
Emily mengikuti serangkaian persiapan untuk pesta malam nanti. Semua pelayan memperlakukannya dengan baik dan sangat hati-hati. Mulai dari membantunya mandi, merawat rambut dan kuku-kukunya, memoles wajahnya dengan makeup, hingga membantunya mengenakan gaun yang sangat indah. Mereka memerlukan waktu hampir satu hari penuh, membuat Emily merasa ini semua terlalu berlebihan. Di malam hari, semuanya sudah siap. Emily terlihat begitu cantik dengan gaun yang gemerlap terkena lampu. Rambutnya yang dihiasi bunga semakin mempercantik penampilannya, membuat para pelayan sangat puas dengan hasil kerja keras mereka. Tetapi Emily tidak bahagia, bahkan tidak ada senyum sama sekali di wajahnya saat menatap bayangan dirinya di cermin.
*****
Sementara itu, di luar Istana Negara, terlihat empat orang bersaudara datang dan ikut mengantre bersama dengan orang-orang yang ingin masuk ke dalam. Istana memang terbuka untuk semua orang, tetapi tentu saja Aula Utama Istana hanya di peruntukan bagi orang-orang penting dan mereka yang berasal dari golongan elit, di tandai dengan undangan khusus. Sedangkan masyarakat biasa harus menerima nasib mereka dengan ikut merayakan di luar gerbang.
Tetapi, keempat bersaudara tadi, Fernando, Steven dan Adriana serta Indriana, tetap ingin masuk meskipun mereka tidak memiliki apa-apa lagi. Mereka kehilangan segala harta mereka karena mencoba membela Antonio Charlos saat itu. Beruntungnya, Jeremy masih menganggap mereka sebagai saudara dan mengingat kedekatan mereka dengan Emily, sehingga tidak dibunuh olehnya. Jeremy hanya mengambil alih perusahaan dan seluruh harta milik Klan Charlos, kemudian membiarkan mereka hidup di luar sana tanpa uang sepeserpun. Ia juga mengancam anggota klan yang lain untuk tidak membantu mereka.
Nasib baiknya, Steven yang menekuni bidang lukis dengan baik, berhasil menjual beberapa hasil lukisannya, sehingga mereka memiliki cukup uang untuk menyewa tempat tinggal. Fernando yang pantang menyerah, kini bekerja menjadi pengawas di proyek tempat kerjanya. Sedangkan si kembar yang sejak kecil selalu di manja, tak memiliki keahlian apapun, dan hanya bisa puas dengan pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restoran.
Mereka berempat sama sekali tidak menyangka kalau saudara tertua mereka akan tega mengeksekusi ayah kandungnya sendiri. Bahkan Ibu si kembar, Rose Esmeralda, dibunuh dengan cara yang kejam karena saking sakit hatinya, sempat mengeluarkan kata-kata hinaan bagi Ibu kandung Jeremy. Mereka tidak mengira jika saudara merek yang terlihat tidak pernah peduli dengan urusan Klan, ternyata menyimpan dendam yang mendalam pada keluarganya sendiri.
Dan Emily, yang sangat mereka sayangi, yang selalu terlihat lemah lembut, yang mereka tahu telah mati selama bertahun-tahun, ternyata sebenarnya masih hidup dan kini kembali ke sisi Jeremy. Apakah Emily mengetahui rencana Jeremy saat itu, ataukah lebih parahnya lagi, mereka berdua bekerja sama? Mereka ingin masuk dan bertanya langsung pada Emily.
"Kalian tidak bisa masuk." kata salah satu penjaga menahan mereka.
"Kalian tidak tahu siapa kami?" tanya Fernando kesal.
"Kami tahu siapa kalian, tetapi kalian tetap tidak diijinkan untuk masuk. Kalian bukan siapa-siapa sekarang. Bergabunglah dengan orang-orang biasa di sana." jawab penjaga itu seperti yang diperintahkan Jeremy padanya.
__ADS_1
"Kau!!"
"Fernando, hentikan." ucap Steven sambil menggelengkan kepalanya, memberi isyarat pada Fernando untuk tidak bertindak lebih jauh lagi, atau mereka akan di usir dari sana.
