
MALAM SEBELUMNYA, KEDIAMAN JIANG WANG.
Mama shi melihat dua orang kepercayaan jiang wang yang keluar dari dalam kamar tuan mudanya itu bergegas pergi menghadang jalan mereka. Dan ketika ia mendengar ucapan dari tabib perempuan dari kediaman tabib han, ia begitu penasaran dan juga ada kilatan tak suka disana karena kedua orang ini tidak menaruh rasa hormat padanya, apalagi gadis muda dari kediaman tabib zi yang begitu sombong dan sombong. Tapi, apa yang harus ia katakan pada tuan putri zhong tentang jiang wang yang membawa seorang wanita ini.
“tuan muda chao, apa yang dimaksud oleh nona muda kediaman zi ??”, tanya mama shi.
Chao gu melotot tajam pada han zhi yang memeletkan lidah kearahnya, ia mengalihkan pandangannya ketika mendengar pertanyaan dari mama shi.
“maafkan aku, mama shi, tetapi zheng bai tidak mengatakan apapun dan anda jangan asal sembarangan mempercayai ucapan tabib muda zi”, ucap chao gu menjelaskan.
“malam semakin larut, mama sebaiknya mama istirahat”, ucap chao gu.
Mama shi hanya mengangguk, tapi beberapa kali ia melihat kearah kamar tuan mudanya. Mama shi melupakan tentang apa yang akan ia lakukan sebelumnya, bahwa ia akan mencari informasi apakah tuan mudanya telah kembali dan mengirimkan informasi itu kepada tuan putri zhong. ia hanya bisa kembali dengan chao gu yang memperhatikannya, terlihat memastikan bahwa dirinya tidak akan menganggu waktu tuannya.
Malam di ibukota begitu berbeda dengan di perbatasan yang gelap dan gersang, saat ini lentera-lentera terang dan terang telah tergantung dan terpasang disudut-sudut bangunan. Kediaman-kediaman bangsawan yang makmur dan kaya terlihat dua kali lebih terang seakan siang hari karena lampu-lampu dan lilin serta lentera malam mereka yang menyala disetiap ruangan dan sudut halaman.
Saat malam mendekati larut, zheng bai secara tiba-tiba memerintahkan chao gu untuk membawa semua prajurit khusus dan menyiapkan sebuah kereta kuda. Ia menuruti semua perintah zheng bai tanpa bertanya apa yang akan lelaki itu lakukan karena ia mengira mungkin saja seperti biasanya kaisar memanggil mereka secara mendadak. Tapi, kali ini begitu berbeda saat ia melihat lelaki itu membawa sebuah tubuh diatas gendongan kedua tangannya dan masuk kedalam kereta.
Chao gu sangat tidak percaya, ia benar-benar tidak percaya. Apa yang akan panglima sekaligus temannya lakukan kali ini.
“apa yang kau pikirkan ??, cepat, jalankan kereta”, ucap zheng bai pada prajuritnya yang berada dikursi kusir yang kelihatannya semua prajuritnya tengah berada dikondisi yang tengah chao gu juga alami.
Chao gu akhirnya ikut masuk kedalam kereta, ia sedikit mencuri pandang kearah temannya ini yang ekspresi dan tingkah lakunya kali ini begitu sulit untuk ia cerna bahkan ia tebak apa yang akan dilakukannya. Dan lihat bagaimana zheng bai menahan tubuh wanita muda ini untuk tidak berpisah jauh dari tubuhnya sendiri, chao begitu tidak bisa berfikir jernih saat ini.
Zheng bai yang membawa tubuh jing mei, ia memperhatikan sosok yang kini terlelap ini dengan pandangan dingin dan dalam. Diam-diam, zheng bai mengalirkan energi spiritualnya. Ia mengikat sebuah gelang perak di tangan jing mei. Tanpa persetujuannya atau keinginannya, gelang ini takkan bisa ataupun dilepas oleh siapapun. Ia sedikit menyunggingnya senyum miring.
Chao gu yang memperhatikan zheng bai terkejut karena senyuman miring itu bertanda buruk baginya dan seluruh pasukan ketika mereka berada dimedan perang. Ia diam-diam berkeringat dingin, dan sedikit melirik wanita muda itu dengan pandangan kasihan.
