
Zheng bai membawa tubuh jing mei, setelah sebelumnya ia membalut seluruh tubuh jing mei dengan selimutnya dari kepala hingga keseluruh tubuh nona muda itu dan hanya menyisakan sedikit wajahnya.
Saat ini siang telah berganti malam, ia sendiri dengan membawa prajurit khususnya pergi menuju kediaman menteri li. Kedatangannya yang mendadak cukup membuat kediaman itu ribut, dan ia mengetahui hal itu jadi sebelum pergi zheng bai menutupi dirinya dengan jubah dan mengantisipasinya dengan prajurit yang ia bawa.
Jauh seperti apa yang ia duga ternyata saat ini ia langsung diperbolehkan masuk kedalam karena li daren yang sedang berada di dalam ruang berdoa.
...
Shiming sebelumnya terkejut karena salah satu dari pengawal yang berjaga diluar kediaman berlari tergesah kearahnya untuk memberitahukan bahwa seorang pejabat tinggi diistana datang berkunjung dan ingin memberikan sesuatu secara pribadi kepada pejabat tingkat tiga, Li Changhai.
Didalam aula leluhur, li changhai mendengar keributan tapi ia mengabaikannya dan tetap melanjutkan doa untuk anak dan istrinya hingga ketukan dan suara shiming yang meminta izin untuk masuk kedalam ruangan ia berhenti karena ia tahu itu bukan hal sederhana yang ia perintahkan sebelumnya.
“apa yang terjadi ??”, tanya li changhai.
“tuan, seorang pejabat tinggi langsung dari istana kekaisaran datang berkunjung”, ucap shiming.
Li changhai menarik alisnya, ia sedikit penasaran tentang apa yang menjadi tujuan pejabat ini karena semua ibukota mengetahui bahwa saat ini kediaman pejabat menteri tingkat tiga, li changhai sedang dalam masa berkabung. Dan itu sangat tidak sopan untuk menemui seseorang dari kediaman yang sedang dalam masa berkabung, atau hal ini sangat mendesak.
“jangan membuat keributan, bawa langsung ke tempat ini”, ucap li changhai.
Shiming mengangguk, ia bergegas pergi menjemput pejabat tinggi itu untuk cepat-cepat pergi menuju ke aula berdoa. Walaupun terkesa sangat tidak sopan untuk membuat orang asing masuk ke dalam halaman leluhur tapi shiming yakin bahwa tuannya sedang tidak salah dalam menilai situasi kali ini.
__ADS_1
...
“salam kepada pejabat li”, ucap zheng bai yang masih menutup dirinya dengan jubahnya.
Chao gu yang berada di belakang zheng bai sedikit bingung dengan sikap yang diambil panglimanya kali ini. apa yang sedang dimainkan lelaki ini kali ini ?? ia berdoa semoga saja itu bukan hal buruk. Chao memperhatikan sekitar kediaman li yang bisa di bilang masih lebih mewah dan elegan kediaman jiang wangfu, tapi itu hal wajar karena kekayaan yang dimiliki jiang wangfu sangat tidak terhitung lagi. Tapi, membandingkan dengan kediamannya chao, sepertinya masih besar kediamannya. Chao gu merengut, pejabat ini bisa dibilang terlihat tidak ingin menonjol. Kediamannya dikatakan besar, tapi terlihat kecil dan dikatakan kecil, tapi sebaliknya. Chao gu sangat penasaran dengan sosok pejabat ini dan apa yang akan dilakukan tuannya didalam kediaman ini.
“dimana halaman tempat da xiaojie berada ??”, tanya langsung zheng bai.
Li changhai terdiam, ia terlihat pucat dan diam seperti patung.
“ap..apa yang anda katakan, daren ?? siapa anda ?!!”, jawab li changhai, suaranya terdengar goyah dan tak percaya dengan apa yang dikatakan lelaki misterius didepannya yang bahkan belum memberitahukan siapa dirinya itu.
“katakan, sebelum selirmu itu menambah kacau tempat baik ini”, jawab zheng bai dingin.
