Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 21


__ADS_3

Musim salju yang dingin telah menutupi wilayah kekaisaran zhong, dedaunan yang sewarna tenggelamnya matahari kini telah habis digantikan dengan ranting-ranting yang membeku dingin.


Jing mei tidak tahu berapa lama ia berada didalam tempat ini, tapi ia yang telah terbiasa terkurung didalam sebuah tempat hanya bisa menikmatinya dalam diam walaupun dirinya sendiri tahu bahwa ia hanya pasrah atas ketidaktahuannya.


Ia merasa bahwa dirinya sangat menyedihkan.


Momo lou yang saat ini menyisir rambutnya dengan ikatan sederhana, tapi seorang pelayan tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan dan memberikan sebuah berita bahwa tuan besar li akan membawa keluar dirinya.


“momo, apakah fuqin ingin membawaku keluar ??”, tanya jing mei pada ibu asuhnya saat ini, momo lou.


Momo lou yang mendengar ucapan nona mudanya terlihat terkejut, tapi ia langsung tersenyum senang saat ingat bahwa hari ini adalah festival besar perayaan musim dingin.


“benar, benar, nona, anda akan melihat ribuan lampion terbang dan berdoa”, sahut momo lou senang.


Jing mei sedikit tersenyum tipis mendengar ucapan momo lou yang terdengar begitu bersemangat dan senang.


Saat ini di depan kediaman li, seluruh selir dan anak-anaknya terlihat menunggu ayah dan suami mereka yang terlihat tengah menunggu sesuatu. Li jiao li yang saat ini telah memakai mantel jubah bulu rubah berkualitasnya terlihat sangat mengeluh dan tidak tahan, tapi ia berusaha menahan keluhannya begitu juga dengan kedua saudara perempuannya yang lain.


Mereka semua terlihat mempertahankan martabat mereka dan terlihat sangat tulus menunggu li changhai untuk turun dari pintu masuk kediaman. Dan begitu terkejutnya mereka saat melihat seorang gadis muda keluar dengan momo lou yang berada dibelakangnya, li changhai yang melihat putrinya keluar bersama dengan momo lou langsung tersenyum senang, sedangkan orang-orang dibawahnya terlihat tercengang kaget.


“fuqin, apakah fuqin membawa ****** itu sebagai selir muda ??!!”, ucap tak percaya li quon.


“kurang ajar !!.. tutup mulutmu !!!... dia adalah nona muda utama kediaman ini !! dan lagi umur diantara kalian tidak berbeda jauh, fuqin harap semua mengerti”, ucap marah li changhai.

__ADS_1


Li changhai menahan emosinya kali ini karena ia sendiri yang akan mencari tahu siapa dalang dibalik ketidaktahuannya tentang kondisi putrinya sendiri, ia sendiri juga sangat menyadari bahwa ia begitu bodoh dan sangat bodoh selama bertahun-tahun ini menyerahkan segala sesuatu kepada para selir-selirnya terutama niu mei, ia akan mencari semua bukti yang disembunyikan wanita itu dibelakangnya.


Semua orang terdiam tak percaya mendengar hal itu.


Dan yang paling terkejut diantara mereka adalah niu mei yiniang, dan kedua anaknya. Mereka menatap dingin kearah jing mei yang saat ini berada disamping ayah mereka.


****** kecil !!, umpat niu mei yiniang didalam hatinya. Ia berusaha mempertahankan ekspresi wajahnya agar terlihat baik, tapi tetap saja saat ini ekspresinya terlihat aneh dan bengkok. Dibelakangnya sa yiniang dan shu yiniang menahan diri mereka.


Sa yiniang cepat-cepat memukul lengan anaknya, li quon.


“astaga, laoye, maafkan quon er yang tidak terdidik, mungkin saja ia sedikit terkejut dan tidak percaya”, ucap sa yiniang malu-malu, ia menundukkan kepalanya, terlihat merasa bersalah dihadapan tuan besar kediaman bangsawan li.


“ah, laoye, maafkan selir kecil ini karena kurang tegas memberikan guru etiket untuk semua anak-anak, tapi mereka hanya anak-anak yang masih belum bisa menahan emosi dan ucapan mereka di masa muda ini”, sahut niu mei yiniang, ia menyentuh tangan su yiniang dan terlihat melakukan kasih sayang antara saudari perempuan yang ramah satu sama lain.


Li changhai yang melihat selir-selirnya yang berusaha membuat suasana disekitarnya agar tidak hancur hanya bisa melemparkan masalah ini kebelakang. Tapi, ia juga tidak akan membiarkan hal lain terjadi dimasa depan. Dan jika itu terjadi mungkin akan berbeda dengan sekarang ini.


