
Setelah keributan antara Brian dan Alfian,Lidya pun mengajak Brian juga pulang ke rumah.
Tiba di rumah,entah kenapa Lidya langsung memeluk Brian dengan sangat erat.Yang seketika membuat Brian merasa heran dengan tindakan Lidya.
"Ada apa sayang?" tanya Brian bingung.
"Terima kasih karena tadi kau sudah membela ku." jawab Lidya masih memeluk Brian.
Brian pun menatap Lidya sambil tersenyum dan mengecup dahi Lidya dengan lembut.
"Apa pun akan ku lakukan untuk mu,tidak akan ku biarkan satu orang pun yang bisa menyakiti mu." ungkap Brian pada Lidya.
Lidya langsung tersenyum dan kembali memeluk Brian dengan erat.
...****************...
Esok harinya..
Gala yang sudah lebih dulu tiba do kantor,sesaat mencari Alif.Dan terlihat Alif sedang tidur dengan menyandarkan kepalanya diatas meja.
Gala pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Staff macam apa,berani tidur di jam kerja??Ck." gerutu Gala.
Brakk...
__ADS_1
Gala langsung menggebrak meja kerja Alif dengan cukup keras.Hingga membuat Alif langsung tersadar dan kebingungan.
Gala pun menatap jijik melihat wajah Alif yang sempat ngeces waktu tertidur.
"Bocah jorok.!! bersihkan mulut mu itu.." tegur Gala menyuruh Alif membersihkan ludah yang sempat menetes di mulutnya saat tertidur.
Alif yang menyadari langsung membersihkan mulutnya.
"Maaf bos,aku ketiduran." ujar Alif mengakui kelakuannya.
"Kenapa kau bisa ketiduran??tidak biasanya kau begitu?" tanya Gala.
"Ini gara-gara istri ane bos.." jawab Alif.
"Dia tega menyuruh ane tidur diluar kamar,cuma karena tidak mau cium bau badan ane dan alasan bawaan hamilnya..Ck." jawab Alif yang langsung mengeluh.
Mendengar cerita Alif,Gala langsung tersenyum miring.
"Belum lahir calon anak mu sudah pintar bersaing dengan mu."sindir Gala.
"Sialan.." umpat Alif.
"Kan sudah ku bilang,jangan kau pikir enak menghadapi wanita yang sedang hamil.Kita sebagai suami pasti akan dibuat stress sama mereka." jelas Gala mengungkit kata-kata sebelumnya.
"Yah kau benar.. aku sampai kurang tidur karena tersiksa tidak tidur bareng bini ane.." rengek Alif yang mencoba ingin memeluk Gala.
__ADS_1
Tapi Gala langsung menahan dahi Alif agar tidak mendekat kearahnya.
"Kau pikir aku peduli dengan cerita dramatis mu??cepat selesaikan data yang ku minta kemarin.Kalau kau berani tidur lagi,akan ku potong bonus mu bukan ini." jawab Gala langsung meninggalkan Alif.
Alif cuma bisa memandang datar sambil menarik nafas panjangnya saat Gala pergi.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Tiara tampak sedang bersiap-siap untuk pergi.Penampilannya tampak berbeda dari biasanya,yang membuat Alfian sesat menatap penasaran.
"Kau mau pergi kemana??" tanya Alfian.
"Pergi bekerja." jawab Tiara singkat.
"Kerja??Sejak kapan kau berminat kerja??" tanya Alfian yang heran.
Sebab selama menikah dengan Tiara,Tiara tidak pernah mau bekerja karena Alfian yang harus bertanggung jawab untuknya.Dan hal itu membuat Alfian merasa heran.
"Sejak hari ini,karena rasanya aku merasa bosan berada di rumah terus dengan penghasilan mu yang sangat pas-pasan." jawab Tiara yang secara tidak langsung menyindir Alfian yang hanya memiliki penghasilan kecil.
"Hei,kenapa hal ini kau tidak bicara kan dulu padaku??Kau perlu ijin dari dari ku dulu jika memang ingin bekerja." protes Alfian yang tidak terima.
"Untuk bekerja saja,kenapa aku harus minta ijin??lagi pula aku capek harus menjalani kehidupan sebagai istri dengan suami penghasilan kecil seperti mu..!!" jawab Tiara dengan tegas.
__ADS_1