
Chao gu saat ini duduk di atas sebuah kursi, seluruh tubuhnya terikat kuat, beberapa orang juga berada disamping kanan dan kirinya dalam posisi sama yang Tengah ia alami saat ini. Ia sendiri tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini. Kepala begitu sakit karena mungkin saja ia telah diberikan sesuatu. Ming chu yang akan menggigit bibirnya terkejut saat ia juga merasakan bahwa mulutnya juga disumpal oleh sebuah kain.
Ia menghela nafasnya berat.
Bajingan terkutuk mana yang membuat kondisinya menjadi seperti ini !!...
Hal terakhir yang ia ingat adalah kekacauan didalam rumah bordil, dan semuanya menjadi gelap.
Suara derit pintu mengalihkan pandangannya, ia melirik kearah dimana pintu terbuka dan melihat seorang wanita yang mengejutkannya masih terlihat muda itu berjalan dengan beberapa pelayan lelaki dibelakangnya.
Chao gu menyipitkan matanya melihat penampilan tak biasa dari kesemua pelayan lelaki yang masuk kedalam ruangan ini. Entah bagaimana pikiran buruk menghantuinya, ia melihat kearah wanita muda yang kini duduk diatas salah satu paha pelayan lelaki, pelayan-pelayan lain yang berada disekitar wanita itu juga terlihat mulai mengipasinya, dan beberapa dari mereka mulai menyiapkan apa yang sepertinya akan dipinta tuan mereka.
“buka semua ikatan dimulut mereka, nona muda ini ingin melihat bagian mana dan siapa yang memiliki udara yang bagus dan nyaman untuk didengar”, ucapnya dengan suara centil dan senang.
Semua lelaki yang berada didalam ruangan ini merasakan merinding ditubuh mereka saat ucapan wanita muda yang terdengar cabul dan melecehkan harga diri mereka ini terdengar.
“apa yang kalian tunggu !!”, ucap marah wanita muda itu.
Chao gu dengan dingin melihat penampilan angkuh wanita muda ini, wajah mudanya yang bisa dibilang masih nyaman untuk dipandang ini secara mengejutkan begitu menjijikan saat ini. Semua perhiasan mewah bahkan pakaianpun hanya akan terlihat menjijikan jika wanita tak tahu malu ini memakainya. Pakaian yang tipis untuk seorang wanita itu sudah sangat tidak senonoh, ia bisa dengan jelas melihat tatapan penuh pujaan dan hasrat dari semua pelayan lelaki didalam ruangan ini. Aroma parfum menyengat yang bisa ia hirup membawa rasa mual yang mengguncang perutnya, wajahnya saat ini begitu keruh dan menahan kesal.
“hmmm”, desah malas wanita muda itu saat ia merasakan tatapan tajam ming chu.
Ia melihat chao gu secara terang-terangan dan penuh minat. Ia membuka kipasnya dan berjalan menuju kearah ming chu dengan kakinya yang mulus terlihat jelas saat ia melangkahkan kakinya menuju chao gu. Ya, pakaiannya saat ini begitu tidak sopan dan sangat-sangat tidak sopan dengan belahan paha di rok hanfunya yang Panjang itu hingga menampilkan hampir sebagian besar paha ramping putih mulusnya.
__ADS_1
Wanita ini terlihat memprovokasi ming chu dengan dirinya sendiri, ia sendiri sangat yakin bahwa semua lelaki adalah sama, jika melihat sesuatu yang ia tunjukkan kali ini mereka semua akan tergoda sama seperti sebelum-sebelumnya.
“siapa namamu, lelaki tampan ??”, tanya wanita mud aitu sembari mengangkat dagu chao gu dengan ujung kipasnya.
Chao gu hanya tetap diam, ia mengacuhkan wanita menjijikan didepannya ini.
“apakah yang tampan satu ini bisu ?? sungguh menyedihkan, nona ini sangat sedih, tapi mungkin saja bagian lain dari tubuh tampan ini bisa memuaskan nona muda yang kedinginan ini”, bisik sensual wanita muda itu sembari menurunkan kain diatas bahunya hingga bahu putih bersihnya nampak saat kain pakaiannya sengaja ia turunkan.