Li changhai tanpa banyak bicara bergegas menuju kehalaman dimana tempat itu selama puluhan tahu tidak pernah terbuka karena halaman itu adalah tempat favorit mendiang istrinya yang rencananya akan ia berikan pada putri kecil mereka, mei hua.
Semua selir li changhai pergi menuju ke halaman persik, dan yang lebih mengejutkan lagi disana beberapa prajurit asing berjaga dengan ketat. Bahkan mereka sendiri tidak bisa untuk sekedar mengintip apa yang tengah terjadi didalam halaman itu.
Halaman persik.
Zheng bai melihat sekelilingnya, tempat ini nyaman, segala hal terasa lembut dan baik serta secara berkala sepertinya tempat ini dirawat dengan khusus. Tak ada gulma atau rumput, beberapa pohon dan bunga serta rumput terpotong rapi.
Zheng bai membuaka tudungnya dan li changhai yang melihat sosok didepannya ini bergetar, ia begitu terkejut dan tak percaya.
“yang mulia ?!”, ucapnya terkejut.
__ADS_1
Zheng bai hanya meliriknya sekilas, seakan berjalan dirumahnya sendiri. Zheng bai pergi masuk kedalam ruangan yang ia rasa adalag kamar utama didalam halaman ini, dan benar. Sebuah tempat tidur nyaman terlihat oleh matanya. Ia meletakkan tubuh jing mei diatas tempat tidur itu.
Li changhai yang penasaran dengan sosok yang secara pribadi dibawa oleh jiang wang ini terkejut, ia seperti melihat replika lembut dari istrinya dan setengahnya didalam sosok wajah gadis yang saat ini tertidur lelap itu, li changhai tak bisa lagi menahan air matanya. Ia perlahan mendekati tempat tidur dan memperhatikan sosok yang terlihat kecil dan rapuh dimatanya, mirip seperti bayi perempuan berharganya dulu.
“bagaimana bisa anda, yang mulia, pejabat rendahan ini sangat berterima kasih”, ucap kacau li changhai yang masih menekuk kakinya dan melihat keatas dimana zheng bai berdiri didepannya.
“itu tidak penting, sekarang cabut semua kain-kain menjijikan itu”, jawa zheng bai dingin.
“ah, benar, shiming, shiming, pergi dan perintahkan semua pelayan malam ini untuk membuang kain-kain putih itu, cepat !!!”, ucap li changhai pada bawahannya.
Shiming yang masuk kedalam kamar terlihat kebingungan, dan sosok lelaki yang terlihat muda disamping tuannya itu bertambah membuatnya bingung, tapi yang lebih membuatnya penasaran adalah seseorang yang berada di tempat tidur. Ketika pandangannya tertuju pada tempat tidur, lelaki muda itu terlihat menggeser dirinya, terlihat menutupi seseorang yang menjadi pusat perhatiannya.
Zheng bai melirik sekilas bawahan pejabat li, ia membalikkan tubuhnya dan menunduk melihat sosok jing mei yang masih tertidur nyenyak.
“jaga baik-baik, nona muda ini, tidak ada lagi kesempatan kedua, dan jauhkan dia dari semua pikiran ular dan juga tangan selir-selirmu”, ucap zheng bai dingin.
Ia berjalan pergi meninggalkan kediaman li bersama dengan seluruh orang-orang yang ia bawa. Dipertengahan jalan, ia berpas-pasan dengan seorang gadis muda yang kemungkinan adalah salah satu nona muda dikediaman ini dan mengabaikannya seperti halnya ia melewati rumput.
...
Li jiao li terkejut karena keributan yang dibuat oleh para pelayan dikediaman, ia bergegas pergi keluar. Saat ini, ia terkejut, begitu banyak prajurit dijalan menuju keluar kediaman. Dan ditengah-tengah para prajurit itu ia untuk pertama kalinya terpesona dan wajahnya memerah padam.
Lelaki yang begitu tampan dan elegan, auranya terlihat bahwa lelaki itu bukanlah sosok biasa. ia sangat ingin memiliki lelaki ini sebagai suami masa depannya.
Harus !! karena tak ada seorangpun diibukota yang bisa menandingi ketampanan dan aura lelaki itu.
__ADS_1
Lelaki itu adalah suami masa depannya !!