
Zheng bai melihat lengan giok putih kecil yang tampak rapuh dan terlihat transparan terekspos karena kain hanfu lengan jing mei yang lebar turun, masih tetap memeluknya erat. Gadis ini tidak takut padanya atau berfikir bahwa ia adalah dermawannya. Bagaimana jika ia mengetahui siapa dirinya di masa depan ??, pikir zheng bai dingin. Untuk apa dia memikirkan hal itu, dimasa depan mereka tidak akan saling bersinggungan jalan.
Ia melihat kearah depannya, tiga orang dalam balutan jubah hitam khas lembah hantu berdiri dan terlihat bersiap akan menyerangnya. Ia hanya tertawa mengejek karena sikap waspada mereka.
“sepertinya lembah hantu sangat miskin hingga harus menjadi anjing bangsawan”, ucap zheng bai mengejek.
Tiga orang yang mendengar hal itu terkejut, sekaligus marah karena ucapan pria didepan mereka yang terdengar begitu mengejek lembah hantu mereka.
“lepaskan wanita itu, atau kau mati, bedebah”, ucap kasar salah satu dari ketiga orang itu.
“melihat dari kesombongan kalian, sepertinya kalian adalah yang dungu”, kekeh zheng bai.
Ia sangat mengetahui bahwa lembah hantu hanya dipimpin oleh satu orang yang sangat tertutup dan menyebalkan, dan ada satu peraturan kuno disana hanya orang-orang yang termasuk kuat dan diakui yang hanya bisa melihat wajah satu sama lain, atau berbagi identitas jika mereka ingin sisanya mereka sendiri tidak tahu identitas dan wajah satu sama lain karena mereka hanya diperintahkan untuk satu tugas, celah itu sangat besar dan fatal, seperti saat ini, sepertinya ada dua kelompok dari lembah hantu yang secara bersamaan dikirim kedesa an tapi dengan tugas berbeda dan juga itu sangat menguntungkannya karena mereka manusia idiot. Atau mungkin kehadirannya sendiri ini juga tidak mereka prediksikan.
“bunuh bajingan dan ****** itu juga !!!.. kita harus membawa kepala mereka !!”, ucap marah seseorang yang nampaknya pemimpin mereka.
__ADS_1
Mereka sangat marah karena semua bawahan yang mereka bawa telah mati, dan juga berapa banyak kerugian lagi jika mereka tidak berhasil membawa dan merusak tubuh nona muda itu. Setelah tugas ini selesai, mereka akan meminta banyak harta berharga untuk semua kerugian.
Zheng bai semakin tertawa terbahak-bahak, lagi-lagi. Sepertinya orang-orang yang berasal dari lembah hantu begitu menyimpan banyak keberanian dan juga cadangan nyawa. Formasi laba-laba yang dibuat mereka mengelilingi tubuhnya, zheng bai semakin tertawa gila dan mengejek membuat ketiga orang itu tersulut emosi. Ia sedikit menaikkan alisnya ketika merasakan bahwa ketiga orang ini menambahkan sesuatu pada formasi mereka.
Formasi ganda ??
Ketiga orang itu yang melihat zheng bai tidak lagi tersenyum kini mereka yang tertawa mengejek kearahnya, ketiga orang itu bergerak dan berputar kesisi yang berbeda, mereka mengelilingi musuh mereka dan seperti mengikat sesuatu, sebuah cahaya kehitaman terlihat mengalir disekitar zheng bai.
Pola dari serangan awal hanyalah pengalihan, ketiga orang itu meloncat pergi dari tempat awal dan meninggalkan zheng bai seorang diri disana dengan lingkaran formasi ganda disekeliling tubuhnya. semakin mereka jauh, ikatan didalam formasi semakin merekat dan tajam, siap akan memotong benda apapun didalamnya. Lingkar formasi laba-laba yang mengikat lawannya itu kini terlihat mulai mengecil dan terus mengecil, disisi lain ketiga orang itu melemparkan sesuatu dan suara ledakan besar terdengar dari dalam formasi ganda yang mereka buat. Kepulan asap tebal memenuhi tempat dimana ketiganya melemparkan bahan peledak yang telah diisi dengan tambahan inti-inti kecil batu sampah spiritual.
