Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 23


__ADS_3

“tuan, ini demi kebaikan anda”, ucap jing mei dengan wajahnya yang terlihat frustasi bercampur panik. Ia sangat tidak ingin berada di satu tempat dengan kedua orang itu saat ini.


Jing mei sekali lagi menarik tangan zheng bai dan masuk kedalam tanaman tinggi yang menjadi pagar labirin, hiasan di dalam taman istana perjamuan malam ini. Suara gemerisik dedaunan saat mereka masuk ke dalamnya terdengar sedikit berisik.


“a niang !!!!”, bentak marah li jiao li pada ibunya.


Ia menghempaskan tangan niu yiniang dan terlihat dari wajahnya yang hitam merah, nona muda dari kediaman li itu sedang dalam puncak emosinya.


“kecilkan suaramu, jiao jiao”, balas balik niu yiniang yang tak mau kalah.


Jiao li yang melihat ibunya balik membentaknya hanya bisa menghela nafas kasar. Ia melihat sekitarnya dan tak mendapati siapapun di tempat ini.


“gadis kecil, apakah kau suka menguping dan ingin tahu pembicaraan orang lain”, desis zheng bai yang saat ini terlihat berbaring di samping jing mei, lelaki itu dengan santainya menopang kepalanya dan melihat jing mei yang mengintip dari balik dedauanan yang menyembunyikan tubuh mereka. Jing mei yang kaget karena suara lelaki di sampingnya ini, ia tanpa sadar menutup mulut zheng bai dengan tangannya.


“sssttt”, bisik lirih jing mei yang jari telunjuk tangan lainnya berada didepan bibirnya sendiri. Berjaga-jaga jika lelaki ini kembali berbicara, jing mei tetap mempertahankan tangannya dan Ia kembali melihat pembicaraan kedua orang itu dengan ekspresi yang serius terlihat diwajahnya.


 Zheng bai terlihat menikmati ekspresi yang dibuat jing mei, ia terlihat baru dan sangat membuatnya penasaran. Zheng bai sangat ingin menggoda gadis muda ini, ia dengan santai menjilat telapak tangan jing mei, dan respon yang didapatnya sangat sesuai seperti apa yang ia inginkan.


Jing mei menatap zheng bai dengan tatapan tak percaya, ia bisa merasakan sesuatu yang lembut dan basah menggelitik telapak tangannya. Ia meremang, dan melihat zheng bai dengan tatapan mengancam tapi dibalas dengan tatapan malas yang terlihat seperti menggodanya.


Wajah kecil yang meliriknya dengan mata melotot tajam terlihat sangat lucu, dan zheng bai hampir tersedak karena tiba-tiba jing mei berbalik arah menyentuh bahunya erat, ia sedikit terkejut karena perubahan sikap gadis kecil ini tapi yang membuatnya lebih terkejut adalah gerakan kaki jing mei yang hampir menendang kepunyaannya, jika bukan karena insting dan keterampilannya, ia akan bernasib sial malam ini.


Zheng bai menyeringai, ia menarik tubuh jing mei dan menguncinya dalam pelukannya. Jing mei yang merasa terancam, ia dengan ganas menggigit lengan zheng bai hingga ia bisa mendengar suara geraman rendah di belakang lehernya.

__ADS_1


“anjing kecil”, umpat zheng bai tepat dibelakang jing mei.


Suara gemerisik terdengar oleh niu yiniang dan jiao li, niu yiniang menatap sekitarnya yang kosong dengan waspada.


“jiao jiao, kita bicarakan hal ini setelah kembali, dan jaga dirimu, ingat !!”, ucap niu yiniang yang memperingati jiao li agar tetap menjaga martabatnya.


Jiao li hanya mengangguk, ia mengikuti ibunya kembali ke perjamuan dengan memasang wajah lotus murni.


Jing mei keluar dari dalam pagar tumbuhan itu dengan ekspresi kesal, ia menahan amarahnya dan melihat lelaki di belakangnya yang terlihat melihat lengannya. Jing mei bisa merasakan rasa besi di dalam mulutnya, baru saja ia ingin meludahkan rasa besi ini seorang lain datang dari arah belakang mereka dan terpaksa ia harus menelan darah yang bukan miliknya itu dengan pandangan menderita. Di sampingnya, zheng bai melihat apa yang dilakukan jing mei dan ia menyeringai.


