Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 13


__ADS_3

Zheng bai memangku jing mei diatas pahanya, ia memeluk tubuh jing mei dan sedikit mengalirkan energi spiritualnya agar menjaga tubuh nona muda ini tetap hangat sama seperti sebelumnya. Jing mei semakin menggulung tubuhnya kearah tubuh zheng bai yang mengeluarkan aura hangat. Tanpa sadar zheng bai terkekeh dingin, dan kekehannya itu menjadi sebuah tawa yang terdengar mengerikan.


“benwang ingin tahu, bagaimana ekspresimu jika mengetahui siapa sosok yang kau peluk ini”, desis zheng bai dingin.


Ia mengeluarkan giok jade milik jing mei dari dalam sakunya, giok itu bersinar lembut dan elegan.


“jing mei, mei hua”, bisiknya melafalkan nama jing mei dengan ekspresi dingin.


Dalam sisia perjalanan, ia tak melakukan apapun dan terus melihat kearah depannya dalam keheningan.


...


Chao gu dan prajurit khusus dari pasukan kekaisaran masuk kedalam wilayah istana. Kabar mengejutkan itu dengan cepat tersebar hingga ke istana naga milik kaisar. Saat ini wilayah kekaisaran, salju yang turun belum selebat salju yang berada didesa an. Chao gu sedikit menghela nafasnya lega.


Ia memerintahkan prajurit memberikan tempat sementara untuk menampung penduduk desa an. Sedangkan dirinya sendiri pergi untuk melaporkan apa yang terjadi ke pada kaisar termasuk panglima perang yang masih menyusul dibelakang mereka.


“kalian semua beristirahatlah”, ucap chao gu kepada seluruh prajurit yang ia bawa.


Mereka semua mengangguk hormat dan melihat kepergian jenderal mereka.


“apakah panglima akan baik-baik saja ??”, bisik salah satu prajurit.


“sudah pasti baik-baik saja bodoh, aku justru kasiha pada orang-orang yang melakukan hal itu, mereka tak punya lagi masa depan”, jawab prajurit yang lain, ia mengangkat bahunya dingin.


“bajingan, bukan hanya tidak punya masa depan, tapi sudah menyatu dengan cacing-cacing tanah atau mungkin perut binatang buas”, sahut yang lain.


Pembicaraan gila mereka yang terdengar seperti obrolan cuaca terdengar mengerikan ditelinga orang yang mendengarnya. Xin xin yang mendengar ucapan mereka menggidik ngeri karena mungkin saja sosok yang mereka bicarakan saat ini sangat kejam, saat ini dirinya berada di atas gendongan salah satu prajurit ini. entah kemana ia akan dibawa tapi yang ia rasakan saat ini tubuhnya begitu kesakitan dan penuh luka.


“daren, bisakan, aku meminta, agar, menjadi pelayan dikediaman tuan yang membawaku tadi ??”, tanya xin xin lemah.

__ADS_1


Mereka semua menoleh dan melihat xinxin.


“nona, tubuhmu masih lemah, pikirkan tubuhmu dahulu”, jelas salah satu dari mereka.


“en”, sahut xin xin lemah.


...                                          


“kenapa kalian meninggalkan jiang wang ?!!”, ucap kesal kaisar zhong.


“wang sendiri yang meminta kami untuk membawa penduduk desa, yang mulia saat ini mungkin wangye sedang menuju ke ibukota”, jawab chao gu.


Ia melihat kaisar saat ini terlihat begitu cemas, ia sendiri sadar bahwa kaisar menganggap panglima perang sebagai saudara sesumpahnya tapi ia tak bisa berfikir bahwa kaisar begitu murah hati dan belas kasih. Tapi, dirinya sendiri selalu meningat ucapan wangye yang memerintahkannya untuk berhati-hati.


Tiba-tiba saja pintu besar dibelakang mereka terbuka dengan kasar, dan sesosok wanita muda dengan beberapa dayang yang mengikutinya berhenti didepan pintu membiarkan tuan mereka masuk kedalam ruangan kaisar.


Putri yang sangat disayangi oleh kakaknya itu dengan santai masuk kedalam ruangan pertemuan, sepertinya putri ini mendengar tentang kabar zheng bai yang masih tertinggal dibelakang. Wajah cantik putri xuan yi terlihat sangat kesal dan menahan emosinya.