Melihat chao gu yang masih meresponnya dengan dingin disaat semua mata mulai melihatnya dengan tatapan penuh hasrat membuat wanita muda ini merasa kesal. Ia mulai menurunkan kain pakaiannya hingga kedua daging yang lembut mulai menyembul setengahnya, jika ditarik dengan sedikit tenaga saja kedua daging itu akan terlepas dari kain yang menekannya.
Chao gu bisa memperhatikan secara sekilas wajah-wajah lelaki yang juga saat ini bernasib sama dengannya memerah saat mata mereka memelototi dua bongkahan menggoda itu. Ia menahan nafasnya yang berat karena ulah wanita ini, tapi saat udara yang memasuki hidungnya ia terkejut.
Afrosidiak !!!
Mata chao gu menatap dingin kearah wanita muda ini !!!
Pantas saja aroma didalam seluruh ruangan ini terasa aneh.
Wanita gila !!!
Wanita muda ini yang melihat bagaimana lelaki di hadapannya ini mulai merasakan rangsangan akibat menghirup lilin afrosidiak yang sengaja diam-diam ia nyalakan tersenyum senang. Bibirnya yang merah karena pewarna bibir terlihat tersenyum cerah, tangannya yang putih itu perlahan mengelus pelan kaki chao gu, tangan it uterus bergerak sensual keatas betis chao gu hingga berhenti diatas pahanya.
Chao gu menggeram.
__ADS_1
Seluruh tubuhnya begitu panas terbakar akibat sentuhan tangan diluar pakaiannya ini, dan saat tangan wanita ini menyentuh pahanya tempat dimana ia merasa sangat sensitive hampir mengambil sisi kesadarannya. Chao gu dengan kejam mengigit lidahnya dan benar saja, rasa sakit serta aliran darah keluar dari dalam mulutnya berhasil menyadarkannya.
“jalang menjijikan”, desis chao gu yang menyemburkan kalimat menusuk.
“APA YANG KAU KATAKAN !!!”, ucap marah wanita itu dengan suaranya yang melengking.
“selain ******, kau juga sangat tuli, nona muda”, desis chao gu .
PLAKKK..
PLAKKKKK…
Suara tamparan yang keras di pipi chao gu, darah yang tadinya ia telan kini meleleh disisi bibirnya. Chao gu tersenyum miring, seolah ia mengejek tamparan yang diberikan wanita ini. Dan hal itu sukses menambah kemarahan wanita muda itu kepadanya.
“APA YANG KALIAN LIHAT BODOH !!! CEPAT BUAT DIA MENYESAL !!!!”, teriak wanita itu marah, ia menunjuk chao gu dengan penuh kemarahan yang jelas diwajahnya saat ini. Wajah merah itu terlihat begitu penuh dengan emosi.
Semua pelayan lelaki milik wanita itu bergegas pergi untuk membuat perhitungan kepada lelaki yang berani-beraninya membuat tuan mereka malu, tapi belum sempat mereka menyentuh tubuh chao gu sebuah anak panah yang entah dari mana datangnya masuk kedalam ruangan melewati jendela pintu yang terlihat berlubang.
Anak panah tanpa tuan itu melesat dan secara mengejutkan menembak dua orang sekaligus hingga tertancap disalah satu tiang. Kejadian yang terjadi begitu cepat, dan jika saja ia sebelumnya berada diposisi dimana dua orang pelayannya itu berdiri mungkin saja tubuhnya yang akan tertancap ditiang. Memikirkannya saja membuatnya pucat dan ketakutan.
Darah menggenang dari dua orang pelayan lelaki yang saat ini tubuhnya telah tergeletak diatas lantai. Wanita muda yang menjadi tuan mereka terkejut, ia berteriak ketakutan hingga mundur dan terjatuh. Rasa mual menghinggapinya, wajahnya bertambah pucat pasi, ekspresinya terlihat jelek saat ini ditambah lagi pakaiannya yang sebelumnya terbuka terlihat sangat berantakan dan tak senonoh.
Ia ingin segera meninggalkan ruangan ini !!! dimana para pelayan dungunya !!!!, pikir wanita itu marah.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan ia tak menyadari suara pintu masuk ruangan itu terbuka.