
Saat matahari masih belum keluar dari tempatnya, pasukan zheng bai telah pergi menuju kearah dimana para pasukan yang di tugaskan untuk menjaga wilayah dinding penghalang sekaligus salah satu titik kamp militer lapis dua.
Pacuan kaki kuda militer yang menerjang masuk wilayah kamp militer yang bertugas untuk menjaga penghalang sungai. Suara kaki kuda yang bergerak menggetarkan tanah mulai menganggu ketenangan yang ada didalam wilayah kamp tersebut, tapi tak ada satupun dari prajurit yang berjaga keluar ataupun melihat apa yang tengah terjadi diluar kamp mereka. Zheng bai melihat betapa menjijikannya manusia-manusia ini.
“Chao gu, bawa beberapa orang dan cari dokumen yang mencurigakan”, ucap zheng bai.
“baik, yang mulia”, jawab Chao gu, ia memberikan kode pada lima orang dibelakangnya dan mereka bergegas pergi berpencar mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai petunjuk.
Setengah bakar dupa telah berlalu, ming chu dan prajurit-prajurit dibelakangnya terlihat keluar dari tenda-tenda itu dengan wajah memerah dan beberapa dari mereka terlihat menahan mual, tapi bisa dengan jelas terlihat dari mereka membawa sesuatu ditangan mereka. Dalam Cahaya gelap, zheng bai hanya tersenyum miring.
Melihat segala hal meributkan yang dari awal sengaja telah dilakukan oleh pasukannya dan mereka tampaknya masih setia untuk tidak menghiraukan apa yang terjadi cukup membuat segalanya menjadi lebih mudah kali ini. Zheng bai membuka salah satu gulungan yang sedikit lusuh, ia memicingkan matanya saat melihat tanda kecil dibalik tali gulungan itu. Sorot matanya semakin dingin dan dingin Ketika ia membaca isi gulungan itu.
Siapa orang dibalik keberanian mereka ini, bahkan tanpa takut mereka menyimpan gulungan-gulungan ini tanpa susah payah menghancurkannya, sepertinya seseorang dibalik ini sangat meremehkannya. Sorot mata zheng bai berkilat dingin.
“bakar”, desis zheng bai.
“baik, yang mulia”, jawab beberapa prajurit dibelakangnya.
Sekitar lima orang mulai turun dari kuda mereka dan berlari masuk ke dalam kamp militer didepan mereka ini dengan mengambil gagang obor yang terlihat mulai habis, mereka menambahkan Kembali minyak didalam obor itu hingga kobaran api yang besar mulai menyala. Beberapa orang dibelakang lima orang itu yang berjumlah sepuluh terlihat ikut serta mengambil obor lainnya, mereka membuang obor-obor yang hidup itu kearah kapal dan perahu. Bersamaan dengan itu, obor lain telah dilemparkan kedalam tenda lainnya.
Nyala api merah membara mulai terlihat menyambar kesegala arah ditengah cuaca dingin bersalju. Orang-orang yang berada didalam tenda militer terlihat masih belum menunjukkan tanda-tanda kesadaran mereka, rasa hangat yang tak mereka rasakan sepanjang musim dingin ini awalnya terasa nyaman membuat tidur mereka semakin lelap dan lelap hingga rasa panas membara mulai membuat kesadaran mereka secara mendadak bangun dengan panik.
Beberapa teriakan lain dari tenda-tenda di kamp itu terdengar nyaring. Beberapa orang prajurit terlihat berlarian dengan tubuh yang diselimuti api, berlarian mencari tempat dimana sumber air berada tapi sepanjang pencarian mereka hanya ada api merah besar yang mengelilingi tempat mereka.
Teriakan kesakitan dan putus asa terdengar dari dalam kobaran api itu, zheng bai dan pasukannya hanya menatap dingin kumpulan orang-orang didepan mereka yang mulai berjatuhan satu persatu.
__ADS_1
Saat sinar matahari muncul, seluruh kamp militer lapis kedua milik kekaisaran itu telah hangus dan rata, tak ada yang tersisa disana kecuali mayat-mayat tentara yang telah menghitam, hangus terbakar. Jejak kaki kuda milik pasukan zheng bai pun juga telah hilang tertutupi salju, dan pasukan itu telah lebih dulu pergi setelah memastikan bahwa para prajurit tak bermoral ini tak ada yang selamat.
