
Wilayah luar kekaisaran Zhong saat ini terlihat seperti dunia putih, udara yang begitu dingin dan dingin menyelimuti hampir seluruh bagian daratan diwilayah kekaisaran Zhong. Pegunungan tinggi yang menjulang terlihat samar karena ribuan butiran salju yang turun. Saat ini badai salju terlihat mulai turun. Pasukan yang dibawa zheng bai terlihat sedikit mulai kewalahan karena ribuan butiran salju dingin mulai jatuh turun menempel mantel tebal mereka, ringkikan kuda yang ikut tertimbun salju terdengar dari sana. Sudah hamper setengah bulan mereka mengelilingi daratan wilayah kekaisaran dan saat ini masih belum menemukan hal yang mencurigakan, tapi tetap saja semakin menenangkan keadaan saat ini, semakin menyimpan bahaya besar juga didalamnya. Zheng bai semakin waspada, berbeda dengan medan perang, di ibukota segalanya tampak lebih rumit dan hal itu sangat membuatnya menjadi tidak sabaran ingin menebas semua kepala bangsawan-bangsawan itu.
Zheng bai yang memimpin pasukannya memberikan kode pada mereka agar berhenti dan membuat perkemahan kecil ditempat ini. Segera setelah mendapatkan perintah seluruh pasukan kecil yang ia bawa mulai membuat tenda yang cukup untuk mereka dengan api unggun ditengah-tengah tenda.
“isi stamina kalian dengan sesuatu yang hangat, pastikan tidak ada yang terlewat”, ucap zheng bai sebelum ia masuk kedalam tendanya sendiri.
“siap, panglima”, ucap serentak pasukan zheng bai.
Beberapa orang terlihat berjaga disekitar tenda secara bergilir, saat ini zheng bai yang berada didalam tendanya tengah berbaring dan memainkan liontin imperal jade milik jing mei.
Entah apa yang tengah ia pikirkan tapi ia terlihat terus memainkan liontin itu hingga tiba-tiba saja chao gu masuk kedalam tenda miliknya. Zheng bai melirik tajam chao gu yang masuk tanpa memberitahunya. Ia dengan cepat memasukkan liontin itu kedalam saku balik hanfunya.
Disisi lain chao gu yang tiba-tiba saja dimarahi zheng bai terlihat mengangkat kedua tangannya, tapi pandangannya teralihkan pada sesuatu yang sejak awal begitu menarik minatnya.
“aku sudah memanggilmu berulang kali, tapi aku tidak mendapatkan respon, wangye apa yang tengah kau lakukan kali ini”, ucap sekaligus goda chao gu. Lelaki itu mengangkat alisnya dengan ekspresi menyebalkan disana.
“berhenti bermain-main”, sahut zheng bai dingin.
“ya, ya, ya, jadi apakah milik nona muda itu ??”, tanya chao gu lagi.
“keluar atau kepalamu yang hilang”, balas zheng bai lagi.
chao gu tertawa puas tapi melihat tatapan zheng bai yang tajam ia hanya mengangkat kedua tangan dan bahunya lagi. Tanpa diminta, chao gu duduk.
__ADS_1
“beberapa burung pengantar pesan masuk”, ucap chao gu dengan ekspresi serius.
Zheng bai mengangkat alis.
“apa yang mereka katakan”, tanya zheng bai.
“benar seperti dugaanmu, Ketika kita berada di wilayah perbatasan, diam-diam pangeran kedua memimpin pasukan untuk menutup akses masuk semua kapal ke Pelabuhan kecil sungai ru zhong, semua yang dilakukan pangeran tampak dari luar terlihat seperti melindungi ibukota, tapi hal itu sangat berdampak untuk seluruh wilayah dikekaisaran”, jelas chao gu.
“siapa yang memberi izin pangeran kedua melakukan hal itu”, tanya zheng bai santai.
Chao gu terdiam, ia sangat tahu siapa yang bisa memberikan izin dan sangat tidak mungkin jika pangeran kedua bergerak sendiri. Tapi, ada yang membuatnya merasa janggal melihat bagaimana kepribadian pangeran kedua.
Zheng bai yang melihat chao gu hanya diam, ia terkekeh.
