Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 11


__ADS_3

Kulitnya yang kasar untuk pertama kalinya menyentuh kulit lembut, selembut tahu, dan tangan yang seringan kapas, begitu rapuh. Ia menahan kepala gadis ini agar tidak jatuh masuk kedalam bak mandi, ia tak ingin berlama-lama. Setelah memastikan suhu tubuh gadis ini mulai normal, zheng bai cepat-cepat mengangkat tubuh jing mei seperti mengangkat seorang anak kecil. Ia menarik kain bersih disampingnya dan membalut tubuh jing mei dengan kain itu.


Ketika ia akan keluar dari dalam sekat, suara ketukan pintu membuatnya bertahan.


“tuan, ini pemilik penginapan, saya membawakan hanfu dan jubah yang anda pesan”, ucap pemilik penginapan dari luar kamar.


“masuklah, dan taruh diatas tempat tidur”, jawab zheng bai dengan suara sedikit keras.


Pemilik penginapan itu dan pelayan muda dibelakangnya membawa beberapa lipatan kain masuk kedalam.


“apa yang kau lihat !!.. cepat taruh”, bisik keras pemilik penginapan itu pada pelayannya yang melihat kearah sekat mandi. Bayangan seseorang yang berdiri dan membawa seseorang dilengannya sedikit memanaskan matanya.


Memastikan orang-orang itu telah turun, zheng bai bai baru keluar dengan membawa jing mei. Ia masih dengan penutup dimatanya memakaikan gadis ini pakaian. Ia menarik kain penutup matanya, dan dengan lembut mengikat kain ikat pinggang itu di pinggang ramping gadis ini.


Pandangan matanya tertuju pada sesuatu yang berkilat disamping tubuh jing mei yang sedikit tertutupi kain hanfu luarnya.


Liontin giok ??..


Mei Hua, ia membalikkan liontion itu ke sisi lain dan terlihat ukiran nama resmi gadis ini.


Li jing mei ??                 


Li Fu ??                                                            


Zheng bai melihat antara liontin giok dan gadis yang saat ini ia bungkus dengan banyak selimut dan juga jubah diseluruh tubuhnya dengan pandangan dalam. Semua yang terjadi takkan tidak masuk akal lagi, sepertinya orang-orang itu mengincar nona muda bangsawan ini. ia melihat kualitas giok yang langka ini, terlihat seperti imperal jade, giok kualitas pertama yang sering digunakan oleh istana. Ia juga mempunyai satu dan itu di buat khusus untuknya sejak ia masih dalam perut ibunya.


Memikirkan beberapa kemungkinan, zheng bai tertawa, ia sepertinya mengetahui sesuatu dan alasan kenapa nyawa nona muda ini diincar. Zheng bai menyimpan liontin giok jing mei kedalam saku didadanya.


Zheng bai meminum supnya dan beberapa lauk yang bukan seleranya ia tinggalkan dimangkuk dingin. Zheng bai mendekati tempat tidur ketika ia mendengar suara yang terdengar lirih menyedihkan disana.


Rambut gelap panjang yang terurai, kelopak mata tertutup yang terlihat sembab, wajah pucat nona muda ini terlihat seperti mayat hidup. Tapi bagaimana nona muda ini berusaha berjuang hidup dan menahan rasa sakit membuat zheng bai ingin tahu sebatas mana nona muda ini akan berusaha.


Tiba-tiba, bulu mata panjang dan lentik nona muda ini bergetar sedikit. Setiap getaran kecilnya seperti bulu dan akhirnya membuka matanya.

__ADS_1


Zheng bai melihat mata jernih yang baru kali ini ia lihat seakan menyedotnya. Matanya yang jernih dan cerah seperti mata air sejuk, tidak akan membuat orang bosan. Mata yang terlihat sedikit berair, sembam, membawa godaan samar. Tapi, mata ini terlalu murni dan murni. Seperti tidak ada apa-apa didalamnya, sangat menenangkan. Zheng bai melihat celah lain ketika mata itu melihatnya dengan pandangan lelah dan sedikit bingung, ada rasa takut serta lebih banyak kesedihan didalam sana.


“apa yang kau rasakan ??”, tanya zheng bai tanpa sadar.


“uh, sakit”, jawab jing mei, tapi suara yang keluar terdengar parau dan pecah.


Zheng bai berdiri, ia memberikan nona muda ini cangkir teh yang terlihat sedikit mengepul hangat. Ia membantunya minum, dan baru teringat cangkir ini bekasnya, berusaha bertindak seperti tidak ada apa-apa. Zheng bai memberinya minum dan beberapa suap sup hangat.


Diam-diam, jing mei melihat ke sekelilingnya, ia tidak mengenali tempat asing ini. dan pria yang tidak ia kenal yang saat ini sedang merawatnya ini. semuanya terasa asing. Ia tidak ingin berbicara, jing mei menutup matanya. Ia sangat lelah, begitu lelah. Hati dan pikirannya lelah.