Dari awal hingga akhir ia masuk kedalam kereta, jing mei bisa merasakan tatapan tajam yang terasa menembus punggungnya. Sekilas ia melihat kearah dimana ia merasakan tatapan itu, ternyata ia melihat seorang gadis muda dan tuan muda disamping niu mei yiniang. Ia mengingat kedua orang itu, li xing xheng dan li jiao li. Ia sangat jelas mengingat bagaimana xing xheng dan jiao li yang berusaha mengambil semua barang dan mainan miliknya yang dulu sempat ayahnya berikan, ia samar bisa mengingat bahwa kasih sayang antara ia dan jiao li terlihat jelas waktu itu. Tapi, ia hanya masa lalu, ia tak ingin memikirkannya lagi.


“mei er”, panggil li changhai saat ia melihat putrinya ini duduk diam terlihat tengah memikirkan sesuatu.


“apa yang mereka katakan dan lakukan, jangan kau pikirkan, jika mereka mengganggumu, fuqin yang akan melindungimu, jadi jangan sungkan, katakan apapun yang ingin mei er katakan, fuqin akan lakukan”, ucap li changhai lembut.


Jing mei terdiam mendengar ucapan ayahnya, ia tak pernah merasakan rasa kasih sayang antara orangtua dan anaknya. Dan bagaimana cara ia menanggapi apa yang ayahnya katakan padanya, ia bingung untuk menjawab dan meresponnya. Ia terlihat memikirkan sesuatu, dan sedikit berdehem.

__ADS_1


“a die…”, panggil lembut jing mei.


Li changhai yang mendengar panggilan lembut anaknya untuknya terlihat begitu terharu.


“a die, dimasa depan bisakah aku tetap berada dihalamanku ??”tanya jing mei.


“apapun, apapun yang mei er inginkan a die akan berikan”, ucap li changhai serius. Ia benar-benar serius dengan apa yang ia ucapkan, hatinya masih terasa sbegitu sakit dengan sikap bodohnya selama ini.


Li changhai yang melihat wajah tirus pucat putri kecilnya ini merasa sangat sakit hati, entah apa yang telah terjadi dibelakang punggungnya. dimasa depan bagaimanapun caranya ia akan menjaga giok kecil berharga miliknya dan istrinya ini.


Dan lain hari, ia juga akan berkunjung ke kediaman jiang wang untuk mengucapkan rasa terima kasihnya secara resmi.


Malam ini festival musim dingin dilakukan di istana kekaisaran, tahun ini kaisar secara khusus memperbolehkan para pejabatnya untuk membawa beberapa selir kesayangan para pejabat istananya dan juga beberapa anak-anak mereka. Karena hal ini, tentu membuat semua selir-selir dikediaman bangsawan menjadi senang. Mereka juga bisa mempromosikan putra dan putri mereka agar naik status atau jika beruntung kaisar sendiri yang akan mengambil nona-nona muda bangsawan sebagai selirnya diistana.


Entah apa maksud kaisar, tapi mereka akan memanfaatkan semua keberuntungan yang diberikan kaisar di perjamuan ini.


Kereta kuda kediaman li berhenti tepat didepan pintu masuk istana yang digunakan untuk perjamuan.


Jing mei gugup, ia bisa mendengar suara-suara yang terdengar disekitarnya. Li changhai yang melihat putrinya gugup, ia mengetuk ringan punggung tangan jing mei, tangan tua kasarnya terbuka. Jing mei melihat tangan ayahnya terbuka, ia menyentuh lembut tangan ayahnya yang terasa kasar diatas kulitnya namun secara bersamaan ada rasa hangat disana, perlahan rasa gugupnya sedikit mereda.


Li changhai membawa jing mei masuk kedalam ruang perjamuan masih dengan tangan yang menuntun putri kecilnya ini, beberapa bangsawan terlihat kebingungan saat melihat perdana menteri li yang tak pernah memperlakukan nona muda ataupun selirnya secara khusus kini terlihat membawa hati-hati seorang nona muda yang tampak kurus dan lemah, begitu pucat.


Jika bukan karena rambut sehitam malam gelap nona muda itu yang disisir rapi, dan dibuat menjadi sanggul dengan diikat jepit rambut halus perak berantai yang bergerak lembut dibelakangnya. Hanfu biru lembut yang terlihat sedikit longgar ditubuhnya yang terlihat kurus namun ramping, tapi terlihat juga tidak sehat seperti seorang penyakitan.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan gadis muda dibelakang nona muda ini, sangat bersinar dan memilik proposisi badan yang pas serta wajah menyegarkan yang segar. Seluruh kekaisaran tahu, li jiao li, kecantikan nomor dua setelah putri keenam kekaisaran, zhong xuan yi.


Jing mei semakin mengeratkan genggaman tangannya. Bagaimana pandangan mata yang melihatnya dengan tatapan menilai dan membandingkan membuatnya risih. Walaupun ia gugup, tapi ekspresinya tidak memperlihatkan bahwa ia gugup dan takut. Ekspresinya yang dingin dan acuh tak acuh didalam tubuh ramping kecilnya terlihat sangat anggun bermartabat dan tak tersentuh. Aura bangsawan yang ia miliki membuat sebagian bangsawan yang memandangnya remeh mulai memiliki rasa segan mereka untuk menilai diri jing mei lebih jauh.


__ADS_2