Suara kekehan dingin yang dikeluarkan zheng bai cukup membuat chao gu sedikit takut, ia tahu lelaki ini terlihat menahan rasa kesal karena dipermainkan seseorang.
“siap, yang mulia”, jawab chao gu.
Ke esokan paginya, seluruh pasukan yang dibawa zheng bai Bersiap dengan kuda mereka. Ditengah cuaca dingin yang ekstrim, pacu lajuan Langkah kaki kuda mereka bergerak di tengah hujan salju yang mendinginkan seluruh saraf tubuh mereka. Tapi, melihat wajah jiang wang yang terlihat begitu dingin dan lebih mengancam daripada udara disekitar mereka saat ini.
Pacuan kuda semakin bergerak dan terus bergerak mengelilingi wilayah kekaisaran Zhong. Entah telah berapa waktu berlalu, tapi bisa terlihat wilayah disekitar mereka yang sedikit mulai gelap, zheng bai tidak memperdulikan hal itu. Ia memacu kudanya diikuti oleh para pasukannya dibelakang memasuki wilayah yang sebelumnya pernah ia singgahi Bersama dengan jing mei.
Zheng bai sengaja memilih tempat yang sedikit tersembunyi diwilayah dekat penghalang sungai dibuat, entah apa yang tengah di pikirkan panglima jiao long saat ini. Tapi, ekspresi wajahnya yang jauh lebih dingin dari biasanya terlihat menyimpan sesuatu yang berbahaya.
__ADS_1
Tenda telah Kembali didirikan, api unggun besar juga telah dibuat untuk menghangatkan tubuh mereka. Saat ini setelah mengisi stamina mereka dengan makanan hangat, zheng bai yang duduk di depan api unggun bersama dengan prajuritnya yang juga mengelilingi api.
“besok, ratakan dinding penghalang”, desis zheng bai.
Suasana disekitar mereka turun drastic dengan apa yang diucapkan panglima mereka.
“panglima, apakah kaisar yang memerintahkannya ??”, tanya salah satu prajuritnya.
“apakah benwang pernah melakukan sesuatu yang membuat kekaisaran rugi, apapun yang terjadi didepan, dekrit kaisar berada di jalan kita”, jawab zheng bai mutlak.
Seluruh pasukan yang ia bawah terlihat mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan panglima mereka, pasukan yang terdiri dari dua puluh orang prajurit terbaik pilihannya mulai mempersiapkan energi mereka untuk hal yang akan mereka lakukan besok.
Disisi lain, tempat yang akan zheng bai serang terlihat ramai dan ramai berbeda dengan kamp militer yang tenang dan berat, kamp militer yang berada di luar dinding penghalang itu terlihat seperti tempat hiburan malam. Seluruh pasukannya berpesta dengan para Wanita panggilan yang sengaja mereka bayar dari desa.
Salah satu prajurit zheng bai yang tengah mengintai apa yang mereka lakukan terlihat sangat terkejut dan tak percaya dengan matanya sendiri, bahwa orang-orang tak bermoral ini sungguh memalukan. Ia dan seluruh pasukan shizi yang berada di perbatasan harus rela menanggung beban dan nyawa mereka setiap saat untuk melindungi kediaman diibukota serta seluruh wilayah kekaisaran tapi para pasukan yang berada dikekaisaran bertingkah seperti bangsawan gila yang senang melakukan pemborosan.
“menjijikan”, desis prajurit itu. Ia tak bisa membayangkan resiko mengerikan dimasa depan jika kekaisaran berada di dalam ambang peperangan jika memiliki pasukan seperti ini, salah satu hal yang benar jika harus melenyapkan tunasnya dengan bersih.
Prajurit itu dengan cepat menghilang bergabung dengan kegelapan malam.
Zheng bai mendengar apa yang dilaporkan bawahannya ini, sedari awal ia sudah menduga bahwa kamp militer ini sangat sembrono, terlihat dari beberapa tong-tong yang bergeletakan disamping tenda kamp serta aroma menyengat lain yang berasal dari salah satu tenda kamp.
Malam itu, udara terasa semakin dingin dan dingin.
__ADS_1
Lolongan srigala liar terdengar dari kejauhan saat malam semakin larut dan larut.
Kesunyian yang begitu menghanyutkan.