Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 41


__ADS_3

Jing mei tak merasakan ketenangan saat ini berada didalam biara, saat ini ia terus menerus membolak-balikkan badannya karena tidak bisa tertidur, dan hal ini sudah terjadi sejak dua hari yang lalu sejak kedatangannya alhasil ia hanya bisa terus melakukan beberapa hal hingga pagi menjelang atau sampai ia tertidur dengan sendirinya. Sedangkan aktivitas selama didalam biara hanya berdoa dan menyalin beberapa buku, jing mei sendiri tidak terlalu memperdulikan apa yang Tengah dilakukan ketiga saudara perempuannya yang lain.


Hari ketiga, jing mei berjalan masuk kedalam aula berdoa dengan pakaian serba putih sederhana yang diberikan biara untuk mereka. Saat ini ia berada dibelakang shen li dan shan li yang mengeluh tentang makanan mereka, beberapa kata teguran  di ucapkan jiao li agar keduanya tetap diam dan menghormati tempat ini. Ia juga tidak bernafsu makan karena semua rasa masakan yang diberikan terasa hambar, tidak banyak tambahan bumbu seperti yang mereka makan biasanya didalam kediaman, dan dirinya hanya bisa menahan keluhannya sendiri.


Jiao li melirik jing mei yang berjalan dia dibelakang mereka, dari hari pertama mereka memasuki kuil biara ini, wanita ini selalu mengambil jarak diantara mereka. Ia sendiri sangat tahu bahwa ada jarak yang sengaja di buat oleh wanita ini. Jiao li sangat membenci ketenangan diwajah jing mei, terutama wajah kecil yang semakin hari makin terlihat menawan itu. Ia sangat ingin menghancurkan ketenangan diwajah ****** ini.


“jing mei jie, bagaimana menurutmu tentang makanan yang dibuat disini ??”, tanya jiao li tiba-tiba.


Jing mei hanya tersenyum menanggapi ucapan jiao li, ia sendiri tidak ingin berkomentar sesuatu yang buruk dimana mereka tinggal, mungkin saja ada beberapa telinga disini.


“tidak ada keluhan, lebih baik kita bergegas sebelum biarawati didalam ruangan menunggu”, ucap jing mei mengingatkan.


Shen li dan shan li mengalihkan pandangan mereka melihat bagaimana reaksi kakak Perempuan mereka ini, karena sikap jing mei yang sangat tertutup dan penyindiri membuat mereka penasaran. Walaupun mereka sendiri tahu bahwa keduanya tidak harus menjaga hubungan baik atau buruk antara jing mei atau jiao li karena saat ini masih belum terlihat jelas bagaimana reaksi pasti dari ayah mereka. Tapi, melihat reaksi jing mei yang hanya tersenyum menanggapi ucapan jiao li keduanya sedikit kebingungan. Disisi lain, jiao li yang tak mendapatkan respon yang ia inginkan sedikit menahan kerutan kesal.


Saat ini mereka tengah berada didalam ruangan biara untuk menyalin kitab. Setelahnya mereka langsung berdoa hingga sore hari menjelang.


Saat keempat nona muda dari kediaman perdana menteri li itu keluar dari dalam ruangan, mereka sedikit dikejutkan dengan kehadiran seorang pria muda dan seorang dengan wajah ditutupi topeng disebelahnya. Wajah mereka yang hanya terlihat dari samping. Yang satu terlihat muda dan elegan dengan aura disekitarnya yang tenang, sedangkan yang satunya lagi terlihat membawa aura misterius yang menekan, keduanya seperti yin dan yang.


Dua sosok pria dengan tinggi yang berbeda itu terlihat tengah berbincang sesuatu ditaman samping kuil yang juga sebagai jalan menuju ruangan tempat tidur keempat nona muda dari kediaman perdana menteri li.

__ADS_1


Anehnya, mata jiao li terlihat berbinar saat melihat salah satu dari kedua orang itu. Ia yang akan bergegas pergi melangkah ketempat mereka tapi kedua pria itu terlihat tidak melihat mereka karena keduanya berjalan kearah yang berlainan dan terlihat sudah mengakhiri perbincangan mereka.


“jiao jie, apakah mengenal salah satu dari dua orang itu ??”, tanya shen li penasaran.


Jiao li terlihat tersipu malu.


