
Nayra pun terkejut dengan kemunculan seorang wanita dengan penampilan yang sudah berantakan dan wajah terluka
"Anda kenapa??Apa yang terjadi??"Tanya Nayra bingung
"Hiks..Tolong sayang..Saya dikejar kejar mantan pacar saya..Dia menyakiti saya..Tolong selamatkan saya..Hiks.."Lirih wanita tersebut dan memohon pada Nayra untuk menolongnya
"Ah..Iya..Ayo ikut saya.."Jawab Nayra langsung memberinya pertolongan dan membawa wanita tersebut kekediamannya
Diperjalanan wanita tersebut terus menangis sambil memegangi wajahnya yang sedikit terluka dan lebam
Sesaat Nayra memperhatikan keadaan wanita tersebut yang cukup memperihatinkan
"Siapa namamu?"Tanya Nayra ingin tahu
Wanita tersebut pun langsung menoleh kearahnya
"Nama ku Lidya..Hiks."Jawab wanita tersebut bernama Lidya
"Oh..Nama ku Nayra..Boleh ku tahu,apa yang terjadi padamu??Sepertinya kamu habis mengalami kekerasan??"Tanya Nayra penasaran dan menebak
Lidya pun masih terus menangis,karna tak sanggup untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya
"Tidak apa apa jika kamu tidak bisa cerita..Tapi kamu akan aman dengan saya..Saya akan membawamu kerumah sakit untuk mengobati lukamu.."Ujar Nayra
__ADS_1
"Jangan..Tolong jangan bawa saya kesana..Hiks..Saya masih trauma..Hiks."Jawab Lidya menolak untuk dibawa kerumah sakit
Nayra pun bingung dengan penolakan Lidya yang tak mau dibawa kerumah sakit.Karna keadaannya yang sudah memprihatinkan
"Kalau kamu tidak mau,bagaimana jika saya membawamu kerumah saya.??"Tanya Nyata
Lidya pun mengangguk pelan
"Pak Satyo kita langsung pulang saja.."Ujar Nayra menyuruh pak Satyo untuk menuju kerumah
"Baik nona.."Jawab pak Satyo,namun sekilas melirik Lidya dari kaca mobilnya dengan datar
Mobil pun melaju menuju ke kediaman Gala
Dan sesampainya,Nayra mengajak Lidya untuk turun dari mobilnya dan membawanya masuk kedalam kediaman Nyara
Ini besar sekali ..Ternyata wanita ini orang kaya..Batin Lidya hanya bisa melongo memperhatikan situasi kediaman Nayra
"Ayo..Silakan..Jangan sungkan.."Ujar Nayra tersenyum dan mengajak Lidya ke ruangan santai
Dan beberapa pelayan pun menghampiri Nayra
"Tolong bawakan kotak obat ya.."Perintah Nayra pada salah satu pelayannya
__ADS_1
"Baik nyonya.."Jawab pelayan tersebut dan langsung pergi mengambilkan kotak obat
"Dan..Apakah tuan sudah pulang?"Tanya Nayra dengan pelayan lain
"Belum nyonya.."Jawab pelayannya
"Oh..Ya sudah..Siapkan minuman saja untuk nona ini."Perintah Nyata
"Baik nona.."Jawab pelayan satunya lagi dan langsung meninggalkan mereka
"Lidya..Boleh ku tahu dimana alamat rumah mu??Supaya nanti kamu bisa mengantarmu pulang."Tanya Nayra dan menjelaskan
Sesaat Lidya tertunduk dan menggelengkan kepala dengan wajah sedih
Nayra hanya menatap heran dan bingung
"Apakah kamu juga tidak mau memberitahu ku?'Tanya Nayra penasaran
"Se..Sebenarnya..A..Aku baru menetap dikota ini..Aku tidak memiliki tempat tinggal tetap..Karna aku hidup menumpang dengan pacarku..Namun ,aku justru.."Jawab Lidya menceritakannya namun sesaat ia langsung menangis pelan karna tak sanggup menceritakannya lagi apa yang sudah terjadi padanya
Nayra yang melihat raut wajah Lidya,seketika menjadi kasihan dan prihatin
"Lalu dimana alamatmu yang sebenarnya ??Mungkin aku bisa membantumu untuk mengantarmu pulang kekeluargamu."Tanya Nayra yang mendesak secara pelan agar Lidya mau memberitahu nya
__ADS_1
Tapi lagi lagi Lidya masih diam dan hanya menggelengkan kepala.Membuat Nayra tak mengerti maksudnya
🌵🌵🌵🌵🌵