Pasukan zheng bai bergerak menuju ke sisi dimana aliran pertama sungai ru zhong yang paling besar berada, wilayah milik kediaman militer bangsawan wen.
.
.
.
.
.
.
Kondisi kamp yang terlihat begitu sepi, sunyi dan hawa dingin suram yang terasa pekat di dalam area wilayah kamp militer lapis kedua yang saat ini hanya tersisa beberapa tiang kayu tenda kamp militer yang masih berdiri rusak kehitaman setengahnya. Tanah yang tadinya berdiri tenda-tenda militer itu rata dan telah penuh dengan tumpukan salju yang menggunung putih, sebagian timbunan salju terlihat tidak menutup habis beberapa area yang terlihat kehitaman. Bahkan beberapa kapal-kapal milik kamp militer kekaisaran seluruhnya tenggelam, beberapa mayat hitam yang membeku sebagian besar terlihat berserakan di beberapa tempat didalam kamp militer ini, terlihat bahwa mayat-mayat itu kemungkinan berusaha menyelamatkan diri mereka.
“Kamp militer lapis kedua telah hilang dalam beberapa hari yang lalu !!!!??”, ucap kaisar Zhong, ia menatap seluruh pasukan pemasok barang yang setiap bulan selalu ditugaskan untuk memberikan pasokkan barang untuk kamp-kamp penjaga di luar kekaisaran.
Kasim gao yang berada disamping kaisar juga ikut terkejut denga napa yang telah terjadi. Bahkan ia sendiri tidak bisa membayangkan siapa yang berani berbuat hal itu pada kekaisaran besar ini yang bahkan panglima jiao long sendiri berada di dalam ibukota.
“apa yang kalian temukan di sana ??”, tanya kaisar Zhong.
“tidak ada hal yang musuh tinggalkan, yang mulia. Tapi…”, ucap ragu-ragu pemimpin pasukan di depan kaisar ini dengan takut-takut.
__ADS_1
“katakan !!.. apa hal yang membuat kaisar ini harus menunggu ucapanmu !!!”, ucap tegas kaisar Zhong.
“semua prajurit benar-benar hangus terbakar, seluruh kamp militer telah hangus dan rata, yang mulia”, jawab ketua prajurit pemasok barang, wajahnya terlihat sangat tegang dan tegang.
“memalukan !!!”, bentak marah kaisar Zhong.
“yang mulia, turunkan emosi anda, yang mulia. jangan membuat tubuh naga anda merasa terbebani”, ucap kasim gao hati-hati.
Kaisar Zhong yang mendengar ucapan kasimnya berusaha mengatur nafasnya.
Ming hao yang melihat semua kondisi dari awal hanya diam, ia sedari awal bisa merasakan ada sesuatu.
“yang mulia kaisar, maaf jika pejabat rendahan ini menyela, tapi bisakah saya mengajukan sebuah pertanyaan pada ketua pasukan pemasok ini”, tanya ming hao hati-hati.
Kaisar mengangguk.
“selain keberadaan mayat-mayat itu, apakah kalian menemukan beberapa mayat yang berada diluar wilayah kamp ??”, tanya ming hao.
Ketua prajurit pemasok barang militer itu terlihat memikirkan kondisi di kamp militer lapis kedua.
“tidak ada, tapi bukankah tetap saja kamp telah diserang”, bela ketua prajurit itu. Ia terlihat tidak terima rekan sesama militernya mati dengan sia-sia.
Ming hao sedikit tersenyum miring.
“baiklah, jika itu menurut perkataanmu, saat ini kalian berada di depan kaisar dan satu saja kebohongan bisa mengantarkan kepala-kepala ke atas benteng kekaisaran”, ucap santai ming hao.
__ADS_1
Sunyi.
Suasana di aula pengadilan kekaisaran turun drastis karena ucapan pejabat tinggi tingkat keempat, ming hao hanya menatap datar kearah mereka. Saat ini, pikiran pejabat tinggi muda itu tidak bisa terbaca oleh siapapun.