
Wilayah militer bangsawan wen.
Wilayah ini diberikan kaisar pertama kepada bangsawan wen terdahulu karena jasanya yang besar menemani dan melindungi kaisar dalam peperangan memperebutkan wilayah kekaisaran Zhong dan membuat keempat Kerajaan di daratan fangxiang berada dibawah kuasa kekaisaran Zhong. Dan hal ini juga yang membuat bangsawan wen merasa diri mereka tinggi karena salah satu bangsawan yang mempunyai wilayah sendiri. Walaupun hal ini telah terjadi selama ratusan tahun yang lalu tapi anak keturunan bangsawan wen dan kekaisaran zhong tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Zheng bai yang sengaja menyembunyikan keberadaannya saat ini tengah berada disalah satu penginapan wilayah bangsawan wen. Wilayah yang terbelah menjadi dua karena ada aliran Sungai besar ditengah-tengah kota ini terlihat unik karena beberapa jembatan terlihat saling menghubungkan satu sama lain daratan dikota ini.
Kondisi wilayah ini jauh lebih tenang dan nyaman, walaupun Sungai yang sedikit membeku tapi perahu-perahui nelayan mulai tampak lalu-lalang ditengah-tengah aliran Sungai yang mulai mencair, bahkan beberapa orang pedagang tampak bergerak aktif dipinggiran Sungai. Zheng bai hampir menghabiskan Sebagian besar waktunya berada diwilayah bangsawan wen, sudah terhitung hampir tiga bulan ia berada diwilayah ini dan tiga bulan yang lalu mereka berada di luar wilayah kekaisaran. Setengah tahun telah berlalu.
“yang mulia, sepertinya bangsawan wen melakukan sesuatu”, ucap salah satu prajurit pasukan miliknya.
“bagaimana dengan jumlah pasokan senjata militer mereka ??”, tanya zheng bai.
“lebih banyak dari dugaan anda, yang mulia”, jawab prajurit itu.
Beberapa ketukan terdengar dari luar, kode yang mereka berikan satu sama lain, zheng bai mengangguk pada prajuritnya ini. Prajurit itu bergegas pergi membuka pintu tapi suara sesuatu yang jatuh mengalihkan perhatian zheng bai.
Ia memakai jubahnya dan menarik pedangnya. Beberapa Langkah kaki perlahan masuk kedalam kamar penginapannya, mendengar langkah kaki yang datang semakin dekat zheng bai langsung keluar dari jendelanya dan masuk kedalam kerumunan orang-orang yang lewat.
Prajurit militer bangsawan wen.
Sepertinya aktivitas mereka telah diketahui.
Zheng bai bergerak ke sisi lain penginapan dimana chao gu berada dengan setengah prajurit mereka. Penginapan yang digunakan chao gu cukup mencolok dan sangat berisik, dan benar saja didalam sana selain penginapan juga merangkap sebagai rumah bordil.
Zheng bai hanya memutar matanya bosan. Ia masuk kedalam penginapan itu dan sedikit memberi kode lewat matanya. Lelaki itu bergegas naik ke lantai atas diikuti beberapa orang setelahnya.
“Tarik mundur semua prajurit yang tersebar”, ucap zheng bai.
“baik, yang mulia”, jawab prajurit zheng bai.
__ADS_1
Hampir memakan waktu sekitar tiga bakaran dupa, beberapa orang berkumpul didalam ruangan penginapan, dari dua puluh orang terlihat hanya tersisa empat belas termasuk zheng bai.
“dimana chao gu ??”, tanya zheng bai.
“kami belum bisa menemukan keberadaan wakil ketua, yang mulia”, jawab cepat salah satu prajurit.
“yang mulia, tuan chao mengirimkan sesuatu”, ucap prajurit yang terlihat baru saja masuk kedalam ruangan.
“dia tertangkap”, bisik zheng bai.
Sepertinya karena hal ini mereka ketahuan karena wajah chao gu sebagai wakil sekaligus bawahannya yang setia telah terlihat dimana-mana. Saat zheng bai melihat kearah luar jendela kereta kuda kediaman bangsawan yang begitu ia kenal melewati penginapan.
Kereta kuda kediaman bangsawan li.
Ada tiga kereta yang lewat, ia mengingat-ingat sesuatu dan perlahan matanya berkilat.
.
.
.
.
.
