
Chao gu dan han zhi terkejut saat tiba-tiba saja lantai ditengah-tengah kamar zheng bai terbuka, dan mereka lebih terkejut lagi saat melihat sosok yang mereka cari beberapa jam yang lalu memunculkan dirinya sendiri.
Lelaki yang hanya memakai celananya itu berjalan melewati chao gu dan han zhi yang terdiam seperti patung. Melihat zheng bai yang meletakkan tubuh jing mei diatas tempat tidur, chao gu cepat-cepat keluar dari dalam ruangan sebelum sosok zheng bai melihatnya. Ia sendiri berjaga di depan pintu kamar zheng bai.
“apa yang terjadi ??”, tanya han zhi.
“lihat dan periksa dia”, desis zheng bai.
Han zhi mengangguk, tapi saat ia akan memeriksa tubuh jing mei sosok jiang wang masih tetap berada disamping jing mei dan itu sedikit menghambat pekerjaan han zhi. Ditambah tatapan mata tajam yang mengawasi setiap pergerakan tangannya membuatnya sangat tertekan, aura gelap jiang wang saat ini sangat menganggu konsentrasinya, bahkan tangannya gemetaran saat ini dan keringat dingin mulai bermunculan didahinya.
“wangye, apakah anda akan tetap berada disini ??”, tanya han zhi.
Zheng bai menoleh dan melihat kearah tabib wanita didepannya ini kemudian melihat jing mei yang raut wajahnya masih berkerut pucat.
“dan anda juga harus merawat diri anda sendiri”, lanjut han zhi.
Tanpa bicara zheng bai berdiri dan berjalan menuju ruangan disebelah kamarnya, ia menghilang masuk kedalam ruangannya itu.
Han zhi sedikit menghela nafas lega karena setelah kepergian zheng bai udara disekitarnya sedikit halus. Ia mulai membuka jubah luar jing mei dan terkejut saat melihat pakaian basah wanita ini.
Sebenarnya apa yang dilakukan lelaki itu didalam ruangan yang mereka masuki sebelumnya ??!!!, pikir han zhi kesal.
Han zhi bergegas pergi menuju ruangan yang dimasuki zheng bai, didalam dinding kertas tempat berganti pakaian terlihat bayangan pria yang sedang memakai hanfu.
“apakah anda sudah menyiapkan pakaian untuknya ?? atau aku perintah chao gu untuk mencari pakaian wanita ??”, tanya han zhi langsung.
Zheng bai yang akan mengikat kain hanfu dipinggangnya terhenti. Ia berjalan keluar dari dalam dinding sekat kertas itu dan menarik hanfu hitamnya.
__ADS_1
“apakah anda yakin ??”, tanya han zhi tak percaya.
“pergi dan ganti pakaiannya”, ucap dingin zheng bai.
Han zhi mengangguk dan mengambil hanfu hitam tebal ditangan zheng bai. Ia bergegas menganti pakaian jing mei dan membuang pakaian basah itu kesamping. Han zhi mulai mengulurkan tangan untuk mendiagnosis denyut nadi milik nona muda ini. Ia juga melihat kearah pergelangan kaki jing mei yang dari luar terlihat baik-baik saja tapi tidak dengan bagian dalamnya, mungkin saja jika tidak diobati dengan cepat luka dalamnya akan menyebabkan kecacatan dimasa depan dan itu akan sangat mempengaruhi pernikahan nona muda ini. Han zhi sendiri penasaran bagaimana semua luka ditubuh nona muda ini bisa sembuh tapi tidak dengan luka dalamnya.
“bagaimana kondisinya ??”, tanya zheng bai.
“apa yang anda lakukan ?? chao gu berkata bahwa nona muda ini terluka sangat parah tapi luka luarnya semua telah membaik dan bersih, tapi luka dalamnya harus dirawat dengan hati-hati. Racun dingin mematikan dan juga penyiksaan yang di alami tubuh nona mud aini. Tubuh ini sendiri hampir habis dan mencapai batasnya, apakah anda tahu, pergelangan kaki nona muda hancur tapi syukurnya bekas luka di sana tidak terlihat tapi luka dalamnya sangat-sangat mengkhawatirkan, takutnya dimasa depan ia akan mengalami kecacatan”, jelas han zhi Panjang.
