Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 6


__ADS_3

Rombongan prajurit yang dipimpin zheng bai memasuki desa an, mereka seakan-akan tidak pernah melihat ataupun melakukan apapun diperjalanan mereka sebelumnya dan bahkan ketika beberapa orang lelaki dari desa itu dengan membawa obor di tangan mereka yang terlihat mencari seseorang dari desa itu, zheng bai tetap melanjutkan perjalanannya. Ia terlihat dingin dan tak perduli terus membawa kudanya menuju penginapan yang biasa mereka tempati didesa itu. Terlihat juga para lelaii dewasa yang berada didesa an tidak ingin membuat keributan besar dengan para tamu yang sering mereka lihat itu, alhasil kedua rombongan itu hanya saling bertemu jalan dan melewati.


Zheng bai dengan santai turun dari atas kuda perangnya, ia langsung berjalan masuk kedalam penginapan dengan diikuti para prajurit dibelakangnya. Saat ini pakaian mereka terlihat tidak begitu mencolok karena jubah besar hitam khas menutupi tubuh mereka, rapat.


“bibi, seperti biasa, tuan kami ingin menempati satu malam dan makanan hangat untuk sepuluh orang termasuk tuanku”, ucap chao gu.


Wanita tua yang dipanggil bibi itu mengangguk senang saat melihat pria-pria yang selalu menempati penginapan sederhana datang lagi. Ia senang karena setiap pria-pria ini termasuk tuan muda ini menginap, sekantung ingot emas penuh menjadi bayarannya dan itu lebih dari cukup untuk membangun kembali penginapannya serta kebutuhan lainnya selama setahun penuh.


Zheng bai yang berada didalam ruangannya saat ini duduk, kepulan asap ringan dengan aroma khas masakan desa an memenuhi indera penciumannya. Zheng bai hanya melihat masakan hangat yang tersaji didepannya dengan tatapn dingin tanpa minat, ia hanya menyesap lembut tehnya dan melihat kearah luar jendela yang terbuka lebar, saat ini malam begitu gelap dan terlihat mendung. Ia bisa sedikit lebih bersantai malam ini.


Malam yang damai. Ia sangat menikmatinya tapi ia mengetahui bahwa sesuatu yang tenang bisa membawa banyak bencana didalamnya. Ketukan pelan dari arah pintu mengalihkan pandangan zheng bai. Ia menaikan alisnya ketika chao gu masuk kedalam kamarnya.


“bibi pemilik penginapan membuatkan semua orang kue bulan”, ucap chao gu, ia meletakkan piring yang ia bawa itu di atas meja zheng bai.


“apa yang kau pikirkan tentang orang-orang itu ??”, tanya chao gu.


“entahlah”, jawab zheng bai dingin, tak ada perasaan apapun didalam matanya yang selalu dingin dan kejam.


“kuharap dimasa depan, jiang wangfei memiliki hati yang tegar”, ucap chao gu.


Zheng bai meliriknya sekilas dan kembali menyesap tehnya seakan apa yang diucapkan temannya ini hanyalah angin lalu ditelinganya.

__ADS_1


Chao gu yang melirik zheng bai yang terlihat tidak goyah ataupun memilik sentimental layaknya manusia, ia hanya menghela nafasnya. Sosok didepannya ini benar seorang panglima jiang yang terkenal mengerikan. Seorang panglima berdarah dingin dan kejam.


“baiklah, aku akan mengurus sesuatu untuk perjalanan besok pagi”, ucap chao gu sambil berlalu pergi.


Zheng bai mengangguk ringan, dan ruangan kembali sunyi.


Malam ini berbeda seperti malam-malam biasanya, begitu gelap dan pekat, tidak ada satupun cahaya bintang yang menggantung diatas sana, seakan hujan besar akan turun dengan deras. Udara beberapa kali lipat lebih dingin dari biasanya. Malam yang sunyi. Suara jangkrik dan burung malam terdengar dari arah hutan yang kini hampir sebagian dedauannya telah runtuh dan menumpuk hitam diatas tanah.


Aroma sesuatu yang terbakar terbang terbawa angin memasuki kamar penginapan zheng bai. Lelaki itu bisa mengetahui bahwa ada sesuatu yang besar telah terbakar, tapi suara teriakan panik dan juga beberapa orang berlarian semakin terdengar keras dan ramai.


Zheng bai menarik jubah luarnya, dan pedangnya.


“kau, perintahkan semua penduduk untuk pergi sejauh mungkin !! sekarang !!”, ucap zheng bai tegas.


