Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 2


__ADS_3

Ibukota kekaisaran Zhong.


Kaisar zhong dun ming memanggil beberapa kasim dan perdana menterinya, saat ini istana terlihat begitu berisik. Beberapa kasim terlihat membawa berlembar-lembar buku diatas tangan mereka dan keluar masuk dari dalam ruangan baca istana kekaisaran. Beberapa perdana menteri yang baru saja turun dari pengadilan kaisar terlihat mengelap keringat yang terus keluar dari dahi mereka dengan sapu tangan.


Wajah-wajah tertekan dan penuh dengan keluh kesah itu keluar dari wilayah istana kekaisaran dan kembali ke kediaman mereka.


Kaisar telah menurunkan dekrit tegas atas siapapun yang berusaha mengkhianati kekaisaran zhong secara terang-terangan ataupun diam-diam, dekrit yang turun itu membawa banyak hukuman yang sangat tidak masuk akal dan juga beberapa hal membuat banyak orang akan berfikir ulang untuk mengkhianati kaisar sebab satu kediaman diibukota telah di binasakan dalam satu malam karena terbukti akan melakukan pengkhianatan pada kaisar. Mayat para pengkhianat itu digantung diatas tiang hukuman sebagai contoh untuk siapapun yang melakukannya akan mendapatkan hukuman yang pantas.


“bagaimana dengan panglima jiang ?”, tanya kaisar zhong.


“yang mulia, saat ini panglima masih belum kembali dari perbatasan, tapi beberapa hari lalu surat dari perbatasan mengatakan bahwa panglima sendiri akan kembali untuk menuntaskan semua akar”, jawab kasim gao.


“baguslah, biarkan dia kembali dan melakukan pekerjaannya”, ucap kaisar zhong dingin.


Lelaki yang baru saja menjadi kaisar itu berdiri dari tempat duduknya dan pergi dari ruang pengadilan. Sampai ke tempat ini, ia sendiri harus mengorban dirinya dan juga apa yang ia cintai. Tapi, karena ia sudah berada diatas puncak takkan ada satu hal pun yang akan melewati atau bahkan mengancamnya karenaya ia tidak akan membiarkan sesuatu melewatinya. Disisinya ada panglima perang kuat sekaligus saudara angkatnya yang juga akan selalu membuat kekaisaran ini aman.


...                                                         


Wilayah perbatasan empat wilayah daratan fangxiang, terlihat panji-panji tinggi khas kekaisaran zhong diatas udara. Beberapa kamp-kamp militer hitam berdiri gagah dan tersebar penuh dibeberapa titik.

__ADS_1


Perbatasan wilayah dengan tanah tandus berpasir sepanjang ribuan mil, semua pemandangan hanyalah diisi dengan kekosongan dan suara desiran angin ditempat ini. setiap pasukan dari setiap kerajaan sebagian telah berada di batas wilayah untuk menjaga satu sama lain wilayah mereka karena pengangkatan kaisar tinggi yang baru diistana kekaisaran membuat semua wilayah mengalami krisis kepercayaan satu sama lain. semua pasukan yang menjaga di wilayah perbatasan juga diam-diam selalu ditambah untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi. tapi karena setiap wilayah berusaha agar tidak saling bersinggungan, semua hal di biarkan seperti itu selama dua tahun ini agar tetap berjalan damai walaupun mereka semua menyadari bahwa atmosfer beberapa wilayah sedikit mulai curam.


Pasukan kekaisaran yang dipimpin oleh panglima zhong saat ini tengah bersiap kembali keistana kekaisaran karena berita dari surat yang dikirimkan kasim gou ke wilayah perbatasan membuat panglima zhong kembali.


“yang mulia, apakah anda benar-benar akan melakukan hal ini ?? bukankah panglima tua bisa melakukannya dan kembali”, ucap chao gu, lelaki itu terlihat tidak ingin panglimanya kembali ke ibukota yang menurutnya lebih berbahaya daripada perbatasan yang mereka tinggali selama dua tahun terakhir ini.


panglima tua yang disebut chao gu itu adalah ayahnya sendiri, melihat bagaimana anaknya sendiri melarang panglima mereka untuk kembali ke istana dan lagi disana terselip perintah kaisar yang secara tidak langsung juga memerintahkan panglima jiang agar kembali, tapi anak bodohnya ini sangat kekanak-kanakan.