Zheng bai melirik pergelangan kaki jing mei yang keluar dari dalam selimut. Kaki halus seperti ranting itu jika tidak dirawat dengan hati-hati dimasa depan mungkin ia tidak bisa melihatnya berlari dan berjalan dengan bebas, bukankah itu hal yang baik karena dengan begitu ia tidak akan bisa jauh pergi darinya.
“wangye ?? wangye ??!! jiangg zheng baii !!!”, teriak han zhi keras.
Zheng bai menoleh. Pandangan matanya sedikit tidak focus dan han zhi yang melihatnya kebingungan.
“lakukan yang terbaik”, ucap zheng bai.
“mengerti”, jawab han zhi.
Ketika ia membuka pintu kamarnya kain jubah luar yang ikat longgar ditubuhnya saat ini sedikit terbang diterpa angin. Chao gu yang menunggu diluar pintu terkejut saat pintu terbuka dan sosok jiang wang terlihat.
“apa yang kau temukan ??”, tanya zheng bai.
Chao gu menoleh kesegala arah dan mendekatkan dirinya kemudian membisikkan sesuatu ketelinga jiang wang. Ekspresi dingin diwajah zheng bai semakin mendingin saat mendengar penjelasan chao gu.
“jadi, dia berniat ingin menjadi permaisuri kekaisaran dan secara bersamaan mencari identitas benwang, hahaha sangat jalang”, desis zheng bai sinis.
__ADS_1
Wajah tampannya yang dingin itu terlihat gelap dan kejam. Mata phoenixnya yang terlihat malas saat ini berkilat tajam.
“saat ini kirim orang untuk mengetahui siapa yang berada dibelakangnya”, ucap zheng bai dingin.
Tiba-tiba saja saat keduanya masih berada diluar suara teriakan terdengar didalam kamar zheng bai. Chao gu dan zheng bai yang mendengar teriakan han zhi bergegas masuk kedalam dan terkejut saat melihat Sebagian besar tubuh han zhi yang telah dipenuhi dengan darah hitam kental. Dan saat melihat kearah tempat tidur ternyata sumber darah hitam kental itu berasal dari jing mei. Wanita muda itu memuntahkan sejumlah darah kental dari dalam mulutnya. Wajah pucat pasi yang dipenuhi dengan keringat dingin terlihat sangat-sangat mengerikan, pandangan mata yang setengah sadar dari tubuh lemah itu terlihat menahan rasa sakit yang jelas.
“APA YANG TERJADI ??!!”, tanya zheng bai tajam.
Zheng bai secara pribadi menahan tubuh jing mei dan mendudukkannya. Kembali, jing mei memuntahkan darah dari mulutnya.
“sakit.. hiks… ugh..”, bisik lemah jing mei, kali ini tatapan mata yang kosong menatap wajah zheng bai.
“yang mulia, lepaskan aku”, bisik jing mei lemah dan ia kembali kehilangan kesadarannya.
“jing mei, mei hua, mei hua !!!”, panggil zheng bai, ia dengan panik menyentuh pipi jing mei yang terasa dingin.
Aura spiritual hitam suram mulai terasa mengelilingi tubuh zheng bai, dan kedua orang yang berada didekatnya merasakan sesuatu yang membuat mereka merinding ketakutan.
“WANGYE !!! tenangkan diri anda”, ucap chao gu yang berusaha menyadarkan zheng bai.
Zheng bai menoleh melihat chao gu dengan tatapan matanya yang dingin menusuk.
“bagaimana jika dia lenyap !!.. dia harus tetap berada disamping benwang !! tidak ada yang bisa membawanya bahkan dewa kematian sekalipun”, desis zheng bai tajam.
Chao gu dan han zhi yang mendengar suara lain dari zheng bai terkejut. Sosok yang mereka lihat saat ini bukanlah jiang wang. Walaupun sosok jiang wang selalu membawa aura yang kejam dan dingin tapi aura lelaki didepan mereka ini membawa kekejaman suram dari kegelapan dingin yang pekat, sangat menekan dan menakutkan.
Tubuh chao gu sedikit gemetar karena tekanan energi spiritual zheng bai yang berefek pada energi spiritual miliknya, ia melirik han zhi yang sudah terduduk dengan tubuh gemetaran hebat, wajah han zhi terlihat sangat pucat.
__ADS_1