Prajurit yang diperintahkan zheng bai itu mengangguk cepat, ia bergegas turun dan memberi tahu semua teman-temannya perintah panglima jiang. Tanpa keraguan, semua prajurit khusus itu membawa dan menunjukkan jalan kepada penduduk desa an agar pergi mengikuti mereka.


Wajah zheng bai saat ini terlihat sangat gelap dan mengerikan. Cahaya perak bulan purnama mulai terlihat dari balik awan hitam yang menggulung. Disisi lain, chao gu yang menerima pesan dari bawahannya saat ini terkejut, benar-benar terkejut karena ia tak menyangka bahwa bulan penuh akan muncul dua kali dalam bulan ini. ia terlihat sangat panik.


“apapun yang terjadi, kalian harus menjauh sejauh mungkin dari desa ini, CEPATTT !!!”, teriak chao gu.


Desa an yang selalu terlihat damai saat ini terlihat mengerikan, kobaran api besar melahap habis rumah-rumah kayu dan semua hal didesa itu. Orang-orang berlarian dengan rasa takut dibawah sinar cahaya bulan penuh, tangisan anak-anak kecil dan ratapan para wanita dari desa an yang menangisi rumah serta harta kecil berharga mereka bercampur kepanikan besar. Tak ada satu pun yang tersisa karena kobaran api merah, sangat besar dan ganas melahap apapun.

__ADS_1


Semua prajurit termasuk chao gu membawa penduduk kesisi lain desa, dari kejauhan chao gu bisa melihat bagaimana terangnya kobaran api ganas itu.


“kalian semua, buat baris pertahanan dan lindungi semua penduduk”, ucap chao gu.


Prajurit kekaisaran shizi yang secara khusus telah bersumpah hidup dan mati untuk kekaisaran itu dibawa zheng bai dalam perjalanannya kali ini, dan saat ini kesepuluh orang itu bergerak cepat mengikuti perintah jenderal muda chao. Jika jenderal dan panglima mereka telah memerintahkan sesuatu, kemungkinan besar ada sesuatu yang buruk menantin mereka saat ini.


“BEDEBAH !!!”, umpat chao gu saat melihat ribuan anak panah berlapiskan api di ujungnya bergerak cepat masuk kedalam kobaran api di sisi lain desa yang masih belum terbakar.


Disana penginapan itu berada !!!, karena posisi rumah penginapan sedikit lebih jauh dari rumah-rumah didesa an membuat api tidak membakar penginapan itu. Dan orang-orang itu kenapa mengincar semua rumah didesa an. Chao gu menahan geraman marahnya, tapi ia tak bisa berbuat apapun karena tuannya mungkin saja saat ini telah kehilangan kendali dan mangsa yang paling empuk adalah para bajingan ini.


Semua penduduk yang tadinya terkejut karena umpatan sosok asing yang menolong mereka itu ikut melihat kearah dimana sosok lelaki muda itu mengumpat, dan mereka terkejut sekaligus tak percaya karena sisi lain desa yang masih selamat dari kobaran api diserbu banyak panas berapi.


“astaga, disana, disana,halaman milik nona bangsawan muda lemah itu”, ucap salah satu dari penduduk an.


Chao gu yang mendengar ucapan penduduk itu sedikit terkejut, ia hanya bisa mendoakan agar nona muda itu bisa selamat, entah dari kebakaran ini, ujung panas berapi atau yang terburuk dari pedang tajam yang bergerak liar.


BEBERAPA JAM SEBELUM KEJADIAN, dihalaman milik nona pertama bangsawan Li, Li Jing Mei.


Xin xin terisak penuh penyesalan, ia dengan hati-hati membungkus tubuh tuannya dengan kain lusuh dan menggendong tubuh jing mei diatas punggungnya. Xin xin dengan hati-hati meletakkan tubuh jing mei diatas gerobak kecil, gadis pelayan itu cepat-cepat mengambil jerami dan menumpuknya diatas tubuh jing mei, setelah merasa bahwa tubuh tuannya tertutup sempurna. Xin xin mendorong gerobak itu dan membawanya ke pinggir hutan dimana ia biasa datang ke tempat itu. Menoleh kekanan dan kekiri, merasa bahwa tempat ini aman. Xin xin menurunkan tubuh tuannya dan menumpuk jerami kering diatas tubuh tuannya.


“xiaojie, maafkan pelayan bodohmu ini hiks hiks... maafkan akuu... hiks hiks”, bisik xin xin yang langsung bergegas membawa kembali gerobaknya dan berlari pergi meninggalkan tubuh jing mei di hutan.

__ADS_1


__ADS_2