
Danau ru zhong, danau yang begitu luas dan besar berada disisi barat ibukota, sisi lain danau ru zhong terdapat hutan yang sering digunakan sebagai tempat kompetisi berburu setiap musim dingin berakhir. Saat ini zheng bai menepikan perahunya kepinggir pelabuhan kecil di pinggiran sungai. Ia membawa tubuh jing mei dan melompat cepat dari atas perahu ke jembatan.
Ia melihat sekelilingnya yang saat ini begitu sepi dan kosong. Apa yang kaisar pikirkan untuk menutup sungai dan membawa prajurit disana, pikir zheng bai melihat sekelilingnya.
Ia mengetahui bahwa sungai ini begitu besar dan besar, aliran intinya hingga menembus lautan disisi selatan daratan fangxiang dan sebagian besar air danau ini juga beberapa alirannya berasal dari lembah gunung tao, hingga sepanjang ribuan tahun air di daratan fangxiang tak pernah surut dan kering, bahkan saat musim dingin seperti ini, air dana masih tetap ada walaupun diatasnya berlapis tipis es dingin. Dan yang paling diuntungkan adalah wilayah kekaisaran zhong karena disini pusat air pertama yang menampung langsung air dari lembah gunung tao dan mengalirkannya lagi ke semua wilayah.
Jika kaisar melakukan hal itu sudah pasti ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
Zheng bai melompati beberapa atap-atap rumah, ia mencari dimana plat kediaman menteri li berada dan menemukan bahwa kediaman itu saat ini telah berlapiskan kain putih tanda kematian.
Kediaman gila, pikir zheng bai saat mendengar dari salah satu orang dibawah sana yang mengatakan bahwa nona dari kediaman li telah menyusul ibunya ke liang lahat, yang tidak lain dan tidak bukan adalah wanita muda yang ada di lengannya ini. tapi, beberapa saat kemudian ia sedikit tersenyum miring.
Ia membawa tubuh jing mei ke kediamannya, lebih tepatnya adalah ruangan pribadinya. Zheng bai meletakkan tubuh jing mei diatas tempat tidurnya, setelah memastikan suhu tubuh nona muda ini mulai sedikit normal, melepaskan dan membuang sembarang jubah yang dipakai jing mei, ia menyelimuti tubuh jing mei dengan selimut tebal.
Ia berjalan kearah tempat dimana dirinya sering membersihkan pedangnya yang menghadap langsung kearah tempat tidurnya. Bilah pedangnya yang masih diwarnai warna merah darah kering itu kini tergeletak diatas meja, ia mengambil sapu tangan dan membersihkan pedangnya. Beberapa kali ia melirik kearah tempat tidurnya dimana untuk pertama kalinya ia membiarkan seseorang untuk tidur diatas sana tanpa meregang nyawa. Hembusan nafas yang lembut sedikit menenangkan pikirannya, ia tidak tahu apa yang istimewa dari wanita ini, tapi sepertinya itu berguna untuk menenangkan kegilaannya.
Menaruh pedangnya disamping zirah perangnya, zheng bai meniup peluit khususnya dan seorang berpakaian hitam datang.
“bawa tabib zi, sekarang”, ucap zheng bai dingin.
“mengerti, yang mulia”, jawab orang itu dan pergi menghilang.
Diluar kediaman, chao gu terkejut dengan kereta yang membawa temannya, bangsawan zi, kediaman yang selalu menghasilkan tabib berbakat. Dan sosok didepannya ini adalah temannya.
Zi Han Zhi, seorang tabib wanita yang berbakat.
Keduanya saling menatap satu sama lain dan membuang muka sembari mendecih.
__ADS_1
“dimana wangye”, tanya zi han zhi.
“kau bertanya padaku ??.. siapa yang memerintahkanmu untuk datang ke kediaman”, tanya balik chao gu.
“idiot”, jawab zi han zhi sinis.
“KAU..”, ucapan chao gu terpotong karena wanita didepannya ini dengan santainya menerobos masuk.
