Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 5


__ADS_3

Panglima muda jiang, panglima muda yang berasal dari kediaman bangsawan jiang. Ayahnya, Jiang da yi yang berbakat memenangi banyak kemenangan dan peperangan saat daratan fangxiang sedang berkecamuk menghadapi serangan dari semua sisi dan saling menyerang satu sama lain hingga menjadikan posisi kaisar terdahulu serta wilayah kekaisaran zhong kuat, makmur dan damai. Panglima perang jiang da yi dan para pasukan yang ia bawa juga membuat seluruh wilayah didaratan fangxiang menjadi saling membuat perjanjian antar wilayah yang membuat daratan fangxiang menjadi daratan yang damai dengan pusat kekaisaran zhong yang memimpinnya. Seluruh rakyat juga menjadi bangga dan bangga atas prestasi yang dibuat panglima berbakat yang di berkahi langit.


*gongzhu : putri kaisar.


Hingga satu waktu, panglima perang yang masih muda dan gagah berani itu bertemu dengan zhong shi hua gongzhu, adik perempuan dari kaisar terdahulu saat acara perjamuan diistana kekaisaran. Cinta pandangan pertama, kisah cinta yang begitu romantis dan membara, itulah yang sering dibicarakan oleh banyak bangsawan serta rakyat biasa diseluruh daratan tentang kisah cinta antara panglima muda berbakat dan juga seorang gongzhu dengan kecantikan surgawi yang membius layaknya mawar emas langka.


Kebahagian dan kebahagian memberkahi kehidupan pasangan suami istri itu, hingga satu waktu sebuah serangan brutal dari sebuah kelompok misterius menggemparkan ibukota. Karena keserakahan seorang prajurit yang ingin dirinya segera mendapatkan jabatan dan juga rasa cintanya pada istri panglimanya yang saat itu tengah mengandung penerus utama wangfu membutakan segalanya termasuk akal sehat prajurit itu, ia ingin menjadi gongzhu istrinya agar kaisar sebagai kakak lelaki gongzhhu memberikan gelar suami gongzhu serta gelar bergengsi lainnya, prajurit itu tidak perduli dengan bayi yang saat ini tengah dikandung gongzhu, ia hanya membutuhkan tubuh gongzhu untuknya. Panglima yang mendengar bahwa istri tercintanya di culik dan akan dibawa keluar dari wilayah ibukota sangat murka dan emosi. Dengan kuda perangnya, dan orang-orang istana yang mengikutinya dibelakang mereka pergi mengejar dan mencari kereta yang membawa gongzhu sekaligus wangfei jiang wangfu.


Jiang wangfei atau zhong shi hua gongzhu yang secara tiba-tiba dimasukan kedalam kereta dan juga pergerakan kereta yang begitu kasar membuatnya harus melahirkan disaat itu juga tanpa siapapun yang membantunya. Demi buah hati yang begitu ia dan suaminya nantikan, jiang wangfei berusaha melahirkan putra didalam kereta itu.


Istana kekaisaran yang mendengar bahwa gongzhu telah di culik disaat kandungannya telah besar dan hanya tinggal menunggu hari kelahiran berada dalam kekacauan besar. Kaisar zhong dun hao murka, kaisar dan semua prajuritnya ikut turun. Keadaan ibukota begitu kacau dan kacau.


Pasukan yang menyerang ibukota melihat bahwa kaisar sendiri turun dan membawa banyak pasukan dibelakangnya menyerbu kaisar dan pasukannya dengang ganas. Dimalam itu ibukota kekaisaran zhong dipenuhi oleh teriakan dan darah.


Perlahan tapi pasti, serangan dari pasukan itu hanyalah cara agar kaisar dan pasukannya terkecoh, tapi tetap saja kaisar tak bisa masuk dalam trik itu terlalu lama, ia dengan cepat menyadarinya dan diluar dugaan kaisar membagi pasukannya. Ia bergerak kearah pinggiran ibukota melewati banyak mayat prajurit serta pasukan musuh yang juga telah terbantai.


....


Jiang wangfei yang berhasil melahirkan seorang anak laki-laki didalam kereta yang menculiknya itu terlihat sangat menyedihkan, keringat begitu deras mengucur keluar dari tubuhnya serta lekuk wajahnya yang pucat pasi terlihat tanpa setetes darah diwajah cantiknya, ia dengan tangan yang gemetaran membungkus hati-hati buah hatinya yang masih berlumuran darah itu dengan kain hanfu tengahnya, ia memastikan bayi tampannya ini tetap aman dan hangat dalam dekapannya.


Jiang wangfei tersenyum lemah saat melihat bayinya yang tampan membuka sedikit matanya, setetes  demi setetes air mata keluar dari pelupuk matanya dan mengenai pipi gemuk kemerahan bayinya. Jiang wangfei menangis terisak, ia memeluk hangat bayinya ini.


“baobei, a die akan menyelamatkan kita”, bisik lirih jiang wangfei, ia bersandar lemas disisi kereta yang masih bergerak kasar dan cepat. Tangannya berusaha mendekap hangat bayi tampannya ini agar ia tidak merasa ketakutan.

__ADS_1


*a die : ayah , a niang : ibu.


