
Malam damai semakin larut dan sunyi di barak militer perbatasan, beberapa orang prajurit secara berkelompok berjaga di sekitar wilayah perbatasan milik kekaisaran zhong dengan satu obor ditangan mereka dan yang lain menjaga tanpa obor mengikuti dengan hati-hati dan teliti. Seperti yang diperintahkan panglima muda mereka, tanpanya mungkin diam-diam musuh mereka akan tahu dimana keberadaan mereka dan menyerang dengan ganas tanpa bisa membela diri ataupun menyelamatkan nyawa mereka.
Chao gu yang memakai jubah hitam diseluruh tubuhnya saat ini berada didalam tenda utama barak. Ia melirik ke kanan kiri sekitar tenda utama karena merasa bahwa ada sedikit hal aneh dan janggal, biasanya ada satu atau tiga orang prajurit yang berjaga di sekitar tenda milik panglima dan itu ada jumlah paling sedikit kecuali atas perintah panglima jiang, secara berkala para prajurit akan berganti berjaga.
Chao gu dari dalam jubahnya diam-diam menggenggam pedangnya dengan erat, ia melirik sekitarnya dengan waspada dan hati-hati membuka kain pintu masuk kedalam tenda. Ia sedikit tersentak kaget saat melihat satu orang yang hampir ia injak didepannya ini, dan ketika ia membalikkan tubuh orang di depannya ini, samar bisa ia lihat genangan darah disekitar seseorang yang sudah dipastikan menjadi mayat didepannya ini.
Dimana zheng bai !!, pikir chao gu saat melihat pedang kesayangan zheng bai yang hanya tersisa sarung pedangnya teronggok dibawah baju zirah perang. Ia bergerak cepat dan melihat sekeliling ruangan didalam tenda yang saat ini tepat di tempat biasa zheng bai duduk telah koyak dan tercacah kasar dengan cacahan besar hingga ia pastikan itu adalah lubang besar yang baru di buat beberapa saat lalu.
Chao gu membunyikan peluit khusus yang ia ambil dari kantung bajunya, dan tak menunggu lama ia bergegas pergi dengan meninggalkan beberapa bekas petunjuk khusus agar orang-orang yang ia panggil ini mengikutinya.
Chao gu pergi masuk kedalam hutan gelap pekat, dan beruntung malam ini adalah bulan purnama, bayang-bayang pohon dan sedikit sinar remang bisa ia lihat jelas. ia bisa merasakan dibelakangnya beberapa orang ikut bergerak mengikutinya, chao gu mengangkat tangannya, ia memberi isyarat dan memerintahkan mereka untuk bergerak terpisah.
“apa yang kalian lakukan sampai tidak merasakan penyusup masuk !!”, desis chao gu dingin.
“kami tidak bisa merasakannya, jenderal, sepertinya mereka menyamar sebagai prajurit penjaga”, jawab seseorang di belakang chao gu.
“terus bergerak dan mencari”, jawab chao gu.
“mengerti, jenderal”, jawab orang-orang dibelakangnya.
Suara peluit yang terdengar melengking seperti suara burung terdengar dari arah selatan, chao gu beserta lima orang dibelakangnya memutar balik arah mereka dan bergerak kearah selatan dimana peluit dibunyikan.
__ADS_1
Dibawah sinar rembulan seseorang berdiri tegak dengan satu pedang ditangan kanannya dan ditangan lain terlihat kepala manusia yang terpotong ia lemparkan kesisinya. Lelaki yang hanya memakai setengah pakaiannya itu berbalik santai, sosoknya yang penuh dengan sisa-sisa cipratan darah segar dan aura gelap disekitar tubuhnya terasa dingin seperti kematian yang berhembus bagaikan dewa kematian.
Chao gu yang baru saja datang sedikit terkejut melihat kondisi zheng bai yang kali ini terlihat tidak seperti manusia biasa, dan sialnya ia tidak ingat bahwa setiap kali bulan penuh muncul kondisi panglima mereka ini selalu seperti itu. Dan sialnya nasib semua penyusup yang menyerang panglima jiang malam ini.