__ADS_1
“apa yang kau lihat ??.. lihat kedepan”, ucap dingin zheng bai.
“aakhh, kenapa kau begitu jahat kawan”, jawab chao gu.
Zheng bai hanya memutar dingin matanya.
.
.
.
.
.
Saat ini, KEDIAMAN MENTERI LI, HALAMAN PERSIK.
“nona muda, ini tugas pelayan rendahan ini”, ucap mama lou.
“tidak apa-apa, mama, dulu, didesa an, aku sering ah tidak sedikit membantu xin er”, ucap jing mei, ia sedikit sedih karena mengingat mungkin saja apa yang dilakukan xin er adalah demi keselamatannya dan bagaimana kabar tentang pelayannya itu membuatnya sangat sedih, atau mungkin xin er menggantikan dirinya dan mati. Ia tak mengetahuinya dengan pasti.
“nona, nona, apa yang anda pikirkan ??”, tanya mama lou. Ia melihat wajah kosong nona mudanya yang terlihat tengah melamunkan sesuatu.
KEDIAMAN JIANG WANG.
“zheng bai, kau gila”, teriak marah chao gu.
__ADS_1
Lelaki itu terlihat menunjuk-nunjuk telunjuknya dan dengan wajah hitam merah yang mendecih beberapa kali. Zi han zhi yang saat ini duduk diantara kursi kosong terbahak karena ekspresi yang dibuat lelaki didepannya itu, bagaimana tidak, ia sangat tahu karena malam hari tadi seseorang menggedor pintu kediamannya dan masuk dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Hanfu yang penuh dengan duri-duri kecil, beberapa kelopak mawar merah, hitam beludru yang tertinggal diantara rambut dan selipan pakaian, serta keluh kesah orang-orang dibelakangnya yang beberapa dari mereka terkena duri beracun.
Yah, setelah pulang dari kediaman, chao gu secara tiba-tiba diberikan sebuah tugas penting yang ia pikir adalah tentang sesuatu yang sering ia lakukan, tapi ternyata ia diperintahkan sebagai tukang kebun dalam satu malam ini. dan hal yang ia tanam bukan sembarang tanaman, itu sangat langka dan beracun. Bajingan mana yang menanam tanaman beracun spiritual yang bisa mendeteksi niat jahat orang lain, apakah ia tidak berfikir bahwa bisa saja itu menjadi senjata yang bisa memakan tuannya.
Zheng bai mengangkat alisnya, ia mengabaikan chao gu yang terliat masih kesal karena perintahnya. Ia memikirkan bagaimana kondisi pagar halaman itu sekarang, apakah gadis itu menyukainya atau mungkin sebaliknya.
“bagaimana dengan hal yang kuperintahkan ??”, tanya zheng bai.
Chao gu sedikit mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan zheng bai, tapi didetik berikutnya ekspresinya sedikit mengeras dan berubah serius, ia melihat sekelilingnya dan mendekati zheng bai.
“kaisar sedang melakukan sesuatu”, ucap chao gu.
“apa yang dia lakukan ??”, tanya zheng bai.
“apakah sama seperti yang benwang pikirkan ??”, lanjut zheng bai, suaranya terdengar membawa kedinginan yang begitu kelam dan pekat.
Chao gu mengangguk.
Tatapan mata zheng bai sekilas berkilat dingin.
“karena ini menyangkut kekaisaran, kirim surat rahasia untuk jenderal tua, jangan biarkan siapapun tahu apa yang akan di lakukan kaisar kali ini”, ucap zheng bai jelas.
Chao gu dengan cepat menganggukkan kepalanya.
“dan satu lagi, jangan biarkan mama shi berkeliaran disekitar tempat ini”, desis zheng bai dingin.
__ADS_1
“mengerti, wangye”, jawab serius chao gu.
Chao gu sendiri sangat tahu bahwa lelaki didepannya ini mungkin saja sudah muak dengan apa yang dilakukan mama shi, tapi berulang kali jiang wang menoleransi sikap mama shi. Chao gu sendiri tidak tahu apa yang membuat zheng bai memberikan perintah ini untuk mama asuh yang merawatnya dari kecil.