
Kediaman militer bangsawan wen.
Zhong zhiyu turun dari kereta kuda dengan bantuan wen li an yang berada di luar kereta diikuti dengan zheng cheng yao yang juga dibantu wen li pei. Kedua pasangan itu masuk kedalam wilayah kediaman wen.
Kediaman wen begitu mewah dan mewah, lampu-lampu gantung merah terang digantung diberbagai sudut tempat didalam kediaman besar militer wen hingga orang yang memasuki kediaman wen ini tidak tahu bahwa hari ini siang atau malam karena terangnya sinar lampu gantung mewah itu. Beberapa bangunan besar yang bertingkat terlihat begitu megah dan cerah. Disisi kana kiri pintu masuk aliran kolam kotak memanjang yang disisi-sisinya ditanami pohon Sakura terlihat mulai berwarna karena sebentar lagi musim semi akan datang, kelopak hijau merah jambu mulai memenuhi sisi luar kulit pohon Sakura. Salah satu pohon bunga langka yang didapatkan dari wilayah jauh diseberang daratan luar sana. Cheng yao yang bahkan sudah beberapa kali tinggal beberapa hari dikediaman wen yang besar ini masih takjub dengan keindahan yang dimiliki kediaman wen, ia melihat kediaman ini seperti taman surgawi dan kadang iri pada kakak Perempuan ketiganya yang bisa tinggal disalah satu bangunan besar didalam kediaman wen ini.
Zhong cheng yao melihat pasangan didepan mereka yang saat ini bergandengan penuh kasih dan beberapa kali tawa hangat keluar dari mulut kakak perempuannya ini menambah rasa irinya, apalagi anak pertama yang akan dilahirkan kakaknya juga merupakan cucu sekaligus keponakan pertama milik kaisar terdahulu dan kaisar sekarang.
Bukankah berkah telah diturunkan pada kakak Perempuan ketiganya ini, sedangkan ia sendiri harus membersihkan sampah yang selalu putri keenam lakukan, ia sangat kelelahan dengan kehidupannya diistana.
Zhong cheng yao melirik calon suami masa depannya yang juga melihat kearah kakak perempuannya, ia sebagai wanita tentu bisa merasakan bahwa tatapan mata itu bukan hanya sekedar tatapan mata biasa antara adik ipar lelaki kepada kakak ipar perempuannya. Tapi, ia sendiri berusaha untuk tidak berfikir sesuatu yang mengerikan dan membuang pikiran buruk itu dari pikirannya. cheng yao menyentuh tangan wen li pei. Lelaki tampan itu menoleh dan tersenyum lembut pada cheng yao.
“tidak perlu gugup, yao er”, bisik lembut wen li pei pada cheng yao yang berada disampingnya, lelaki itu membawa tangan cheng yao kedalam lengannya.
“ayo, lihat, zhiyu jie dan gege sudah meninggalkan kita”, lanjut wen li pei lagi.
“dan sudah pasti dirimu jangan sampai kelelahan, disini dingin”, bisik wen li pei lagi.
“en”, jawan cheng yao.
Mereka memasuki kediaman utama milik bangsawan militer wen, hidangan mewah telah disajikan di meja-meja yang berada didalam ruangan makan kediaman, di ujung sana terlihat meja utama milik tuan besar kediaman wen.
Wen An Pei, tuan besar kediaman militer wen dan juga mantan panglima besar kekaisaran zhong. Saat ini untuk umurnya yang telah menginjak usia lima puluh itu masih terlihat kekar layaknya prajurit perang. Ia dan kaisar zhong seperti para pendahulu mereka sebelum dan sebelumnya telah melakukan perjanjian tak tertulis satu sama lain, diantaranya adalah tetap menjalin hubungan pernikahan antara dua keluarga mereka agar tidak ada kecurigaan satu sama lain. Wen an pei sendiri tidak terlalu memikirkannya karena dengan begitu ia sendiri tidak perlu susah payah untuk mencari calon menantu yang pantas untuk kediaman karena kekaisaran sendiri telah menyiapkannya. Ia sangat bersyukur karena pendahulu terdahulu begitu beruntung sangat beruntung hingga saat ini bahkan setelah ratusan tahun berlalu kejayaan bangsawan militer wen tidak tergoyahkan.
