
“a niang, apa yang kau lakukan ??”, tanya li jiao li saat melihat ibunya dan dua selir lainnya terlihat begitu kelelahan dan
kesal.
“salam kepada selir kedua dan selir ketiga”, ucap li jiao li memberikan salamnya dengan menunduk lembut.
Selir sa dan selir shu melirik satu sama lain dan mengangguk. Keduanya bergegas pergi kembali ke halaman mereka meninggalkan kedua ibu dan anak itu belakang tubuh mereka.
“a niang, apa yang terjadi ??”, tanya li jiaoli.
“tidak ada, tapi, entah kenapa laoye
menurunkan semua kain-kain berkabung, itu sangat aneh dan membuat hati ibu mu
ini tidak tenang, jiao jiao ayo kita kembali kehalaman dahulu”, ucap niu mei yiniang pada putri berharganya.
“en”, jawab li jiao li lembut. Ia berfikir, apakah mungkin hal ini terjadi karena kedatangan lelaki tampan itu, tapi apa
maksudnya ??
“a niang, apakah ada tamu lain malam ini ??”, tanya li jiao li hati-hati.
Niu mei yiniang menoleh, ia mengangguk dan kemudian mendesah kesal.
“tamu laoye malam ini adalah pejabat tertinggi dikekaisaran, saat menyebalkan ketikan niang mu ini harus melayaninya dan ternyata ia dengan seenak hati pergi menuju tempat lain, lihat saja dimasa
depan xing xheng akan menjadi pejabat tinggi yang akan menyainginya”, keluh niu mei yiniang.
“tapi, bagaimana kau bisa mengetahuinya ??”, bisik niu mei yiniang.
“tidak, tapi, a niang, aku ingin pejabat itu menjadi suamiku”, ucap li jiao li tiba-tiba dan niu mei yiniang terkejut.
__ADS_1
“jiao jiao, sepertinya malam ini kau harus lebih banyak beristirahat”, desah niu mei yiniang.
“a niang, aku sangat yakin”, jawab li jiao li yang terlihat begitu yakin dengan piliihannya.
“akan a niang tanyakan pada laoye, sekarang kita harus memikirkan bagaimana cara agar status a niang naik dan dirimu menjadi nona muda resmi, siapapun dimasa depan jika dirimu adalah nona muda resmi, semua hal akan menjadi mudah”, ucap niu mei yiniang penuh ambisi.
Li jiao li yang mendengar hal itu memerah malu, ia bodoh, kenapa ia begitu di butakan malam ini karena ketampanan lelaki asing itu. Jika statusnya masih hanya seorang putri selir walaupun dipermukaan ia dikenal sebagai nona muda pertama kediaman menteri li tapi tetap saja orang-orang diibukota akan membicarakannya karena statusnya, ia tidak akan bisa menikahi seorang pejabat tinggi dan hanya bisa menjadi selirnya. Ia hanya bisa menjadi seorang istri resmi. Mata li jiao li berkilat penuh akan keserakahan, ia begitu menantikan masa depan cerahnya karena kematian kedua wanita malang ini sangat menyiksanya selama ini. dan sudah seharunya nona resmi pertama adalah miliknya dan lebih awal memang tetap menjadi miliknya. mata wanita muda itu berkilat, ia memikirkan masa depannya jika berhasil menikahi istanah kekaisaran atau mungkin kediaman bergengsi yang ada di ibukota. tapi, ia berniat ingin masuk kedalam istana kekaisaran dan menjadi permaisuri disana. senyuman ambisius perlahan mengembang di kedua belah bibirnya.
...
Li changhai saat ini melihat seorang gadis yang tengah tertidur lelap, nafasnya yang terdengar lemah tapi teratur lembut sedikit menenangkan hatinya.
“mei hua ku, bayi kecilku yang berharga, maafkan fuqinmu ini”, bisik li changhai, lelaki itu menggenggam tangan jing mei dengan erat dan lembut, seakan menyentuh sebuah porselin cantik dan berharga, ia begitu sangat berhati-hati untuk putrinya yang berharga satu ini.
Ia sendiri tahu apa yang terakhir kali jiang wang katakan dan peringatkan untuknya, bahwa mungkin saja kebakaran besar yang terjadi tidak mungkin terjadi jika tanpa sebuah tangan yang merencanakan.
Awalnya ia berfikir bahwa apa yang terjadi adalah kemalangan dari putrinya, tapi semakin ia memikirkan bahwa putrinya berhasil selamat dan berada dibawah tangan jiang wang, sangat mungkin ada sesuatu yang terjadi disana.
“apapun yang terjadi, jangan biarkan semua orang tahu bahwa jiang mei berada di halaman ini”, ucap li changhai pada shiming yang berada diluar kamar jing mei.