Hening.


“jika tubuhmu membaik, kita harus bergegas pergi siang ini”, ucap zheng bai.


“saat ini, aku tidak apa-apa, kita bisa melanjutkan perjalanan, tapi kemana kita akan pergi, tuan ??”, tanya jing mei hati-hati.


Zheng bai hampir menutup matanya menikmati suara yang terdengar lembut, jernih dan menggelitiknya.


Jing mei terdiam.


Apakah tidak apa-apa ia kembali ke ibukota tanpa perintah ayahnya atau dari kediaman.


“apa kau ingin bertahan didesa mati itu, nona ?”, tanya zheng bai dingin.


“ti..tidak, aku akan mengikuti anda ke ibukota, sampai diibukota, anda hanya perlu menerima hadiah dari kediaman ku”, jawab jing mei cepat. Ia sedikit mengigit bibirnya, memikirkan bagaimana caranya ia akan membalas budi lelaki ini.


“tapi, tuan, biasakah anda membuka ikatan ini”, ucap jing mei, wajahnya sedikit memerah.


Zheng bai menaikan alisnya, ia melihat jing mei seperti buntalan ulat. Ia ingin mempertahankan bentuk konyol nona muda ini, tapi tangannya lebih memilih untuk melepas ikatan luarnya hingga semua kain ditubuh nona muda ini lepas.


“jika kau sudah siap, kita akan berangkat”, ucap zheng bai, ia mengambil jubah hitam yang berada di sebelah jing mei.


“ba..baik”, jawab jing mei.

__ADS_1


Ketika ia berusaha berdiri, tiba-tiba saja keseimbangannya goyah, ia yang hampir terjatuh karena kakinya terasa lemah, lengannya dengan cepat ditangkap sebuah tangan. Zheng bai menaikan alisnya, ia terlihat melihat kondisi jing mei saat ini.


“apa yang terjadi ??”, tanya zheng bai.


“kakiku”, jawab jing mei menunduk.


“duduk, diam”, ucap zheng bai dingin.


Jing mei menuruti ucapan zheng bai, ia duduk diam diatas tempat tidurnya. Lelaki itu dengan cepat menarik jubah bertudung dan memakaikannya di tubuh jing mei. Kain jubah yang terlalu besar menenggelamkan tubuh nona muda ini, ia melihatnya sangat mungil dan rapuh. Ia mengambil pedangnya dan menyelipkannya dibelakang tubuhnya. zheng bai dengan cepat mengangkat tubuh jing mei.


“apakah aku akan tetap seperti ini ??”, tanya jing mei hati-hati.


Zheng bai menoleh.


“jika kondisimu seperti ini, bukankah akan tetap seperti ini”, ucap zheng bai yang membalikkan kalimat jing mei.


Keduanya turun dari atas kamar penginapan, dibawah tuan pemilik penginapan terkejut saat melihat dua orang yang turun dari atas tangga karena kedua orang itu belum terlalu lama tinggal didalam penginapan, hanya sekitar empat atau lima jam. Zheng bai dengan santai memberikan satu ingot emas untuknya, dan setelah mengucapkan beberapa patah kata, ia pergi keluar dari sana. pemilik penginapan itu begitu terkejut dan tak percaya dengan jumlah lebih yang dibayar pelanggannya ini. dan pelayan yang melayani zheng bai sebelumnya diam-diam mendekati mereka, dan berusaha mencuri dengar pembicaraan.


“daren, apakah anda akan benar-benar pergi ?? saat ini cuaca begitu dingin dan dingin”, ucap pemilik penginapan itupada zheng bai.


“tidak, kami harus cepat”, ucap zheng bai dingin.


“jika anda membutuhkan kuda atau kereta, penginapan ini mempunyainya”, jawab cepat pemilik penginapan.


Zheng bai menghentikan langkah kakinya, ia kembali berjalan mendekati pemilik penginapan. Jing mei yang berada dilengan zheng bai berusaha mencoba menahan rasa malu karena selain penginapan tempat ini juga termasuk kedai teh. Dan banyak pasang mata yang melihat kearah mereka. Zheng bai bisa merasakan ketidaknyamanan apa yang dirasakan jing mei, ia sedikit menahan dirinya dan berusaha sedikit menahan tubuhnya agar menutupi tubuh jing mei.


“ah, kalian juga tidak perlu membayar lagi”, lanjut pemilik penginapan itu cepat-cepat.


“apakah rute sungai masih ada ??”, tanya zheng bai.


“sepertinya agak sedikit sulit daren, karena beberap bulan yang lalu istana kekaisaran membuat penghalangan besar diantara aliran sungai, dan kami hanya bisa pergi menggunakan kuda atau kereta, disana ada beberapa pasukan kecil yang menjaga penghalang”, jelas pemilik penginapan.


Penghalang ??, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di kekaisaran, pikir zheng bai.

__ADS_1


__ADS_2