Wen an pei melihat kedua pasangan didepannya itu yang saat ini tengah duduk di meja makan mereka masing-masing. Ia terlihat puas.
__ADS_1
“bagaimana keadaan, jun hui er didalam kuil ??”, tanya wen an pei sembari menyesap tehnya.
“izinkan putra tertua ini menjawab, ayah, keadaan jun hui di saat ini masih belum menunjukkan perubahannya tapi ia sedikit membuat peningkatan”, jawab wen li an.
“bagus, sangat bagus, di usianya saat ini adalah usia emasnya”, ucap wen an pei.
Acara makan malam didalam kediaman militer wen berjalan dengan hangat, beberapa kali zhiyu dan cheng yao membalas pertanyaan ayah mertua mereka, hingga akhir perjamuan.
“zhiyu, bisakah dirimu mengantarkan cheng yao mei ?? muqin akan menemani”, tanya wen li an. Ia memberikan kode mata pada ibunya dan dari seberang ibunya mengangguk.
“baiklah”, bisik zhiyu, ia dengan bantuan wen li an berdiri dan berjalan Bersama, wen li an menyerahkan istrinya pada ibunya, ketiganya keluar bersama cheng yao.
Di luar kediaman, cheng yao sedikit penarasan tentang apa yang terjadi tapi ia hanya menggelengkan kepalanya.
“jie jie, apakah keponakan kecil terbangun ??”, tanya cheng yao yang melihat wajah nyeri kakak perempuannya.
“ketika anda menjadi istri pei er, anda akan ikut merasakannya putri ”, jawan ibu wen li an, li shu. Wanita tua yang masih menunjukkan kecantikannya itu mengelus pelan kepala cheng yao, ia membawa cheng yao dan menggandengnya disamping tubuhnya.
Zhiyu yang berada disamping ibu mertuanya terlihat senang dengan perlakuan hangat ibu mertuanya kepada adiknya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
“fuqin, jiang wang menginginkan jenderalnya dari kediaman ini”, ucap wen li an langsung.
“bagaimana bisa seorang jenderal besar tertangkap dan disembunyikan kediaman ?!!”, balas wen an pei. Ia mengerutkan dahi tuanya.
“mungkin saja, zhu mei yang melakukan hal ini, fuqin”, jawab wen li pei.
“akan menjadi masuk akal jika gadis kecil itu berbuat onar lagi, selain itu apa yang dilakukan jiang wang tanpa memberitahu kedatangannya di wilayah ini”, ucap wen an pei dingin, saat ini ekspresi hangat dan ramah diwajahnya berubah drastis.
Wen li an dan wen li pei terdiam mendengar ucapan ayah mereka, dan jujur saja mereka saat ini juga penasaran dengan apa yang dilakukan jiang wang. Sangat tidak mungkin jiang wang hanya sekedar mengunjungi wilayah ini tanpa melakukan apapun.
“li an, apakah kau meratakan semuanya dengan bersih ??”, tanya wen an pei serius.
“sudah anak ini lakukan, fuqin. Hanya saa menurut informasi, istana saat ini sedikit terguncang.”, jelas wen li an.
Wen an pei menarik alisnya dingin.
“apa yang kaisar lakukan ??”, tanya wen li pei.
“kaisar menganti seluruh pasukan pemasok barang militer, dan juga Sebagian besar prajurit di tugaskan untuk mengganti tempat yang kosong”, jelas wen li an.
“jika hal ini terjadi cepat atau lambat kaisar akan mengetahui tentang dinding penghalang yang telah ditutup oleh para penjaga bodoh itu !!!”, bentak marah wen an pei. Lelaki tua itu membalikkan mejanya.
__ADS_1
Ia sangat yakin, dengan keberadaan jiang wang diwilayah ini adalah untuk melihat situasi diluar istana kekaisaran. Kali ini, ia sendiri harus bertindak hati-hati karena jika saja jiang wang menemukan celah, segala hal yang telah ia bangun akan hancur.
“kalian semua keluar”, ucap wen an pei. Lelaki tua itu bergegas pergi menuju ruang kerjanya. Entah apa yang ia lakukan tapi setengah jam kemudian seekor burung terbang keluar dari dalam jendela ruang kerjanya.