"Tapi..." Fernando masih belum puas. Steven kembali menggelengkan kepalanya dan menarik Fernando menjauh dari pintu gerbang.
"Kita akan mencari cara lain untuk masuk." kata Steven.
"Bagaimana caranya? Semua tempat dijaga ketat." kata Indriana.
Merek berempat lalu sama-sama terdiam. Pesta ini adalah pesta besar, karena itu Jeremy mengerahkan seluruh aparat untuk menjaga pestanya dengan ketat untuk menghindari kerusuhan yang mungkin saja terjadi.
"Aku mungkin bisa membantu kalian."
"Tante Agnes." ucap Indriana tak percaya.
"Tante juga di sini?" tanyanya
"Aku juga ingin mengunjungi teman lamaku dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi." jawab Tante Agnes lalu mengisyaratkan mereka untuk mengikutinya, kemudian berbalik dan berjalan kembali menuju tempat di mana mobilnya di parkir.
__ADS_1
Anaknya Tante Agnes hingga saat ini masih menjadi artis terbaik dan terfavorit, meskipun banyak artis baru berdatangan. Bahkan kini, ia telah mempunyai studio rekaman sendiri. Karena itu, Jeremy mengundangnya secara khusus ke pesta ini. Dan Tante Agnes sebagai ibunya sekaligus manajernya, tentu saja ikut hadir.
Sampai di mobil, Tante Agnes mengambil beberapa potong pakaian serta wig dan kumis palsu, lalu memberikannya pada mereka.
"Pakailah, kalian harus menyamar jika kalian ingin masuk ke sana. Tapi, maaf, aku tidak bisa membawa Adriana dan Indriana. Aku tak memiliki penyamaran untuk kalian." katanya. Itu benar, pakaian yang ada di mobilnya adalah milik anak laki-lakinya, ia tak memiliki kostum untuk wanita.
"Tidak apa-apa. Kami akan menunggu di luar. Kalau kita berempat bersama, pria itu akan cepat mengenali kita. Dan itu akan sangat berbahaya." kata Indriana. Ia bahkan enggan menyebut nama Jeremy. Semua setuju dengan kata-katanya.
Steven dan Fernando lalu berganti pakaian di dalam mobil dengan cepat. Mobil itu di lengkapi dengan gorden, membuat mereka tidak takut terlihat dari luar. Sekarang penampilan kedua pemuda tampan itu berubah menjadi pria paruh baya. Tante Agnes cukup puas dengan penampilan baru mereka.
"Itu bagus. Sekarang, ayo pergi." ucapnya kemudian ikut masuk ke dalam mobil.
"Hati-hati." kata si Kembar.
"Kalian juga, jaga diri kalian di luar." kata Fernando.
Mobil yang di tumpangi mereka kemudian melaju dan ikut mengantri bersama mobil-mobil lainnya. Para tamu khusus memang di ijinkan untuk di antar dengan mobil hingga ke pintu masuk Aula, sehingga para tamu tidak perlu berjalan terlalu jauh menuju kursi yang di sediakan. Setelah menurunkan tamu undangan di dalam, barulah sang supir keluar dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus.
Entah bagaimana ceritanya tadi sehingga Tante Agnes bisa berada di antara orang-orang yang di anggap "biasa" dan menemukan mereka di sana. Apa ia sengaja mencari mereka? Fernando dan Steven ingin bertanya, tetapi Tante Agnes sudah lebih dahulu bersuara.
__ADS_1
"Apakah kalian benar-benar tidak tahu apa-apa tentang masalah ini?"
"Bagaimana kami bisa tahu, kami bahkan tidak tahu kalau orang itu menyimpan dendam dalam hatinya selama ini." jawab Fernando dengan amarah yang tertahan dalam hatinya. Bagaimana tidak, mereka sangat menghormati Jeremy sebagai kakak tertua setelah Richard meninggal, tetapi ternyata Jeremy diam-diam menyembunyikan taringnya lalu menyerang saat mereka semua lengah.