“gege, apakah bai ge benar-benar tertinggal ?? hei kau, bagaimana kau bisa meninggalkan panglima mu !!!”, tunjuknya marah pada chao gu.


“maafkan saya, yang mulia putri, tetapi panglima sendiri yang memerintahkan kami untuk bergegas karena diwilayah desa an badai salju pertama sudah turun”, jelas chao gu.


“huh, siapa yang membiarkanmu berbicara”, jawab sinis putri xuan yi.


Chao gu hanya bisa menahan dirinya sendiri.


Kaisar zhong dun ming yang melihat bagaimana sikap adiknya ini sedikit menghela nafasnya.


“yi er mei mei, bagaimanapun juga chao gu adalah bawahan kepercayaan jiang wang, kau harus menahan dirimu, dan chao gu kembalilah, zhen akan menunggu hingga satu hari, jika jiang wang belum kembali kalian yang akan pergi mencarinya”, ucap kaisar zhong tegas.

__ADS_1


“mengerti, yang mulia kaisar”, jawab chao gu cepat. Ia mengundurkan dirinya dan menutup pintu, tapi sekilas ia mencuri dengan pembicaraan antara kaisar dan putri xuan yi, tanpa bisa ia halangi matanya berkilat dingin mencemooh.


Chao gu pergi menuju kediaman jiang, disana ia memerintahkan seluruh pelayan dan pengawal untuk membersihkan kediaman dan menghangatkannya. Sejauh yang ia lihat hanya pelayan lelaki dan juga pengawal lelaki, itu sudah cukup membuat rumor bahwa jiang wangye sedikit bengkok sangat memanaskan matanya karena ia sendiri juga sering menjadi sasaran rumor mereka ketika mereka pulang ke ibukota.


Ia sendiri juga tidak bisa memprotes tindakan jiang wang karena ia sendiri risih dengan keberadaan para pelayan wanita yang terlihat sangat centil dan juga berisik, setiap hari selalu membuat keributan untuk menarik perhatian jiang wang dan yang paling parah mereka berani menyelinap naik keatas tempat tidur tuan mereka. Bukankah itu sama saja mengantarkan nyawa dengan sukarela ???


mengerikan, pikir chao mengingat lagi semua perbuatan pelayan-pelayan wanita dikediaman ini. mama shi mendengar keributan asing dihalaman depan kediaman, ia bergegas pergi menuju halaman depan karena mengira bahwa zheng bai telah kembali, tapi yang ia lihat hanya sosok chap gu tanpa zheng bai disisinya membuatnya terkejut.


“gu er, dimana bai er ??”, tanya mama shi.


“ah, mama shi, apa yang anda lakukan diluar ?? disini dingin”, ucap chao gu.


“tidak apa, mama tua ini hanya ingin melihat dimana bai er ?? apakah ia tidak kembali lagi keibukota”, jawab mama shi.


“tidak, wangye masih dalam perjalanan”, jawab chao gu sopan.


“ah, baiklah”, jawab mama shi, wanita paruh baya itu berjalan kembali masuk kedalam.


...


Berita bahwa desa an telah habis terbakar dengan ganas hanya dalam satu malam membuat ibukota gempar dan heboh, banyak rumor yang berterbaran.


Kediaman menteri Li.


Li changhai yang mendengar bahwa desa li habis terbakar bergegas pergi keluar dari kediaman menuju tempat penampungan. Disana ia mencari keberadaan putrinya, tapi tak menemukan sosok putrinya diantara orang-orang desa an. Salah satu prajurit khusus yang berada ditempat itu melihat seorang lelaki yang sepertinya adalah bangsawan, terlihat dari cara pakaiannya yang berbeda dan berkualitas tinggi.


“ah, daren, apa yang anda cari ??”, tanya prajurit itu.


Li changhai menjelaskan tentang penampilan jing mei pada prajurit itu hingga ia dituntun ke tempat dimana xinxin dirawat dan sedang tertidur karena pengaruh ramuan obat, ia tak mengenali gadis itu, dan kembali ke kediaman dengan pikiran yang terus memikirkan jing mei.

__ADS_1


__ADS_2