Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife

Eternal Love : The Most Pampered General'S Wife
Chapter 25


__ADS_3

Apa yang dilakukan jiang wang di pesta perjamuan kekaisaran musim dingin begitu berani. Selain kedatangannya ke ibukota yang membuat banyak bangsawan dan orang-orang terkejut, hal yang ia lakukan di perjamuan kekaisaran juga tak kalah mengejutkan. beberapa bangsawan banyak yang membicarakan keburukannya dan juga beberapa gadis bangsawan saling berbisik satu sama lain karena curiga mungkin di antara mereka ada gadis bangsawan yang semalam dibawa jiang wang di bawah lengannya. Begitu banyak Wanita muda diibukota yang memimpikan dan mengidam-idamkan posisi terhormat sebagai Wanita dari kediaman jiang wang, karena hal itu kecurigaan semakin besar diantara mereka saat ini bahkan setiap kediaman saling menyelidiki kediaman bangsawan lain.


Walaupun jiang wang terkenal dengan kekejamannya, tapi aura yang ditampilkan dari tubuhnya sangat dingin dan bermartabat, terutama ciri khasnya yang selalu memakai topeng untuk menutupi setengah wajahnya itu terlihat begitu misterius dan menambah daya tariknya.


Keributan di pagi pertama musim dingin terasa membara seperti musim panas yang membakar.


Seseorang yang saat ini tengah dibicarakan dengan begitu banyak terlihat begitu santai di dalam kediamannya, terlihat ia seakan tidak melakukan sesuatu yang membuatnya harus berfikir untuk menyingkirkan rumor yang semakin panas di antara dinginnya salju musim dingin. Jika seperti  beberapa tahun yang lalu jika ada satu rumor yang membuatnya muak zheng bai akan membuat beberapa orangnya untuk beberapa orangnya zheng bai menatap dingin tumpukan salju yang mulai menggunung di luar halaman jendelanya. Saat ini tumpukan  gulungan yang telah selesai ia periksa teronggok penuh disisi kanan dan kiri di atas meja kerjanya. Ia yang akan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sedikit mengerutkan keningnya saat langkah kaki seseorang mendekati kamarnya.


Ketukan ringan luar pintu kamarnya, zheng bai hanya membalasnya dengan deheman rendah yang mengizinkan orang itu masuk kedalam ruangannya. Seorang pelayan lelaki yang masuk kedalam ruangan pribadi tuannya itu terlihat menundukkan kepalanya, terlihat tertekan karena aura ruangan panglima perang terasa mencekiknya. Tapi, ia dengan hati-hati memperhatikan beberapa sudut bagian didalam ruangan tuannya ini.


“katakan”, ucap zheng bai yang terlihat tidak mengalihkan pandangannya dari gulungan laporan.


“yang mulia, kasim utusan yang mulia kaisar membawa berita untuk anda, saat ini kasim itu sedang menunggu anda diruang tunggu kediaman”, ucap pelayan lelaki kediaman jiang wang.


Zheng bai yang tengah membaca beberapa lembar halaman terhenti. Ia mengangkat alisnya saat melihat pelayan ini begitu berani melirik keseluruh kamarnya. Tiba-tiba senyuman dingin menggantung di bibirnya.


“pergi, dan katakan benwang akan menerima berita dari kaisar”, ucap zheng bai dingin.


“baik, yang mulia, pelayan rendahan ini akan menyampaikan pesan”, jawab pelayan lelaki itu.


Zheng bai menatap dingin pintu yang tertutup.


“ikuti pelayan itu dan habisi”, desis zheng bai dingin.

__ADS_1


Ia berdiri dan berjalan keluar dari dalam ruangan pribadinya. Disisi lain, kasim yang menunggu pelayan itu terlihat gelisah karena sosok pelayan itu belum menampakkan dirinya. Ia sendiri terlihat mulai panik dan gelisah saat sosok jiang wang terlihat masuk kedalam aula. Beberapa keringat dingin mengalir dari keningnya.


Zheng bai sedikit memiringkan senyumannya, ia terlihat tidak mengetahui apa-apa dan langsung menerima dekrit kaisar seperti biasanya.


Di istana kekaisaran, kasim yang membawa dekrit kaisar terlihat sangat pucat. Kali ini ia hanya ingin menghabiskan dirinya sendiri di tempat paling jauh sejauh mungkin dari wilayah ini. bagaimana tidak, dekrit sekaligus perintah langsung dari kaisar yang memerintahkan jiang wang agar memasuki wilayah istana ditolak mentah-mentah dan tanpa pertimbangan matang serta rasa takut menyinggung kaisar telah dilakukan jiang wang.


Kaisar zhong yang melihat kasim pembawa beritanya terlihat begitu pucat dan tertekan bisa langsung dengan cepat memahami apa yang telah dilakukan oleh sepupu kekaisarannya itu.


Ia hanya bisa berdehem dan melirik adik kekaisarannya yang saat ini terlihat begitu jelas ekspresi kekesalan memenuhi wajah cantik adiknya itu.