Susah payah, jiang wangfei menggerakan tubuhnya ketika ia merasa kereta mulai berhenti bergerak. Pergelangan kedua kakinya terasa mati rasa, dan seluruh tubuhnya terasa kehilangan begitu banyak energi, ia begitu lemah dan lemas.


Wajah asing seorang lelaki terlihat olehnya ketika pintu kereta dibuka, lelaki itu tersenyum dari telinga ke telinga terlihat sangat cabul dan mengerikan. Wajah sayu dan kuyu jiang wangfei yang masih terlihat cantik begitu menggoda prajurit kecil itu. Lelaki itu terangsang karenanya dan saat melihat buntalan kecil di kedua tangan wanita yang sangat ia idam-idamkan itu semakin membuat senyumannya semakin lebar dan cabul.


Tangan prajurit itu menari pergelangan kaki jiang wangfei, karena kuatnya cengkraman tangan lelaki itu membuat keseimbangan jiang wangfei goyah, tapi ia berusaha menahan dirinya dengan berpegangan pada apa yang bisa ia pegang didalam kereta itu.


Kesal. Prajurit kecil itu bergerak ingin masuk kedalam kereta tapi tiba-tiba saja sabetan pedang mengenai punggungnya.


“apakh dia sudah mati ??”, tanya seseorang.


“biarkan dia disini, kaisar atau jiang wang harus mati, karena bajingan bodoh ini membuat banyak kerugian !!!”, ucap marah seseorang lain.


Jiang wangfei mendengar ucapan mereka dari dalam kereta, ia begitu takut dan terkejut sekaligus sangat panik hingga suaranya tercekat.


Kedua orang yang mendengar hal itu terkejut. Alih-alih menjawab, dua orang itu tertawa dan pergi.


Jiang wangfei yang merasa bahwa dua orang itu sengaja meninggalkannya, ia berusaha berjalan keluar dari dalam kereta dengan kondisinya yang lemah dan lemah. Sembari menggertakkan gigi dan rahangnya, jiang wangfei keluar bersama dengan bayinya dari dalam kereta. Saat ini berhasil turun dan berdiri dengan kaki yang gemetaran lemah, ia berada diluar kereta, ia dikagetkan dengan seseorang yang menarik tubuhnya, dan yang lebih membuatnya terkejut adalah semburan darah dari arah belakangnya yang mengenai sebagian bahu hingga terciprat di atas kain yang membungkus tubuh anaknya.


“yi er”, ucap lemah jiang wangfei yang melihat suaminya , ia begitu terkejut saat tubuhnya di peluk dengan erat oleh suaminya dan mereka berputar disisi lain kereta seakan menghindari sesuatu.


“tidak ada apa-apa, kau akan selamat, percaya padaku uhk”, bisik lembut jiang da yi pada istrinya, ia yang tinggi bisa melihat bungkusan mungil yang dibawa istrinya ini. kedua mata mungil yang bersih menatap matanya dan berkedip beberapa kali saat menatapnya.

__ADS_1


“apakah dia laki-laki ??”, bisik jiang da yi lembut.


“en, tampan seperti mu”, jawab zhong shi hua tersenyum lemah.


Jiang da yi yang melihat kondisi istrinya begitu lemas dan pucat menggigit keras bibir dalamnya hingga rasa asing dan besi bisa ia rasakan, ia berusaha menahan rasa sakit yang menyerang punggungnya karena tancapan anak panah sangat dalam, bisa ia rasakan besi tajam ujung anak panah berisi racun ganas yang mengenai titik rawannya.


“en, zheng bai”, bisik serak jiang da yi, ia dengan lembut menyentuh pipi gemuk anak lelakinya dan tanpa terasa air matanya keluar.


“zheng bai, baobei, bukankah nama kecil dan resminya dari a niang dan a die sangat menggemaskan”, ucap zhong shi hua.


“jangan menangis”, bisik zhong shi hua.


“tidak, aku tidak menangis istriku, ini air mata bahagia karena aku sangat beruntung bisa memilikimu sebagai belahan jiwaku, dan menjadi seorang ayah dari putra yang tampan dan kuat”, jawab serak jiang da yi. Lelaki itu berusaha menahan muntahan darahnya dan kembali menelannya dengan paksa.


“apakah kita bisa melihatnya hingga dewasa dan menikah”, tanya zhong shi hua lemah.


“apa yang kau katakan, kau akan melihatnya berlari dan memanggilmu a niang”, balas jiang da yi terkekeh dan dibalas tawa lemah oleh istrinya.


“jangan tidur, suamiku”, bisik zhong shi hua lembut.


“aku tidak akan tidur, istriku. Tapi, bisakah kita memeluknya bersama”, ucap jiang da yi. Ia sedikit mengubah posisi istri dan putranya agar duduk lebih dekat dengannya. Lelaki itu dengan tegas dan   lembut memeluk kedua harta berharganya.


“suamiku, bukankah kau bilang tidak akan tidur, kau bahkan belum mengecup istri dan putramu”, lirih zhong shi hua yang menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.

__ADS_1


“baobei, maafkan a niang, maafkan a die”, bisik zhong zhi hua dengan suara yang semakin lirih, ia menutup matanya didalam pelukan dingin suaminya.


Tepat salju pertama turun, genangan darah merah mekar jiang wang dan jiang wangfei tertidur selamanya dengan pelukan terakhir di tubuh dingin mereka untuk pewaris kecil kediaman jiang.


__ADS_2