
Besok harinya..
Nadine terlihat bersemangat saat ia sedang bersiap-siap akan pergi.Ia begitu sibuk berdandan yang cantik,demi bisa menunjukkan penampilannya pada Brian.
Ya,Brian tiba-tiba saja mengajak Nadine bertemu.Ditempat pertama kali mereka berkencan.
Nadine yang seperti mimpi,tidak percaya jika Brian tiba-tiba ingin bertemu dengannya,ditempat pertama kali mereka berkencan.Perasaan Nadine bercampuk aduk,antara bahagia dan juga penasaran.Kenapa Brian tiba-tiba saja ingin bertemu.Padahal dia sudah melukai Lidya tanpa rasa ampun.
Tapi Nadine justru tidak peduli dan bahkan curiga,jika Brian tiba-tiba ingin bertemu dengannya.Karena menurutnya,mungkin Brian sudah berubah pikiran.Apa lagi,Brian bukan hanya ingin bertemu dengannya.Tapi juga ingin mengakui anak yang dikandungnya.Itu sebabnya,membuat Nadine lebih percaya dengan alasan Brian.Dan tidak curiga jika Brian sedang merencanakan sesuatu atas perbuatan yang dia lakukan pada Lidya.
Tiba di sebuah tempat,Nadine pun menunggu kedatangan Brian.Ia terlihat seakan tidak sabar menunggu kedatangan Brian.Ia pun sesaat teringat kembali,kenangan manis yang pernah terjadi pada mereka saat berada ditempat tersebut.Dimana Brian pernah menyatakan perasaannya didepan banyak orang.
Hal itu membuat Nadine sulit untuk melupakan kenangan manis itu.Karena memang dia masih sangat mencintai Brian.
...****************...
Pet shop..
__ADS_1
Anggara tampak merasa bosan dan sedikit bingung apa yang harus ia lakukan jika tidak ada pasien hewan peliharaan yang datang.
Dan beberapa saat ia pun kembali teringat akan Yuka.Ia pun tiba-tiba berniat ingin bertemu dan melihat wajah Yuka,yang menurutnya sangat manis.Terutama senyuman imut yang ditunjukkan padanya.Membuat Anggara terus membayangi wajah dan senyuman manis dari Yuka.
"Rasanya aku jadi semakin penasaran dengan gadis itu..Kenapa wajahnya terus membayangi pikiran ku??" gumam Anggara yang melamun.
Dan tanpa sadar seorang karyawan pet shop memasuki ruangan nya.
"Dok,apakah kucing yang baru melahirkan semalam sudah waktunya diberi vitamin??" tanya karyawan nya.
"Baik dok..permisi." ujar sang karyawan.
Tapi saat akan meninggalkan ruangan Anggara,Anggara pun memanggil karyawannya.
"Tunggu." ujarnya.
...****************...
__ADS_1
Hampir satu jam Nadine terus menunggu kedatangan Brian.Tapi Brian masih belum menunjukkan batang hidungnya untuk datang.
Hal itu mulai membuat Nadine merasa galau dan kesal.Seolah ia merasa khawatir jika Brian sengaja melakukannya dengan tidak datang dan mencoba mempermainkan nya.
"Dimana Brian sekarang??kenapa dia masih saja tidak datang juga??apakah dia sengaja ingin mempermainkan ku??" hanya Nadine yang bicara sendiri.
Nadine terus mendengus,menahan sabar karena Brian masih saja belum datang.
Tapi ia tetap saja berusaha sabar dan menunggu kedatangan Brian.
Karna waktu terus berjalan dan kini hampir setengah jam lagi ia menunggu.Akhirnya kesabaran Nadine pun memuncak.
"Brengsek kau Brian..Jadi kau sengaja ingin mempermainkan ku..Aku akan membuat perhitungan dengan mu..Sialan." umpat Nadine lagi yang semakin kesal.
Nadine langsing beranjak bangkit dan berniat akan meninggalkan tempat tersebut.Dikarenakan Brian tidak ada kabar sama sekali,membuat Nadine memilih untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tapi baru akan meninggalkan tempat tersebut.Brian pun datang sambil tersenyum.Melihat senyuman dari Brian,tak membuat Nadine seketika percaya.Sebab ia mengawasi situasi yang bisa saja Brian ingin menjebaknya.
__ADS_1