Engelskraft: Cinta Malaikat Terbuang

Engelskraft: Cinta Malaikat Terbuang
Epilog


__ADS_3

Suara lonceng gereja bergema di siang hari yang cerah. Riuh kegembiraan beradu dengan tepuk tangan yang meriah. Dari pintu gereja yang megah dengan arsitektur neo gothik berciri Eropa, berdiri sepasang pengantin baru dengan pakaian dan gaun serba putih.


“Akhirnya mereka menikah juga, ya setelah satu tahun berpacaran.” Kata Lanny pada Siti yang ada di sebelahnya.


“Sungguh tak menyangka melihat Ailey berdiri di sebelah Pak Kevin dengan gaun putihnya. Bagaikan dongeng Cinderela saja.” Ucap Siti terharu.


“Ngomong-ngomong bukannya kamu ada shift kerja siang ini?” Timpal Lina yang berdiri di sebelah adiknya.


“Bu Lina, masa saya tidak boleh datang ke acara pernikahan sahabat sendiri?” Balas Siti kecewa.


“Ya, sudah. Tapi tolong perhatikan gaya berpakaianmu. Ini adalah acara pernikahan CEO Abram, bukan kondangan di gang rumahmu.” Kata Lina ketus.


Muka Siti terlihat jengkel dengan tingkah atasannya tersebut. Dia menyenggol sikut Lanny untuk memberikan tanda kekesalannya.


“Sudahlah, sifat kakakku memang seperti itu, tidak akan pernah bisa diubah. Hehe.” Bisik Lanny pada Siti.


Kedua mempelai terlihat bahagia. Senyuman lebar merekah di bibir Kevin dan Ailey yang tengah menjadi raja dan ratu sehari itu. Sambil melambaikan tangannya pada tamu undangan, mereka berdua saling berbincang pelan.


“Karena kamu sudah menjadi istriku, kamu harus resign dari Engelskraft dan membantuku menjalankan bisnis Abram.” Kata Kevin.

__ADS_1


“Kamu mau bisnismu hancur dalam waktu satu malam?” Timpal Ailey bercanda.


“Hei, strategi marketingmu dulu sudah membuktikan kapasitasmu. Aku yakin kamu bisa!”


“Bisa-bisanya kamu membicarakan bisnis di hari pernikahan kita.” Balas Ailey sambil tertawa kecil.


Ayah dan ibu Kevin terlihat bahagia melihat anaknya telah menemukan pendamping hidupnya. Bahkan, sang ibu tak sanggup menahan tangisnya hingga menitikkan air mata. Sang ayah menepuk pundak istrinya untuk menenangkan dirinya.


“Terima kasih, ya karena telah menerima anak saya.” Kata ayah Ailey pada orang tua Kevin.


“Kami yang harus berterima kasih karena melalui anak Bapak, Kevin telah menemukan tujuan hidupnya.” Jawab ayah CEO Abram tersebut dengan senyuman yang sopan.


Chirp chirp chirp.


Suara burung dan kepakan sayap terdengar di atas kepala mereka berdua. Ailey dan Kevin menengadah dan melihat beberapa burung pipit terbang melintas. Seekor burung pipit bersayap kusam mencuri perhatian Ailey. Sambil memperhatikan burung tersebut terbang tinggi, Ailey menyunggingkan senyumnya.


“Bahkan burung-burung pun berbahagia atas pernikahan kita.” Ujar Kevin.


“Iya, dia pasti ikut bahagia.” Gumam Ailey.

__ADS_1


“Eh? Apa yang kamu katakan barusan?” Tanya Kevin karena suara Ailey tidak begitu jelas terdengar.


“Oh, tidak apa-apa.” Balasnya.


Sebelum mereka berdua masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke sebuah lembaran hidup baru, Ailey melihat Mario di antara kerumunan tamu undangan. Mata mereka beradu, lalu Mario menganggukkan kepalanya dan menggerakkan bibirnya mengucapkan kata “selamat”. Ailey tersenyum dan balas mengangguk lalu masuk ke dalam mobil.


"Milo, kamu pasti puas melihat misimu berhasil.” Ujar Mario bersuara.


“Nah, ngomong-ngomong sudah satu tahun aku tak melihat pak bos, sebenarnya dia pergi kemana, sih?” Tanya Ferdi setelah tak sengaja mendengar ucapan Mario.


“Ya, ampun dari tadi kamu di belakangku? Mengagetkan saja!” Kata Mario.


“Kenapa Pak Milo juga tidak datang, ya di hari pernikahan Ailey?” Ferdi lanjut bertanya.


“Dia datang, kok. Kamu saja yang tak melihatnya.” Jawab Mario hingga membuat Ferdi kebingungan.


Mobil berbuket bunga tersebut akhirnya melaju perlahan meninggalkan kerumunan orang di sana. Wajah bahagia terpancar dari setiap tamu yang hadir sambil mengantar kepergian mereka berdua. Lembaran baru terajut, namun kenangan indah di masa lalu tidak akan pernah bisa dilupakan. Masa-masa berharga yang telah dilewati akan menjadi sebuah kisah untuk diceritakan ke anak cucu. Cerita tentang sesosok malaikat berwujud manusia yang selalu menjaga Ailey kapanpun dan dimanapun, terlihat maupun tidak terlihat.


Chirp chirp chirp. Lalu seekor burung pipit bersayap kusam hinggap di atas lonceng gereja sambil memperhatikan mobil kedua mempelai yang melaju kencang.

__ADS_1


...Tamat...


__ADS_2