Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 49


__ADS_3

Zi han zhi yang saat ini berada diluar kamar milik jiang wang terlihat menundukkan kepalanya, Sebagian tubuhnya bersandar disamping dinding luar kamar zheng bai. Chao gu yang melihat kondisi han zhi yang terlihat sangat kelelahan itu perlahan mendekatinya.


“bagaimana”, tanya chao gu.


Han zhi menggelengkan kepalanya, ia mendongak melihat chao gu yang berada didepannya ini dengan pandangan mata agak buram. Ia hampir semalaman tidak bisa sedetikpun memejamkan matanya, begitu juga dengan chao gu yang saat ini kondisinya tidak jauh berbeda darinya.


Dibawah kelopak mata han zhi warna hitam tebal menggantung. Wajah tabib muda itu terlihat pucat karena tidak bisa tenang dan baru kali ini juga ia melihat sosok lain dari jiang wang yang tak pernah ditunjukkan pada siapapun walaupun ia sendiri tahu bahwa sosok didepannya ini adalah manusia berdarah dingin. Tapi, ia benar-benar sangat mengerikan, ia tak bisa mengatakannya secara langsung tapi ia benar-benar merasa sangat ketakutan semalam jika bukan karena chao gu yang berusaha membuat suasana disekitar mereka agar tetap tenang. Ia mungkin akan benar-benar ketakutan dan hilang akal.


Ia selama menjadi tabib baru kali ini dalam mengobati dan menyentuh beberapa anggota tubuh pasiennya merasa gemetaran gugup. Dan tangannya benar-benar gemetaran hebat.


“saat ini kondisinya sangat stabil, tapi kita juga harus tetap berjaga”, jawab han zhi.


Chao gu yang mendengarnya menghela nafas lega, ia sangat ingat aura spiritual yang berkobar hitam suram sangat mencekiknya keluar dari tubuh zheng bai dan lebih mengerikan lagi jika penyakit gilanya itu muncul ia sendiri tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan untung saja hal ini telah   berlangsung dengan aman.


Awalnya malam itu, ia yang lebih dulu telah sampai dikediaman terkejut karena kehadiran zheng bai yang melompat turun dari atas atap kediaman jiang wang. Dan ia lebih terkejut  lagi saat melihat sosok yang dibawa zheng bai kali ini mengalami hal sama seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu walaupun terbungkus didalam kain hitam, lewat pergelangan kaki ramping pucat itu chao gu bisa melihat luka yang dalam dan bekas darah yang mengering disepanjang kaki kecil wanita yang dibawa jiang wang ini. Dibawah sinar bulan yang redup, sosok jiang wang terlihat begitu menyeramkan.


Chao gu yang dalam kebingungan berusaha mengembalikan pikirannya, ia bergegas memberikan salamnya dan dengan cepat memerintahkan seluruh pasukan yang berjaga agar melindungi setiap sisi kediaman.


“CEPAT PANGGIL TABIB MUDA ZI !!!”, tekan chao gu. Suaranya terdengar serak, ia benar-benar sangat gugup saat ini.

__ADS_1


“jangan membuat keributan, CEPATT !!”, ucap chao gu menekan kalimatnya lagi, ia benar-benar gugup saat ini.


Zheng bai berjalan melewati chao gu dengan jing mei yang berada didalam gendongannya, ia mengeratkan tangannya dan berjalan memasuki kamarnya, zheng bai dengan satu tangannya yang lain menarik kunci rahasia.


Terdengar suara “draag” seperti sesuatu yang menggeser lantai kamarnya.


Sebuah ruangan rahasia dengan tangga yang menghubungkan bagiannya terlihat dibawah lantai ruangan kamar jiang wang, lelaki itu berjalan masuk kedalam ruangan yang gelap. Saat ia masuk, perlahan api-api obor di dalam Lorong berbatu itu hidup hingga menerangi ke ujung Lorong. Setelah tubuh zheng bai masuk kedalam sana, pintu diatas mulai tertutup dengan sendirinya.


Zheng bai semakin mengeratkan pelukannya ditubuh jing mei, ia juga secara berkala mengalirkan energi spiritualnya agar tubuh jing mei tetap hangat.


Hingga sampai di ujung Lorong.


Sebuah kolam dengan permukaan airnya yang jernih memantulkan cahaya biru kehijauan terlihat, dikelima sisi kolam pilar-pilar dengan rambatan bunga lotus putih dan mawar merah hitam menghiasi kelima pilar dengan lilitannya. Kabut samar keluar dari dalam permukaan air kolam jernih membawa aura spiritual yang murni dan lembut. Jika mendengarkan dengan mata tertutup, akan terdengar suara aliran air dibawah permukaan air kolam.


