Gadis Cacat Milik Tuan Muda

Gadis Cacat Milik Tuan Muda
Bonus Chapter 19


__ADS_3

"Apa saat ini kau sedang memihak ku??" tanya Brian memastikan.


"Tidak juga,Aku hanya mengungkapkan kebenarannya saja." ujar Nathan.


"Maksudmu??" tanya Brian penasaran.


"Karena sebenarnya Nadine memang bukan hamil anak mu,tapi anak ku." ungkap Nathan.


"Selama ini dia kabur dari rumah,karena mencoba ingin menghindar dari kau.Dia menolak jika aku yang bertanggung jawab.Sebab dia masih mencintai mu." sambungnya.


Brian mengernyitkan alisnya keatas semakin bingung.


"Dia sengaja mengarang cerita pada mu,karena memang dia ingin kau yang bertanggung jawab.Itu sebabnya dia sangat ingin menolak ku."ujar Nathan menjelaskan lagi.


"Apa dia mengetahui semua ini??" tanya Brian ingin tahu.


"Tentu saja,aku sudah menemui dia tapi dia tetap saja menolak dan menegaskan jika dia hamil anak mu.Jadi kedatangan ku kesini,untuk mengingatkan mu agar jangan percaya apa pun yang dikatakannya.berusaha lah untuk terus menepis semua pernyataannya.Karena aku pun tahu kau sudah menikah." ucap Nathan mengingatkan


"Lalu apakah kau akan tetap bertanggung jawab untuknya?"

__ADS_1


"Ya,aku akan berusaha meyakinkan dia dan bertanggung jawab penuh.Karena bagaimana pun anak yang dikandungnya adalah anak ku."jawab Nathan meyakinkan Brian.


Brian hanya menatap Nathan dengan diam.Brian pun sudah merasa jika apa yang dilakukan Nadine memang sandiwara yang berusaha ingin mengusik rumah tangganya.Dengan menjual nama kehamilannya dan mengaku anak yang dikandungnya adalah anaknya.


Beberapa saat,ponsel Brian pun tiba-tiba bunyi.Brian pun bergegas bangkit dan menerima panggilan tersebut.


"Halo." sahut Brian.


...****************...


Yuka berencana ingin pergi ke Pet shop langganannya,dengan membawa hewan peliharaan.Ia berniat ingin memeriksakan kesehatan kucingnya bernama Mumu berjenis Persia.


Tiba di Pet shop,Yuka langsung disambut oleh beberapa karyawan pet shop dan seorang dokter tampan muda bernama Anggara.


"Tentu saja Yuka,terlebih dulu aku akan suntikan vaksin pada kucing mu dan setelah itu baru akan di grooming." jawab Anggara menjelaskan.


"Baik dok,atur saja." jawab Yuka sambil tersenyum.


Sesaat membuat perasaan Anggara menjadi tak beraturan dan jantung yang berdegup kencang.

__ADS_1


Dia manis sekali.. ' puji Anggara dalam hati.


Mereka sudah saling mengenal sejak Yuka sering membawa kucing kesayangannya untuk di grooming.Dan Anggara langsung senang dan bersemangat ,jika mengetahui Yuka datang.


Selesai kucing kesayangannya di vaksin,kucing Yuka pun dibawa sang karyawan untuk di grooming,dan Yuka pun menunggu dengan santai di ruang tunggu.


Melihat Yuka menunggu sendiri,Anggara berniat ingin menghampirinya dan menemani Yuka.


"Boleh aku menemani mu disini??" tanya Anggara.


Yuka menoleh dan kembali tersenyum.


"Iya dok." jawab Yuka.


...****************...


Brian bergegas menuju rumah sakit,karena mendengar kabar jika Lidya saat ini sedang dirawat.Entah apa yang terjadi pada Lidya,tapi saat ini Brian begitu cemas dan panik saat mendengar bahawa Lidya mengalami insiden,sampai dirinya harus segera dibawa kerumah sakit.


Tiba di rumah sakit dan bertanya dimana kamar Lidya dirawat,Brian segera menuju kamar perawatan Lidya.

__ADS_1


Saat memasukinya,hatinya begitu hancur melihat keadaan Lidya yang terbaring lemah dengan kondisi kepala yang ditutupi oleh perban dan sekujur tangan yang terluka.


Brian mengusap wajahnya dan menarik nafas panjangnya.Brian langsung menghampiri Lidya yang sedang beristirahat.


__ADS_2