Ia sendiri mau tidak mau mengikuti wanita ini masuk kedalam kediaman, lebih tepatnya dimana halaman jiang wang berada. Saat masuk ia terkejut melihat sosok zheng bai yang telah berganti hanfu santai hitam khasnya yang lelaki itu ikat longgar, ia melihat zheng bai yang melihatnya dan han zi dengan pandangan dingin.
“apa yang kalian lihat, cepat masuk”, ucap zheng bai malas.
“apakah kau terluka ??”, tanya chao gu, disisinya han zhi terlihat meliriknya dan menggidik, tapi dibalas lirikan tajam oleh chao gu yang seakan mengerti isi pikiran bengkok wanita muda disampingnya ini.
“bukan benwang, tapi dia”, ucap zheng bai, ia berjalan dan duduk disamping tempat tidurnya.
Chao gu yang terlihat tak mengerti saat melihat ketempat tidur zheng bai langsung mengerti, ia sedikit memerah.
“lihat bahkan jenderalmu sangat malu”, ejek han zhi dan chao gu melotot kearahnya.
Tanpa banyak berbicara lagi, han zi memeriksa denyut nadi ditangan jing mei. Ia sedikit mengerutkan dahinya terlihat begitu terkejut, dan memindahkan posisi jarinya kedenyut lain, tapi kerutannya semakin jelas dan ekspresinya terlihat sangat jelek.
“dimana anda menemukan nona muda ini ??”, tanya han zhi.
“hutan”, jawab zheng bai.
“ah, sungguh nona muda yang malang, tubuhnya rusak, dan hampir habis karena ada racun mematikan diinti kehidupannya dan itu sudah mengendap lama, sangat beruntung dia masih hidup sampai saat ini”, jelas han zhi.
__ADS_1
“apa maksudmu”, tanya zheng bai.
“kecuali tubuh beracun, ia tidak tahan dengan udara dingin, dan untungnya sepertinya anda memberikannya perawatan khusus”, jawab han zhi.
“apakah kesempatan untuk mendapat keturunan bisa ia lakukan dengan tubuhnya ini ??”, tanya zheng bai tiba-tiba.
Chao gu dan han zhi melihat zheng bai dengan pandangan syok, sangat terkejut. Orang gila mana yang mau membuat seseorang dengan tubuh lemah dan beracun untuk mengandung anaknya, kecuali lelaki didepan mereka ini yang gila. Sangat brutal, pikir keduanya.
“apa anda tidak waras”, jawab han zhi, dan chao gu disebelahnya menepuk ringan mulut tabib wanita itu.
“sembuhkan dia, ah tidak, tahan racunnya”, desis zheng bai.
Chao gu dan han zhi bertambah terkejut, mereka seperti tidak mengerti dengan alur pikiran dikepala jiang wang ini. han zhi menuruti ucapan zheng bai, ia menusuk beberapa titik akupuntur di tubuh jing mei dan membuat keringat dingin membanjiri tubuh jing mei.
“apa yang akan anda lakukan padanya ?? untuk menyembuhkannya dia harus berendam di dalam bak ramuan dan anda tahu seberapa menyakitkannya hal itu. dan
lagi untuk permulaan awal secara pribadi harus ada seseorang dengan kekuatan
spiritual besar ikut memurnikan tubuhnya”, ucap han zhi.
Zheng bai tak menjawab apapun, ia hanya melihat jing mei dengan pandangan dalam, entah apa yang tengah ia pikirkan saat ini. akhirnya setelah beberapa kali pembicaraan, han zhi dan chao gu pergi keluar dari dalam kamar zheng bai. Sepanjang perjalanan, mereka tetap diam.
“nona itu, dari kediaman mana ??”, tanya han zhi.
Chao gu menoleh, ia menaikkan bahunya, ia juga tidak tahu bahwa tuannya ikut membawa seorang gadis bersamanya. Mama shi yang melihat dua orang berjalan dengan pikiran mereka itu, bergegas memanggil keduanya, ia terlihat terus bertanya tentang keadaan jiang wang dan han zhi yang berada disamping chao gu terlihat risih.
“chao daren, sampaikan pada semua orang bahwa saat ini kondisi wangye dan CALON wangfei kediaman tidak bisa diganggu”, ucap han zhi santai, ia menekankan kalimatnya dan dengan santai pergi dari sana.
__ADS_1