Aliran air jernih yang bisa membuat aliran kotor energi spiritual didalam tubuh bersih, selain itu juga bisa membuat seluruh luka tertutup tanpa cacat. Hingga saat ini tidak ada satupun manusia yang mengetahui tentang keberadaan kolam berharga ini bahkan kaisar saat ini tidak mengetahuinya.


Zheng bai mendudukkan dirinya disamping air kolam. Ia melepaskan topeng dan setengah pakaian atasnya.


Ia dengan sangat hati-hati membawa tubuh jing mei masuk kedalam air. Setengah tubuhnya telah terendam air, ia perlahan menenggelamkan seluruh tubuh jing mei masuk kedalam kolam. Kepala jing mei yang bersandar di ceruk leher zheng bai terlihat masih terkulai tak sadarkan diri.

__ADS_1


“mei er, mei hua”, bisik zheng bai.


Jing mei masih tetap menutup matanya. Wajahnya terlihat transparan putih pucat, kerutan yang tajam dikedua alisnya terlihat bahwa wanita ini begitu tersiksa dan sangat kesakitan, beberapa noda tanah masih menghiasi wajah jing mei membuat zheng bai dengan hati-hati membasuh wajah halus lembut jing mei.


“hah”, bisik jing mei tanpa sadar saat lukanya yang basah terkena air membawa rasa perih yang begitu menyiksanya, ia ingin membuka matanya tapi seberapa keraspun ia berusaha kedua matanya tak bisa terbuka. Ia sangat-sangat kesakitan, air mata mengalir dikedua kelopak matanya, ia tak bisa menahan isakan.


“bertahanlah sebentar lagi”, bisik zheng bai.


Zheng bai mengelap bibir jing mei dengan ibu jarinya dan saat ia menyadari bahwa bibir pucat kering ini juga terluka, ekspresi gelap menggantung diwajahnya. Bekas gigitan gigi, ia yakin jing mei berusaha keras menahan penyiksaan disana. Ibu jari zheng bai terlihat gemetar, ia berusaha sebisa mungkin untuk menahan emosi gila didalam dirinya. Sebuah bisikan tentang kehancuran dan kematian terus berdengung di pikirannya. Zheng bai menghembuskan nafasnya berat. Ia memejamkan matanya, dan saat ia membuka matanya bunga merah mekar terlihat dikedua bola mata zheng bai, ia memeluk tubuh jing mei, terus mendekatkan tubuh lemah ini kearahnya seakan-akan ia sendiri sangat takut akan dirinya sendiri dan takut bahwa sosok di dalam pelukannya ini akan lenyap. Apa yang ia rasakan saat ini begitu tumpeng tindih. Gejolak kekuatan spiritual besar yang selalu ia rasakan saat bulan purnama bisa ia rasakan didalam intinya mulai bergerak liar.


“mei er”, bisik serak zheng bai.


Zheng bai dengan hati-hati menurunkan pakaian jing mei, bahu putih yang terbuka saat ini memunculkan warna merah kehitaman di beberapa tempat, semakin turun pakaian luar jing mei luka-luka lebam dan beberapa goresan luka terbuka terlihat. Mata zheng bai yang terlihat dingin semakin mendingin melihat luka-luka yang menghiasi tubuh jing mei. Ia mengeratkan tangannya dikain hanfu jing mei yang basah kemudian membuangnya asal dan membiarkan dudou bersulam tetap merekat ditubuh jing mei.


*dudou : penutup perut/pakaian dalam.


“bedebah”, umpat zheng bai tajam.


Zheng bai perlahan meletakkan tubuh jing mei dipinggiran kolam, ia mulai membasahi tubuh jing mei yang tidak terkena air dengan air kolam, ia membasuh tubuh jing mei dengan penuh kehati-hatian. Meskipun beberapa luka tidak dalam, tapi tetap saja jika meninggalkan bekas luka akan membuat jing mei bertambah sedih.

__ADS_1


Air jernih yang mengenai luka di tubuh jing mei perlahan menutup dan hilang tak berbekas, sama halnya dengan lebam merah kehitaman mulai memunculkan warna kulit putih halus seperti telur yang baru dikupas. yakin bahwa semua luka telah tertutup, zheng bai kembali membawa lengan halus ramping jing mei kelehernya dan ia kembali membawa tubuh jing mei menuju ketengah-tengah kolam.


Ia setengah menenggelamkan tubuh jing mei dan hanya menyisakan wajahnya diatas air, zheng bai menahan kepala dan pinggang jing mei agar tubuh wanita itu tidak tenggelam. Bertahan pada posisi itu hingga setengah bakaran dupa, zheng bai perlahan mengangkat seluruh tubuh jing mei keluar dari dalam kolam. Membungkus tubuh itu dengan jubahnya, zheng bai berjalan keluar dari dalam ruangan rahasianya ini.


__ADS_2