“bajingan bodoh, apakah kau tidak memikirkan kelangsungan masa depan kediaman jiang”, ucap panglima tua cha, terlihay lelaki tua itu sangat ingin mengikat anak tertuanya. Chao gu sendiri terlihat gugup karena ucapan ayahnya dan ia menjadi lebih gugup ketika mendengar kalimat selanjutnya dari ayahnya sendiri itu.


“dan juga sampai kapan kau hanya berdiam diri ditempat ini, cepat berikan ayahmu ini cucu, bodoh !!!”, ucap marah panglima tua chao kepada anaknya.


“jadi, apa yang akan anda lakukan, yang mulia ??”, tanya panglima tua chao.


Zheng bai yang saat ini masih menulis sesuatu diatas kertasnya berhenti dan menatap lelaki tua yang selalu menemaninya dari semenjak dirinya menginjakkan kakinya diistana, pandangan matanya terlihat dingin tanpa riak apapun, dan orang yang memandangnya tidak pernah bisa menebak apa yang ia pikirkan.


“tidak ada, paman. Tapi, lebih baik jika kita harus menakuti mereka atau menuntaskan semua akar”, jawab zheng bai dingin.


Panglima tua chao yang mendengar jawaban zheng bai diam, ia terlihat memikirkan sesuatu dan mengangguk.

__ADS_1


“baiklah, paman mengerti. Gu er, dalam perjalanan ini kau yang menemani yang mulia”, ucap panglima tua chao kepada putranya.


Chao gu yang tengah duduk terlihat terkejut dengan apa yang ayahnya ucapkan.


“fuqin, bisakah kali ini anda yang kembali”, jawab chao gu.


“apa kau tidak ingin bertemu dengan nona muda dari kediaman menteri guan ?”, jawab sinis panglima tua chao.


Chao gu yang mendengar hal itu hampir tersedak air liurnya sendiri, ayahnya begitu jeli dan jelas saat membaca tindak tanduk dan pikirannya. Dan jujur sana nona muda dari kediaman menteri guan itu sangat mengerikan, bagaimana tidak. Saat mengetahui bahwa panglima muda jiang kembali keibukota ia sendiri tidak akan tahu apa yang akan nona muda itu lakukan kali ini untuk menarik perhatian temannya ini yang seperti papan besi dingin tanpa emosi duniawi dan ia sendiri yang kemudian menjadi korban diantara keduanya.


Zheng bai yang mendengar keluhan chao gu terlihat tak bersalah dan dengan santai berkata bahwa ia akan meminjamkan chao gu beberapa koleksi pedangnya kecuali pedang kesayangannya kepada chao gu. Chao gu yang mendengar hal itu tiba-tiba saja langsung berubah dan tersenyum cerah.


“sepertinya tidak buruk sesekali menghibur aroma segar dari ibukota, fuqin apakah ada hal lain yang harus putra mu ini lakukan ??”, tanya chao ming dengan senyum cerah di wajahnya.


Panglima tua chao yang melihat tingkah tidak tahu malu putranya ini hanya bisa mendecih.


“anda jangan terlalu memanjakan bajingan satu ini, yang mulia”, ucap panglima tua chao yang menyindir putranya, chao gu yang tengah duduk santai langsung melotot tak terima saat mendengar ucapan ayahnya sendiri.


“tidak apa, paman, sebentar lagi bukankah gu akan menginjak usia dewasa dan sebaiknya benwang memberikan hadiah lebih awal padanya”, jawab zheng bai, ia tersenyum miring dan chao gu yang mendengar kalimat awal zheng bai tersenyum senang tapi ketika ia mendengar kalimat terakhir temannya itu, ia serasa tersambar petir disiang hari.

__ADS_1


Panglima tua chao yang mendengar hal itu langsung tertawa terbahak-bahak, lagi. Chao gu terlihat tertekan karena ia harus menghadiri acara pertemuan dengan gadis bangsawan yang membuatnya mati sesak secara perlahan, ia lebih memilih menghadapi pasukan musuh daripada harus menghadapi nona-nona muda bangsawan di ibukota.


__ADS_2