Rahasia panglima muda jiang yang hanya diketahui oleh beberapa orang dan chao gu adalah salah satunya. Dulu, ketika ia masih berusia lima belas tahun, kepalanya hampir saja putus jika saja ayahnya tidak lebih dulu menariknya menjauh dari sosok jiang zheng bai yang terlihat seperti kerasukan arwah jahat dan pendendam. Karena kejadian itu telah berulang kali terjadi dan dihari ketika bulan penuh muncul, pangeran muda jiao selalu terlihat hilang akal dan menginginkan kematian serta darah ditangannya. kaisar dan ayahnya mencari beberapa tabib dan cenayang tapi mereka bersumpah bahwa tubuh dan jiwa pangeran muda jiao-long tidak terkena ataupun kerasukan roh jahat. Sampai akhirnya karena tidak ada hal yang bisa menyembuhkannya dan semua cenayang diseluruh pelosok berkata bahwa pangeran kecil itu baik-baik saja, kaisar menyerah. dan setiap satu hari didalam satu bulan dan hari itu adalah bulan penuh muncul, ayahnya selalu membawa zheng bai berburu didalam hutan dan hal itu juga atas keputusan kaisar terdahulu. Sejauh ini yang mengetahui hal itu hanya ia, ayahnya dan juga dirinya sendiri. Rahasia ini akan ia telan bulat-bulat kedalam perutnya dan itu adalah janjinya kepada ayahnya sebagai teman sehidup semati dalam peperangan. Dan hingga saat ini tidak ada satupun orang yang mengetahui tentang rahasia mengerikan panglima perang jiang.
“jenderal muda chao”, ucap zheng bai dingin.
“baik, panglima”, jawab chao gu, ia melepaskan jubah hitamnya dan memberikannya pada zheng bai.
“tidak bukan ini”, jawab zheng bai.
Zheng bai memutar matanya karena kebodohan temannya ini, ia sedikit tidak percaya leher temannya ini masih tetap pada tempatnya selama mereka berada dimedan perang ataupun yang lainnya, dan untungnya otak lelaki ini masih berfungsi dengan baik saat melawan musuh, ia tak bisa membayangkan jika otak chao gu berhenti pada saat ini. tapi, ia tidak akan membiarkannya mati konyol jika itu masih ada dalam lingkupnya, mungkin, pikir zheng bai.
Jika chao gu mendengar isi kepala zheng bai pada saat ini, mungkin saja lelaki itu akan sangat-sangat gila dan frustasi karena pemikiran gila temannya.
“siapkan kuda, kita akan pergi malam ini, sepertinya mereka sangat menunggu kedatangan benwang atau kepala-kepala dibawah kaki benwang ini”, desis dingin zheng bai.
“ah, benar, bungkus semua kepala ini dan kirimkan dengan cepat di depan pintu gerbang ibukota”, perintah zheng bai dingin.
“baik, yang mulia”, jawab orang disamping chao gu.
__ADS_1
“apakah tidak apa-apa ??, kau bisa membuat keributan besar”, tanya chao gu.
“sejak kapan benwang tidak membuat keributan besar ?? bukankah kali ini kaisar baru juga harus tau dimana dan apa yang saat ini ia lakukan sangat memuakkan”, desis dingin zheng bai.
Zheng bai melemparkan jubah chao gu, ia berjalan kearah dimana barak militer kekaisaran zhong berada bersama dengan chao gu yang terus berceloteh bahwa mereka harus benar-benar mencari dan memilih prajurit karena kali ini sepertinya mereka berhasil dibodohi. Zheng bai hanya menggelengkan kepalanya, karena omelan chao gu sangat membuat telinga dan pikirannya terus berdenging.
“ah, benar, apakah kondisi tubuhmu baik-baik saja ??”, tanya chao gu.
“kenapa ??”, tanya zheng bai.
“aku takut, kau membabat kami seperti membabat rumput ilalang”, jawab chao gu lemah. Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.
Zheng bai hanya meliriknya tajam, tapi ia juga tidak menolak fakta itu karena apa yang terjadi pada tubuh, jiwa dan bahkan pikirannya.
“tidak, aku dalam kondisi sehat...”, jawab zheng bai dingin.
Chao gu tertawa senang karena jawaban zheng bai menenangkan hatinya, tapi tawanya langsung sumbang saat mendengar kalimat terakhir zheng bai.
“sepertinya”, lanjut zheng bai, ia sedikit tersenyum miring saat melihat chao gu menatapnya dengan tatapan menggelikan.
Chao gu yang melihat senyum miring zheng bai yang terlihat mengerikan tapi ia tahu lelaki ini tengah membuat lelucon, ia menonjok ringan bahu temannya itu dan tertawa terbahak-bahak, disampingnya zheng bai hanya menggelengkan kepalanya karena sifat aneh temannya ini.
__ADS_1