“mereka mati, sepertinya itu hal yang mudah”, ucap salah satu dari mereka, tapi ketika ia menoleh karena tidak mendapat sahutan dari temannya, ia begitu terkejut saat melihat dua tubuh temannya yang lain telah jatuh dengan kedua kepala mereka yang terpenggal.
“mau kemana kau”, desis dingin zheng bai.
“sebelumnya, kalian terlalu banyak berbicara omong kosong, idiot, kepala siapa yang akan diambil siapa ??!!.. dan juga lehermu sangat tidak berharga apapun jika dilelang kembali dilembah hantu”, desis dingin zheng bai.
__ADS_1
“haaaa... dan benar, apakah kau tahu, siapa yang membantai mereka yang kalian bakar tubuhnya itu ??”, ucap zheng bai, ia meluruskan pedangnya dan menunjuknya kearah dimana halaman yang sebelumnya terbakar hebat kini sedikit demi sedikit telah padam.
Lelaki itu menoleh dan melihat zheng bai dengan tatapan ketakutan, sebelum ia bisa memohon kepada zheng bai, kepalanya terlebih dahulu jatuh.
Hening.
“hei, guniang, apakah kau tetap akan melekat pada tubuh lelaki ini ??”, tanya zheng bai dingin, tapi tak ada sahutan apapun.
Ia melirik sekilas, dan bisa merasakan beban kecil di pundak kirinya terasa seperti sehelai kapas ringan. Zheng bai menusukkan pedangnya ketanah, tapi saat melihat tangan kanannya penuh dengan bekas darah, ia mengurungkan niatnya. Ia kembali menarik pedangnya dan berjalan menjauhi pinggir hutan ini menuju ke desa, sejauh ia melihat tak ada tempat yang bisa ia gunakan untuk meninggalkan tubuh gadis ini dan sisa malam sedikit lama ditambah lagi malam ini salju kemungkinan besar akan lebih banyak. Sedikit menahan hembusan kasar nafasnya, dengan ekspresi dingin zheng bai membawa tubuh jing mei yang pingsan. Udara dingin yang terasa segar, jalanan gelap remang dibawah sinar perak bulan malam. Aroma lembut samar yang menenangkan menemaninya, aroma segar yang bercampur dengan udara dingin.
Zheng bai membawa tubuh jing mei ditangan kirinya dan ditangan kanannya ia memegang pedangnya, sebagian besar pakaiannya saat ini bisa ia pastikan sudah penuh dengan sisa darah kering. Ia melirik tubuh wanita yang ia bawa saat ini, seperti yang ia pikirkan, wanita ini juga ikut kotor karena darah.
Ia mengalihkan pandangannya dan kembali fokus pergi dengan cepat menuju ke ibukota kekaisaran, sampai fajar besok pagi, ia harus bisa berada diwilayah kekaisaran. Tapi, desauan angin kencang yang menggigilkan tulang mulai terdengar ribut. Butiran-butiran putih salju semakin lebat dan lebat turun layaknya hujan deras. Udara disekitarnya dengan cepat mulai berubah dingin, membekukan.
Zheng bai menambah energi spiritual dikakinya, ia terus berlari kencang tapi karena derasnya salju yang turun dan angin yang semakin kuat membuat tubuhnya menggigil dingin, pandangannya sedikit kabur karena banyaknya butiran putih didepannya.
__ADS_1
Sesuatu yang kecil dilengannya terasa bergerak dan bergetar, dan ketika zheng bai menoleh ia melihat dengan jelas bahwa tubuh kecil wanita ini menggigil keras. Ia bisa merasakan suhu tubuh di lengannya ini mulai menurun, tapi ketika ia yang terfokus pada suhu tubuh jing mei, tiba-tiba dari arah kedua sisi sesuatu menyerangnya.
Zheng bai yang terlambat menghindari serangan.