
PLAKKKK….
PLAAKKKKKK…..
PLAAKKKKKKKK….
“DASAR ****** GILA!!!”
“TAK BERMORALL !!!!”
“MENJIJIKANN !!!!”
“apa yang kau lakukan saat ini !!!!!!”, ucap murka wen an pei saat melihat putri terakhirnya dalam kondisi memalukan, dan juga berada dihadapan wakil seorang panglima besar kekaisaran zhong.
Matanya memerah murka bukan marah karena kelakuan anak perempuannya yang menyimpang, tapi ia murka karena anak perempuannya ini telah membawa kotoran diatas namanya yang agung dan suci ini. Wen an pei melihat chao gu yang masih terikat.
“apa yang kalian lihat !!! cepat bebaskan lelaki itu”, tunjuk wen an pei kepada chao gu.
Pengawal kediaman militer miliknya yang berada dibelakang tubuhnya bergegas pergi untuk membebaskan lelaki yang ditunjuk tuan mereka. Disisi lain, wen li zhu, nona termuda dikediaman militer masih kebingungan dengan situasi yang terjadi saat ini. Ia yang kondisinya saat ini begitu kacau dengan telinganya yang berdenging karena tamparan ayahnya terlihat seperti orang bodoh.
Dan saat tubuh lelaki yang awalnya ingin ia siksa ini diperlakuka dengan istimewa oleh ayahnya ia berkeringat dingin. Sepertinya ia telah melewati batas yang telah ayahnya berikan untuknya. Keringat dingin menetes diseluruh tubuh nona muda dari kediaman militer wen itu.
“bawa chao daren keruangan terbaik dan berikan perawatan terbaik untuknya”, ucap wen an pei.
Chao gu hanya mengangguk sebagai responnya, tapi ia tidak bisa memberikan kode matanya kepada tuan besar pemilik kediaman militer ini karena kelakuan menyimpang yang dimiliki anaknya itu. Wen an pei yang menyadari tatapan mata chao gu, ia sendiri terlihat berusaha menahan rasa malu, terbukti dari wajahnya yang mulai merah hitam legam melihat kearah wen li zhu. Ekspresinya begitu jelek saat ini.
__ADS_1
“bawa li zhu kedalam halamannya, kunci rapat halamannya dan tarik semua pelayan kecuali pelayan wanita, dan mulai saat ini apapun yang dilakukan li zhu dan seluruh pelayannya harus melalui tuan besar ini !!!!”, ucap wen an pei tegas.
“seret li zhu sekarang !!! biarkan dia berdoa di hadapan para leluhur keluarg !!! CEPATTTT !!!! TUAN INI TIDAK INGIN MELIHAT WAJAHNYA !!!!!”, terial marah wen an pei yang melihat para pengawalnya terlihat ragu-ragu karena untuk pertama kalinya tuan mereka menghukum nona muda yang paling dimanja sekaligus di lindungi ini.
Tak ingin membuat tuan mereka bertambah marah, para pengawal kediaman militer wen dengan cepat membawa tubuh nona muda mereka keluar dari dalam ruangan.
Chao gu yang berada diluar ruangan dengan beberapa orang yang membawanya diatas tandu bisa mendengar teriakan ketakutan didalam ruangan dibelakangnya ini. Saat suara pedang yang terdengar keluar dari dalam sarungnya, suara teriakan-teriakan dibelakangnya menghilang. Chao gu bisa mengerti apa yang saat ini tuan wen rasakan, bagaimana rasa malu yang besar atas kehormatannya saat ini karena aib kediaman diketahui oleh orang luar.
Tatapan mata chao gu mendingin saat ia melihat tandu yang melewatinya, ia bisa memastikan bahwa nona muda kediaman ini ada didalam sana.
Malam ini, didalam kediaman militer wen aliran darah mengalir diatas lantai salah satu sudut ruangan mewah di halaman itu. Keributan yang berhasil diselesaikan dengan tenang itu terasa dua kali lipat lebih mengerikan karena keahlian tuan wen yang memerintahkan para prajurit dan pengawalnya sendiri. Kediaman militer wen memang patut untuk diwaspadai, pikir chao gu.
Chao gu yang saat ini berada didalam salah satu ruangan lain didalam kediaman militer wen ini membuka pakaiannya. Rasa perih dilidahnya bisa ia rasakan, tapi saat ia akan melepaskan kain dilengan pakaiannya, luka memanjang yang dalam terlihat disana.
Luka panah.