“lelaki yang memakai pakaian biru langit itu adalah yang mulia pangeran kelima, zhong jun hui”, jawab jiao li.


Shan li dan shen li terkejut mendengarnya, tapi memikirkan bagaimana pertemanan antara jiao li dan putri keenam sepertinya bisa dijelaskan kenapa jiao li mengetahuinya.


“tubuh pangeran kelima lemah, jadi ia harus menyembuhkan penyakitnya ditempat ini, dan juga ia sangat berbakti pada mendiang kaisar terdahulu setiap hari pangeran kelima selalu mendoakan kaisar terdahulu”, jelas jiao li.


Jiao li sendiri sangat tidak ingin jika shen li dan shan li mendekati pangeran jun hui, apalagi jing mei. Sosok seperti pangeran kelima ini walaupun ia terlihat lemah, pangeran tetaplah pangeran, darah kekaisaran mengalir di darah pangeran jun hui dan jika shen li atau shan li berhasil menikah dengan pangeran jun hui sedangkan dirinya hanya bangsawan biasa, ia dimasa depan sangat tidak terima jika harus menundukkan kepala selama seumur hidup karena perbedaan status.


Shan li dan shen li hanya menahan senyum masam mereka karena ucapan jiao li. Dan keduanya hanya bisa kembali menjilat jiao li seperti biasanya.


“jiao li, shan li, dan shen li, aku ingin istirahat lebih cepat”, ucap jing mei yang terlihat tidak perduli dengan percakapan mereka tentang pangeran kekaisaran zhong.


Jing mei pergi meninggalkan ketiganya dibelakang, ia sendiri sangat mengetahui bahwa lelaki yang berbincang dengan pangeran kelima adalah jiang wang. Jing mei sedikit merasa kedinginan mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia sampai saat ini masih belum bisa menebak isi pikiran jiang wang, tapi sejauh ini jiang wang masih bersikap baik padanya itu juga membuatnya kebingungan. Jing mei berusaha menghilangkan pikirannya tentang lelaki itu, dan sepertinya jiang wang tidak mengetahui keberadaannya di kuil ini.

__ADS_1


Tapi, saat jing mei menutup pintu ruangannya ia dikejutkan dengan tangan seseorang yang mengambil tubuhnya. Jing mei terkejut, ia berontak tapi tenaga lawannya jauh lebih kuat darinya hingga sebuah bisikan yang berhasil membuat seluruh tubuhnya meremang membuatnya diam.


“apakah anda tersesat, yang mulia”, tanya jing mei pelan.


Tangan zheng bai yang awalnya menahan tubuh jing mei yang berontak kini turun ke pinggang ramping nona muda yang berada didalam lingkup tubuhnya dan ia berhenti diatas perut rata jing mei, zheng bai menekan tubuh jing mei kepintu dengan kepalanya yang bersandar di bahu kecil jing mei. Saat suara yang terdengar seperti racun dan aroma yang sama mematikannya ini hampir membuatnya kehilangan akal, lagi. Nafas zheng bai sedikit berat.


“kenapa kau begitu dingin”, bisik zheng bai.


“anda sungguh tidak sopan, yang mulia”, ucap jing mei. Saat ini tubuhnya ditahan, dan ia tak bisa melihat sosok jiang wang yang berada dibelakang tubuhnya, dan ketika sesuatu yang berat bersandar di bahunya, ia bisa merasakan nafas hangat yang menerpa bahunya.


“lepaskan saya sebelum biarawati yang mengantarkan makan malam datang”, ucap jing mei lagi, ia mengingatkan jiang wang.


“sebentar lagi, keadaan benwang sedikit buruk”, bisik zheng bai.


“apakah anda mempunyai sebuah penyakit ??”, tanya jing mei setelah ia sedikit terdiam mendengar ucapan jiang wang.


Zheng bai hanya diam, ia tak menjawab pertanyaan jing mei.


Keheningan berlanjut diantara mereka berdua, dan jiang wang tidak berbuat apapun selain memeluk tubuh jing mei dengan sedikit jarak diantara tubuh mereka, jiang wang sendiri masih tetap meletakkan kepalanya diatas bahu jing mei. Hembusan nafas lembut keduanya yang hanya terdengar didalam ruangan yang sunyi itu.

__ADS_1


__ADS_2