“wangye”, panggil seseorang dibelakang zheng bai.


Punggung jing mei mendadak menegang, tapi sebuah kain hitam menutupi kepala dan tubuhnya. Pandangannya mendadak gelap, dan ia berusaha untuk tetap tenang.


“ah”, lanjut suara itu lagi yang terlihat kaget.


“terjadi insiden disini, benwang hanya berniat membantu nona muda ini”, jelas zheng bai dingin.


Keduanya hanya mengangguk, tak ingin bertanya lebih banyak atau kepala mereka menghilang malam ini.


“ayo”, ucap zheng bai yang berbalik dan menarik tangan jing mei. Jing mei hanya menuruti ucapan sosok yang dipanggil wangye ini, ia hanya bisa pasrah saat ini dan semakin mengeratkan jubah di tubuhnya. ia tahu bahwa sosok yang dipanggil wangye ini bukan sosok biasa dengan jabatan biasa, melainkan darah kekaisaran masih mengalir di tubuh lelaki ini.


“wang... wangye, bi..biasakah kita mengambil jalan memutar ??”, tanya jing mei yang mendengar suara-suara orang-orang yang berada didalam perjamuan.

__ADS_1


Zheng bai berhenti tiba-tiba dan jing mei yang tak melihat apapun karena jubahnya menabrak punggungnya. Keluhan terdengar dari dalam jubahnya.


“hanya ada satu jalan, kaisar sengaja membuatnya agar sesuatu yang terjadi bisa dengan cepat diketahui, ah, dan satu lagi, benwang telah memberikan informasi pada ayahmu bahwa kau telah kembali ke kediaman li”, jelas zheng bai ringan, ia kembali menarik tangan yang terasa kecil dan dingin ditangan kasarnya. Tangan jing mei tenggelam sempurna didalam genggaman tangan zheng bai.


Jing mei tak bisa lagi berkata-kata, ia hanya bisa kembali pasrah dan mengikuti lelaki ini. dan lagi ia juga penasaran, sejak kapan lelaki ini mengetahui identitasnya. Tapi, jing mei berusaha untuk tidak berbuat sesuatu, ia hanya bisa menahan dirinya sendiri saat ini.


Pintu perjamuan yang terbuka lebar, dan jendela-jendela aula perjamuan yang juga terbuka dengan beberapa bangsawan yang berada di luar aula perjamuan terlihat sangat bersinar dan ramai.


“gege, dimana bai ge”, tanya manja putri keenam kekaisaran zhong, zhong xuan yi.


Putri agung kekaisaran zhong itu terlihat melihat ke arah semua sudut aula dan tak menemukan sosok yang ia cari. Ia kesal karenanya, saat ini ia telah memakai semua perhiasan dan hanfu terbaik dari semua hanfunya agar gegenya terpesona dan memandangnya dengan cara yang lain, tapi lihat !!!... itu hanya kesia-siaan karena sosok yang ia harapkan tidak ada.dan saat ini pandangan dari para tuan muda bangsawan terlihat memandanganya dengan tatapan merindukan, ia terlihat enggan dan muak.


Kaisar zhong dun ming sekaligus kakak sedarah dari putri xuan yi ini hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sikap adiknya ini yang sangat tertarik dan terang-terangan terhadap jiang wang.


“yi mei, kau terlalu kekanak-kanakan”, ucap pangeran kedua, zhong hao yu.


“seharusnya kakak ke dua lebih fokus untuk terus berlatih di kamp militer dan melampaui bai ge”, balas sarkas xuan yi.


Hao yu hanya memutar matanya bosan, di sebelahnya suara cheng yao terdengar terkikik geli.


“yi mei, yu ge hanya bermain-main”, ucap putri ke tiga kekaisaran, zhong zhi yu.


Zhong dun ming yang melihat keharmonisan saudara-saudaranya hanya menampilkan ekspresi damai di wajahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba suara keributan besar terdengar di dalam aula perjamuan, beberapa bangsawan terlihat menahan diri mereka agar tidak ikut saling berdesakan melihat ke arah luar aula perjamuan.


“apa yang terjadi ??”, tanya kaisar zhong, zhong dun ming.


__ADS_2