mereka. Emily yakin, Jeremy pasti menyuruh pelayannya untuk melaporkan segala hal tentang dirinya. Sesungguhnya, Della sangat terganggu dengan suara gonggongan anjing itu, namun ia memilih untuk tidak mengatakan apa-apa.


"Duduklah." Emily memberi isyarat sambil menunjuk sofa yang ada di kamarnya. Della menatapnya dengan enggan, tapi akhirnya ia duduk juga.


"Jadi, apa yang ingin kau katakan? Apakah kau akan bilang kalau kau terpaksa datang ke sini?" tanyanya dengan tidak sabar. Emily mengangguk membuat Della tertegun.


"Kau ingin aku percaya padamu?" tanya Della dengan nada mencemooh.


Emily lalu mengambil sebuah pulpen dan kertas dari dalam nakas yang ada di samping tempat tidurnya, kemudian menuliskan sesuatu di sana.


'Lalu, apa yang ingin kamu percayai? Katakan padaku, Nyonya. Apa kau percaya kalau aku datang kesini dengan senang hati dan sudah merencanakannya sejak awal?' tulis Emily.


Della terdiam, ia tidak pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya. Dia hanya mendengar gosip dari para pelayan, bahkan Clarissa sendiripun tidak pernah mengatakan kalau ini semua kemauan Emily. Tapi bagaimanapun, di masa lalu Emily dan Jeremy adalah pasangan suami istri. Dan dari berita yang beredar, merdeka berdua mempunyai hubungan yang sangat bagus saat itu. Della menatap Emily dengan penuh tanda tanya.


'Jika Nyonya cuma ingin mempercayai asumsi Nyonya sendiri, maka tidak ada apapun yang bisa aku jelaskan. Apa Nyonya tahu, meskipun air bisa melubangi sebuah batu, tapi jika kebencian sudah menyelimuti hati seseorang maka kebenaran belum tentu bisa menyentuhnya. Jika Nyonya tidak ingin percaya padaku sedikit saja, maka apapun yang aku katakan pada Nyonya, tidak akan ada artinya.' tulis Emily pada kertas saat melihat Della terus menatapnya dengan sinis.


"Mengapa aku harus percaya padamu. Kau menipu semua orang dengan kematian palsumu." kata Della. Emily mengangguk pelan lalu kembali menuliskan sesuatu di kertas.

__ADS_1


'Ya, aku menipu semua orang. Presiden menipu mereka dan keponakan perempuanmu juga menipumu.' Della melebarkan matanya.


"Keponakanku juga menipuku?" tanyanya dengan tidak percaya. Emily kembali mengangguk.


'Memalsukan kematianku adalah perjanjian kami di masa lalu. Aku, Jeremy, Clarissa, Dokter Darren dan dua orang pelayan setia kami. Kami semua mengambil sumpah untuk sebuah perjanjian.' tulis Emily.


"Perjanjian apa?" kata-kata Emily semakin tidak masuk akan bagi Della.


"Apa kau sengaja mencoba menipuku?" Della bukan hanya semakin tidak percaya dengan apa yang di sampaikan Emily, tapi ia juga semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Emily selanjutnya untuk membela dirinya. Emily terdiam sejenak dan menghela nafasnya.


'Nyonya, jika kau ingin terus membenciku maka kau boleh pergi sekarang dan aku tidak perlu membuang tenaga untuk menjelaskan lebih banyak lagi padamu.' tulisnya pada kertas lalu segera berdiri hendak mengantar Della ke luar. Della membunyikan giginya.


Setelah Emily menceritakan semua masalah yang terjadi di masa lalu, Della merasa kehilangan kata-katanya. Mereka memalsukan kematian Emily hanya untuk memutuskan tali pernikahan sehidup semati Jeremy dan Emily, sekaligus agar Jeremy bisa menikah dengan Clarissa. Keponakannya juga terlibat dalam hal besar itu. Ini adalah satu kenyataan yang sulit ia terima. Tapi, ia ingat dengan jelas, saat itu Clarissa menemuinya dengan penuh air mata dan mengatakan kalau Jeremy tak ingin menikahinya setelah semua perjuangan dan pengorbanan yang ia lakukan. Itu sebabnya Della membantunya untuk bisa mengandung anak Jeremy dengan cara licik. Apa Clarissa juga menipunya dengan hal itu? Tapi...


"Kau bilang Jeremy tidak menyukaimu dan ingin membunuhmu saat kau menjadi istrinya. Tapi mengapa sekarang ia justru membawamu kembali dan memperlakukan dirimu dengan sangat spesial dan penuh perhatian?" tanya Della meragu.


'Mengenai itu, aku juga tidak tahu. Hati manusia sangat mudah di bolak-balikkan oleh Tuhan. Aku tidak tahu apa yang membuatnya berubah.' tulis Emily.


"Lalu bagaimana dengan hatimu? Mengapa kau tidak bisa mencintainya?" tanya Della lagi. Emily terdiam sesaat. Ia pun tak memiliki jawaban untuk pertanyaan itu. Ia menikah karena perjodohan, dan saat itu ia memutuskan untuk belajar menerima dan mencintai suaminya. Tapi ternyata pria yang menjadi suaminya tidak ingin bersamanya bahkan hanya untuk duduk bersama di pelaminan. Pria itu juga ingin membunuhnya berkali-kali setelah kembali dengan membawa wanita lain, jadi bagaimana ia bisa jatuh cinta padanya?

__ADS_1


'Aku mencintai orang lain.' tulis Emily. Ia hanya asal tulis saja, tak sadar kalau kata-kata yang di tulisnya akan menjadi bumerang baginya. Della tertegun, ia menyipitkan matanya.


"Kau mencintai orang lain?" tanyanya dan Emily mengangguk sebagai jawaban.


"Lalu mengapa kau tidak bersama orang itu? Mengapa kau justru datang ke sini?" cecar Della. Emily memejamkan matanya. Ia terbayang sebuah sosok yang belakangan ini terkadang muncul di mimpinya. Sosok itu tidak jelas wajahnya, tapi selalu tertawa bersamanya. Ia tak tahu siapa dan di mana sosok itu. Ia lalu kembali membuka matanya dan menulis,


'Karena sepertinya orang itu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dan Jeremy membawaku secara paksa kemari. Tidakkah Nyonya bisa melihatnya?'


*****


Setelah berbicara beberapa saat dengan Emily, Della akhirnya keluar dari kamar itu dan bertemu dengan Jeremy yang sejak tadi berdiri di depan pintu. Pria itu tidak senang melihat Emily membawa wanita itu ke kamarnya.


"Apa yang kau lakukan di kamar istriku? Apa yang kalian bicarakan?" tanyanya gusar. Ia khawatir Della melakukan sesuatu pada Emiky.


Della menatap orang yang paling di hormati di negara itu dengan pandangan benci. Ia tidak mengerti mengapa keponakannya sangat mencintai pria seperti ini.


"Tidak ada yang penting, Bapak Presiden. Aku hanya mengunjunginya sebagai kerabat." jawab Della.


Kerabat? Jeremy mengangkat sebelah alisnya, lalu diam-diam tersenyum miring. Hah, Emily benar-benar tahu bagaimana cara mengambil hati seseorang.

__ADS_1


__ADS_2