“sepertinya penyakit lama jiang wang kambuh lagi, kau bisa pergi”, ucap kaisar zhong yang masih memasang ekspresi seperti tidak terjadi apapun disana.


Xuan yi yang mendengar bahwa jiang wang menolak undangan kaisar untuk datang ke istana terlihat sangat kesal, rumor yang ia dengar di ibukota juga semakin berkobar membara terasa sangat-sangat memanaskan hati dan pikirannya yang secara terus menerus terasa seperti di didihkan hingga sangat ingin ia hancurkan. Di masa lalu, penolakan jiang wang terasa tipis, walaupun ia sendiri tidak pantang menyerah untuk semakin mendekati sosok jiang wang. Ia secara pribadi telah merengek di hadapan kaisar agar mengumumkan kedatangan jiang wang seperti biasa yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan membuat rumor bahwa jiang wang akan tetap datang menemuinya dan kaisar sekaligus kakak kekaisarannya itu walaupun hal itu tidak bertahan lama, dan jiang wang kembali tanpa sempat menyesap teh khusus buatannya yang masih terasa hangat diatas meja. Tapi, kenapa kali ini undangan itu ditolak dengan tanpa berfikir panjang atau jiang wang sendiri yang datang sendiri ke istana. mungkin jiang wang sengaja melakukannya atau melindungi gadis ****** itu.


Bahkan mama tua yang merawat wangye telah mengakuinya sebagai wanita kediaman.


Xuan yi yang memikirkan hal itu semakin murka dan marah, ia merasa zheng bai telah mengkhianatinya.


“siapkan kereta, aku ingin menemui kaisar”, ucap xuan yi dingin.


Beberapa dayang yang mendengar nada bicara tuan mereka terdengar dingin menakutkan mulai gemetar takut. Para dayang putri terakhir kekaisaran itu terlihat sangat berhati-hati melangkahkan kaki mereka, terlihat beberapa dari mereka berusaha menahan hembusan nafas karena takut jika mereka menghembuskan nafas terlalu keras akan membuat tuan putri mereka bertambah marah dan kesal kemudian berakhir dengan hukuman yang mengerikan atau bahkan tanpa bisa memohon lagi mereka akan menjadi pupuk tanaman di taman istana belakang milik putri xuan yi.


Kaisar zhong dun ming terlihat duduk di belakang meja kerjanya, gulungan penting yang akan ia cap terlihat tertumpuk rapi disisi kanan dan kirinya. Raut wajahnya saat ini terlihat sangat dingin ketika membaca surat balasan yang diberikan zheng bai untuknya.

__ADS_1


“berikan gulungan resmi ini untuk jiang wang”, ucap kaisar zhong dun ming pada kasim yang berada tidak jauh darinya.


“pastikan, kali ini tanpa campur tangan putri”, ingat kaisar zhong dun ming dingin.


Kasim itu terlihat menundukkan kepalanya dan setelah beberapa ucapan ia mengambil gulungan resmi itu masuk ke dalam lengannya dan keluar dari istana kaisar.


Kereta putri xuan yi terlihat dengan leluasa memasuki wilayah milik kaisar, terlihat sangat berani tapi hal itu juga diizinkan secara pribadi oleh kaisar sendiri agar adik perempuannya itu tidak jatuh sakit karena memilik fisik yang lemah. Tapi, semua orang yang berada diwilayah istana kekaisaran sangat mengetahui bahwa tubuh putri keenam sangat baik-baik saja bahwa lebih dari baik jika bukan karena obsesi putri keenam terhadap jiang wang.


Kaisar saat ini terlihat sangat memanjakan adik satu ibunya itu dengan penuh kasih sayang.


Tapi sepertinya kali ini xuan yi berada dalam masalah besar.


KEDIAMAN JIANG WANG.


Beberapa ketukan ringan terdengar di ruangan luas yang saat ini terasa sepi. Zheng bai secara pribadi mengumpulkan semua bawahannya termasuk para pelayan dan mama asuhnya ditenga-tengah kediaman yang semuanya telah tertutupi oleh salju.


Ia yang juga saat ini duduk di depan semua bawahan masih diam tanpa mengucapkan sepatah katapun ketukan ringan jari telunjuknya yang pucat di gagang pegangan kursi terasa sangat mengancam. Hingga mama asuhnya terlihat mulai lelah, akhirnya mulai bertanya kepadanya.


“wangye, kenapa anda melakukan hal ini”, tanya mama shi, suaranya terdengar lemah, ia merasa mulai kedinginan walaupun memakai pakaian hangatnya.


Ketukan ringan masih tetap zheng bai lakukan, ia mengabaikan pertanyaan mama shi dan terlihat sangat acuh tak acuh pada wanita tua itu.


Tatapan matanya sangat dingin dan dingin, sangat beku dan kejam, tak terlihat rasa kemanusiawian disorot matanya.

__ADS_1


__ADS_2