
"Kalau kau tidak keberatan,apa kau mau ikut bersama ku??" tanya Brian.
"Kemana??kenapa tidak disini saja??" tanya balik Nadine.
"Ke suatu tempat yang akan membuat mu terkesan." jawab Brian sambil tersenyum.
"Tapi tunggu dulu,kenapa tiba-tiba sikap mu berubah??kau sepertinya hari ini terlihat berbeda?" tanya Nadine yang masih sedikit mencurigai Brian dan tidak mau percaya begitu saja.
"Bukankah kau ingin aku bertanggung jawab dan mengakui anak yang ada didalam kandungan mu??" tanya Brian sambil memandang perut Nadine yang sudah membesar.
"Lalu bagaimana dengan istri mu??bukankah kemarin kau menolak dengan tegas karena kau sangat mencintai istri mu??" tanya Nadine mengungkit.
"Dia ingin berpisah dengan ku..Karena dia tidak terima dengan semua kenyataan ini." jawab Brian berbohong karena sengaja ingin mempengaruhi Nadine yang akan masuk dalam jebakannya.
"Bagaimana kau membuktikannya??"tanya Nadine masih dengan keraguannya.
Sesaat Brian mengeluarkan sebuah kertas dan menunjukkannya pada Nadine.Sebuah kertas yang bertuliskan tentang perceraian antara dirinya dan Lidya.
"Kau bisa lihat surat perceraian ku.." ujar Brian memberikan bukti.
Nadine pun langsung membacanya sambil sesaat melirik kearah Brian.
"Apakah kau masih tidak percaya??" tanya Brian.
Nadine seketika tersenyum saat menatap Brian.
"Oke..Aku percaya..Jadi artinya kau akan menerima kehamilan ku dan bertanggung jawab?" tanya Nadine memastikan.
__ADS_1
"Tentu saja,karena aku sudah berpisah aku pasti akan bertanggung jawab." jawab Brian.
Nadine kembali tersenyum lebar dan langsung merasa senang.Setelah berusaha dan berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari Brian.Akhirnya tidak berakhir sia-sia dan sesuai harapannya.
"Jadi,apa kau mau ikut bersama ku??" tanya Brian.
Tanpa berpikir lagi,Nadine langsung mengangguk .
"Iya,aku akan ikut." jawab Nadine dengan girang.
Brian akhirnya berhasil mengajak Nadine pergi ke suatu tempat yang tidak ia ketahui.
...****************...
Gala akhirnya menikmati makan siangnya disebuah warteg pilihan Alif.Yang awalnya ia sempat menolak dan keberatan untuk makan di sebab.Karena ia terbiasa makam di sebuah restoran yang mahal.
"Bagaimana??enak kan makan disini?? biar tempatnya kaki 5 tapi rasa bintang 5..hehe." ujar Alif sambil menyantap makanannya.
"Harus lah,kan aku yang traktir." ujar Alif.
"Tapi rasanya aku menyesal di traktir oleh mu." sindir Gala.
"Hahaha..Lain kali aku akan traktir kau di resto nasi padang..Rasanya lebih mantap." kata Alif yang sesaat tertawa kecil.
Gala hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa kau sudah dengar kabar tentang istri si tengil itu masuk rumah sakit??" tanya Gala langsung mengalihkan.
__ADS_1
"Masuk rumah sakit??kenapa??apa yang sudah terjadi?" tanya Alif penasaran.
"Ku dengar dari dia,istrinya tiba-tiba diserang sama wanita itu juga..Dan mirisnya istrinya saat ini sedang hamil." jelas Gala.
"What??hamil??diserang bagaimana??" tanya Alif yang kaget.
"Kau juga tidak tahu,dia tidak menjelaskan secara detail.Tapi kondisi istrinya cukup memprihatinkan." ujar Gala sambil menunjukkan foto Lidya yang dikirimkan oleh Brian sebelumnya.
Yang ternyata Brian sempat menceritakan apa yang terjadi pada Lidya.
Alif pun kembali terkejut saat melihat kondisi Lidya didalam foto tersebut.
"Ah..gila.. ini sih parah..Bagaimana bisa wanita gila itu membuat istri nya jadi separah itu??" ujar Alif yang kaget dan heran.
"Ku pikir juga begitu..wanita itu terlalu nekat,sampai harus melakukan itu pada istrinya." ujar Gala yang sependapat dengan Alif.
"Terus bagaimana dengan kehamilannya??apakah baik-baik saja??" tanya Alif.
"Soal itu aku belum sempat tanyakan." jawab Gala.
"Kuharap kehamilannya baik-baik saja.Sangat miris jika itu mempengaruhi kehamilannya."ujar Alif yang merasa prihatin dengan kondisi Lidya.
"Sore ini mungkin aku dan istri ku akan menjenguk nya..Apa kau mau ikut??" tanya Gala.
"Boleh juga,aku akan mengajak istri ku." jawab Alif yang ingin ikut ajakan Gala.
"Bawa mobil sendiri,tidak ada nebeng-nebeng." ujar Gala memberi peringatan.
__ADS_1
"Hhaha..sori ya,Alif tidak akan nebeng lagi..Kan Alphard di rumah masih betah jadi tuan rumah bro..Hehe." kata Alif sambil tertawa.
Gala pun langsung menatap datar.Ia lupa jika Alif sudah memiliki mobil nya dari hasil taruhannya yang sebelumnya ia lakukan.Dan hal itu sempat membuat perang dingin dengan istrinya.Karena harus melakukan taruhan yang bersifat merugikan dirinya.