Li changhai hingga hampir matahari terbit berada didalam ruangan akhirnya memutuskan untuk keliar dari dalam kamar yang saat ini telah menjadi kamar jing mei. Ia keluar dari dalam ruangan itu, diluar kamar shiming masih setia berdiri dan menunggunya.
“katakan pada mama lou, untuk mengurus semua kebutuhan jing mei”, ucap li changhai memberikan perintahnya.
“ingat, berikan semua yang terbaik”, tegas li changhai lagi.
“mengerti, laoye”, jawab shiming.
Shiming melihat kepergian tuannya, ia begitu penasaran dengan sosok nona muda ini, yang ia ketahui sedikit tentangnya. Dan bagaimana laoye memperlakukan nona muda yang satu ini dengan hati-hati, ia juga harus lebih berhati-hati karena niu mei yiniang dan selir-selir lain jika mengetahuinya bisa saja melakukan sesuatu yang lain.
Dan juga lelaki yang membawa pulang nona muda ini, aura yang lelaki itu keluarkan sangat tidak biasa dan sangat gelap mengancam, seperti membawa sesuatu yang berbau kematian.
__ADS_1
“shiming, apa yang terjadi disini ?!”, ucap li changhai sedikit keras, shiming yang tidak mengerti apa yang diucapkan tuannya, ia bergegas pergi keluar dari dalam ruangan dan ikut tercengang tak percaya.
....
Dingin.
Gelap.
Kenapa semua awan ditempat ini begitu dingin dan gelap, sangat pekat dan kelam, dan terlihat tak ada kehidupan ditempat ini.
Dingin.
Jing mei membuka matanya, dan ia terkejut saat melihat sekelilingnya yang berubah.
Dimana lelaki itu ??, pikir jing mei. Ia mendudukkan dirinya, dan kembali melihat kesekelilingnya.
Tiba-tiba, ia dikagetkan dengan sebuah suara ketukan dari luar kamarnya.
“nona muda, anda sudah sadar, syukurlahh, laoye sangat menunggu anda dan begitu cemas sepanjang malam”, ucap mama lou.
Ia begitu senang ketika mendengar bahwa laoye secara pribadi memerintahkannya untuk menjadi pelayan asuh untuk nona muda pertama, awalnya ia tidak begitu senang karena mengira bahwa nona muda yang dimaksud adalah nona li jiao li, tapi mendengar bahwa nona muda pertama sudah kembali, ia seperti orang gila dan bergegas pergi kehalaman ini dengan membawa semua pelayan terbaik.
Jing mei yang masih sedikit linglung dituntun mama lou untuk berendam didalam bak air hangat, rasa hangat dan nyaman yang menyentuh kulitnya terasa menenangkan saraf-saraf ototnya yang tegang, pijatan lembut di kepalanya juga sedikit merilekskan pikirannya, saat ini ia sedikit bisa berfikir jernih.
“mama, apa yang terjadi ??”, tanya jing mei, saat ini ia duduk didepan meja rias elegan, sangat lembut dan terlihat begitu cantik walaupun terlihat tua ia merasa bahwa meja rias ini menyimpan banyak cerita dimasa lalu.
“untuk hal itu, anda bisa menanyakannya langsung kepada tuan besar, nona”, jawab mama lou.
Mama lou menyisir rambut jing mei dengan gaya rambut sederhana yang diinginkan nona mudanya. Walaupun hanya d iikat setengah longgar, kecantikan lembut gadis muda didepannya ini sangat terpancar dan memukau menyampingkan bahwa berat badan nonanya yang terlihat begitu ramping ini, jika sedikit menambah berat badannya dimasa depan nona mudanya akan menjadi kecantikan yang langka. Tapi, ia merasa bahwa gadis muda ini terasa sedikit dingin, dan tak terjangkau. Entah apa yang telah terjadi selama nona mudanya ini berada jauh di desa an, mungkin itu bisa menjadi penyebabnya, pikir mama lou.
Jing mei membuka jendela kamarnya, angin jernih dan segar menyentuh tubuhnya. aroma lembut mawar mewar melewatinya, ia melihat kedepan dan sedikit menahan dirinya. Ekspresi terlihat sedih, ia merasakan hal itu tanpa tau apa yang membuatnya sedih hanya karena melihat sulur-sulur mawar merah dan hitam yang tumbuh mengelilingi halaman ini, seakan memperingatkan bahwa tidak ada yang biasa masuk ke dalam tempat ini dengan aman. Tapi, hatinya tergaruk dan terasa sakit. ia merasa aman tapi tidak nyaman.
__ADS_1
Jing mei sedikit menghela nafasnya pelan.
Apa yang ia pikirkan, ia sedikit menggelengkan kepalanya, mengabaikan perasaan yang sangat mengganggunya ini.