Sebelumnya, jika bukan karena Latihan serta pengalamannya selama bertahun-tahun diwilayah peperangan, serta bahaya yang selalu mengintai nyawanya, mungkin ia takkan bisa merasakan bahaya besar datang kearahnya. Dan panah itu akan menancap di jantungnya. Jika tuan wen sangat berani menghilangkan nyawanya mungkin saja seseorang yang memliki kekuasaan besar berada dibelakang lelaki tua itu, dan satu-satunya orang yang mempunyai kekuasaan besar di kekaisaran zhong ini hanyalah kaisar zhong itu sendiri. Chao gu menggertakkan giginya.
Chao gu membuang pakaiannya dan berganti pakaian baru yang telah disiapkan para pelayan untuknya. Ia sedikit membuka tirai tempatnya saat ini dan mengerutkan keningnya saat ia melihat banyak pengawal yang menjaga disekitar halamannya saat ini. Chao gu melihat sisi lain dan benar, Sebagian besar pengawal mengawasi ruangannya saat ini.
Kenapa tuan wen begitu waspada ?? sepertinya ada sesuatu yang disembunyikannya didalam kediaman ini.
Chao gu saat ini lebih memilih mundur dan mengobati lukanya sendiri, hal ini akan ia simpan dan juga sebagai informasi yang berguna untuk zheng bai.
Keesokkan harinya, chao gu menaiki kereta kuda milik kediaman militer wen. Terlihat tak ada sesuatu yang besar telah terjadi, tuan besar wen dan juga seluruh kediaman wen mengantarkan kepergiannya. Disisi lain, zhong cheng yao yang kebingungan dengan kehadiran tiba-tiba tuan muda dari kediaman jenderal chao itu berusaha menahan rasa penasarannya dan hanya melihat kereta kuda yang telah menghilang.
__ADS_1
“yao er, sepertinya dirimu harus bergegas Kembali ke ibukota kekaisaran”, ucap tuan besar wen kepada zhong cheng yao.
Cheng yao menoleh, dan ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia setuju.
Ia tak ingin bertanya lebih jauh karena saat ini ia masih belum secara resmi menjadi bagian dari kediaman wen ini. Setelah kepergian putri keempat, wen an pei memanggil kedua putranya.
“awasi pergerakan jiang wang !! dan juga wen li pei saat ini fuqin memberikanmu tugas untuk melihat pergerakan prajurit yang menjaga benteng lapis kedua”, ucap wen an pei.
“putra ini mengerti, fuqin”, ucap wen li pei.
Wen li an yang berada disebelah wen li pei melihat ayahnya.
“fuqin, bagaimana dengan zhu mei”, tanya li an.
“cih !!!”, decih kesal tuan besar wen.
“biarkan gadis itu bertobat dan jangan biarkan ia keluar dari dalam kediaman sampai perayaan kelahiran anak pertama kaisar”, ucap tuan besar wen.
“jika hal ini keluar, masa depan kediaman wen akan hancur, karena besok kirim wen li zhu masuk kedalam kuil”, lanjut tuan besar wen.
Keadaan yang seharusnya tetap tenang harus kacau karena perbuatan menyimpang anak terakhirnya itu, dan ia sendiri sebagai ayahnya ikut merasakan rasa marah sekaligus malu karena aib ini. Saat ini kemungkinan mata jiang wang akan tertuju kedalam kediaman militer wen miliknya. Maka dari itu harus ada yang menjadi korban disini, dan tentu saja dengan mengirim li zhu kedalam kuil bisa sedikit mengurangi mata jiang wang.
Sedangkan itu, Nyonya wen berlari panik menuju halaman putrinya, ia bisa melihat banyak barang yang pecah dan juga saat ini keadaan li zhu sangat mengerikan. Putrinya saat ini terlihat seperti babi yang marah, bagaimana tidak, wajah cantik putrinya membengkak, air mata yang mengalir terus menerus membuat pembengkakan besar diseluruh wajah putrinya ini. Ia secara pribadi telah mendengar bahwa putrinya ini akan dikirim masuk kedalam kuil hari ini juga, ia sebagai seorang ibu sangat tidak ingin anaknya mengalami hal yang sulit.
“muqin, selamatkan aku”, ucap li zhu yang menangis kencang, ia tak bisa memikirkan hidupnya lagi jika ia tidak bisa menemukan lelaki-lelaki tampan yang bisa menghiburnya. Tapi, melihat ibunya yang hanya diam dan memeluknya ini bisa dipastikan bahwa permintannya kali ini telah gagal.
__ADS_1
Saat ini, ia benar-benar membenci lelaki itu !!! dimasa depan lelaki itu akan ia buat menyesal selama sisa hidupnya !!!!, pikir li zhu, ia mengumpat penuh dengan dendam.