Jing mei yang sendirian didalam keretanya saat ini melihat dari balik tirai tipis kereta kudanya, kota wilayah bangsawan wen. Suasana ditempat ini terasa damai dan tenang. Karena usia mama lou, keadaan tubuh Wanita itu sangat mengkhawatirkan jika mengalami perjalanan jauh, jadi ia secara pribadi melarang mama lou untuk mengikuti perjalanan awal musim mereka untuk mendoakan arwah leluhur kediaman perdana menteri di biara.
Kehidupan jing mei didalam kediaman perdana menteri juga sedikit nyaman karena ia sendiri secara pribadi tidak keluar dari dalam halaman persiknya, dan juga karena tubuhnya yang lemah ini ayahnya mengizinkannya untuk tetap berada didalam halaman selama hampir setahun belakang ini untuk memulihkan tubuhnya.
__ADS_1
Status jing mei yang Kembali kekediaman membuat jiao li yang biasanya memakai kereta tingkat pertama harus turun memakai kereta khusus untuk para anak selir, begitu juga dengan shan li dan juga shen li yang berada di kereta paling belakang. Apa yang diberikan ayah mereka pada jing mei membuat kecemburuan mereka semakin besar, tapi mereka sebisa mungkin untuk tidak menunjukkan hal itu.
Kereta telah sampai di kuil wilayah militer wen.
Saat jing mei turun, ia sedikit takjub saat melihat beberapa pohon kering yang terlihat mulai memunculkan bintik kecambah hijau di dahan-dahannya. Dan saat ini mereka dituntun ke ruangan yang berbeda, tak ada percakapan sepanjang perjalanan memasuki biara. Para biarawati yang menyambut kedatangan nona-nona muda bangsawan ibukota itu juga memakluminya sebagai tanda keletihan perjalanan para nona muda kediaman bangsawan ibukota ini.
“nona, ruangan mana yang akan anda tempati ??”, tanya biarawati para mereka.
“aku ingin ruangan yang paling besar, penyakit lama ku akan datang jika aku menempati ruangan sempit”, ucap jiao li lemah.
“maafkan saya, nona, tapi tempat paling besar ditempat ini telah dipesan oleh seseorang Adapun tempat kedua telah dipesan untuk nona muda pertama, apakah anda nona muda pertama kediaman li ???”, tanya biarawati itu sopan.
“ya, ak,,”, ucapan jiao li terhenti, ia sedikit memerah malu karena lupa bahwa ia bukan lagi nona muda pertama dikediaman li.
“tidak apa, aku bisa memakai ruangan mana saja”, ucap jing mei.
Shen li dan shan li yang mendengar ucapan jing mei dengan girang memilih ruangan lain yang menurut mereka nyaman, disisi lain jiao li yang terlihat menahan malu pergi dengan cepat ke arah ruangannya sendiri. Setelah ketiganya pergi hanya tersisa jing mei dan biarawati tua itu, keduanya berjalan santai menuju ruangan kamar lain yang sedikit jauh dari tiga ruangan lainnya yang sudah ditempati.
“nona, kenapa anda menyerahkan sesuatu yang jelas adalah sesuatu yang sudah disiapkan pribadi untuk anda”, tanya biarawati tua disamping jing mei.
“aku tidak suka perdebatan, selagi itu layak untuk ku pakai dan nyaman untuk ku tiduri aku tidak akan mengeluh”, jawab jing mei tersenyum.
Mata biarawati tua itu terlihat terkejut dengan apa yang ia dengar. Ia selama menghabiskan sisa hidupnya didalam biara sangat jarang menemukan sosok nona muda yang bisa mengalah untuk yang lain, tapi sikap ini juga akan merugikan diri sendiri dimasa depan. Seakan mengetahui apa yang dipikirkan biarawati tua disampingnya ini. Jing mei tersenyum lembut.
“dimasa depan aku tidak akan menerima satu kerugian apapun”, ucap jing mei lembut dengan sorot matanya yang terlihat berbinar jernih.
Jalan menuju keruangan tempat yang akan ia tinggali sedikit lebih jauh masuk kedalam, dan sepertinya tempat ini adalah taman dengan kolam kecil disudut dekat ruangan miliknya. karena sebelumnya shan li dan shen li tidak ingin memakai ruangan yang sama, jing mei memilih ruangan lain agar lebih sedikit jauh dari mereka terutama jiao li, ia sedikit tidak nyaman dengan gadis muda itu.
Tanpa jing mei sadari, seseorang tengah melihat pergerakannya hingga ia menghilang di balik pintu ruangan kamar yang akan ia tempati lima hari kedepan.
__ADS_1