Gadis Cacat Milik Tuan Muda

Gadis Cacat Milik Tuan Muda
Bonus Chapter 17


__ADS_3

Gala yang seperti biasa sibuk dengan pekerjaannya di ruangannya,tiba-tiba merasa terganggu dengan suara berisik dari luar ruangannya.


Dan suara tersebut semakin kuat dan berisik saat mengarah masuk kedalam ruangannya.


Teketek..ketek..ketek..teketek..ketek..ketek.


"Halo bos.." sapa Alif saat memasuki ruangan Gala


Terlihat Alif yang sedang memainkan sebuah mainan bernama latto-latto yang sedang viral saat ini.Dan suara itu jelas membuat Gala langsung merasa terganggu,sampai melirik tajam kearah Alif.


"Apa yang kau lakukan??" tanya Gala dengan nada dingin dan tatapan seram.


"Oh..ini lni,ini namanya mainan Latto-latto bos..keren kan??" jawab Alif yang dengan santai nya memainkan permainan tersebut didepan Gala yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Karyawan sialan,tidak tahu diri.semakin ku biarkan kau semakin ngelunjak ya.." sindir Gala dengan sinis.


"Hehe..hiburan bos,mau coba tidak??ini seru loh." jawab Alif masih dengan santai nya memainkannya.


"Apa kau digaji cuma untuk melakukan sesuatu yang tidak berguna??apa yang ku suruh sudah kau kerjakan??" tanya Gala masih dengan menyindir Alif.

__ADS_1


"Sudah donk,nanti ku kirim filenya melalui email..Yakin kau tidak mau coba permainan ini bos??ini mainan kita waktu kecil dulu loh..jadi kangen masa kecil..hehe." ujar Alif sengaja menawarkannya pada Gala untuk mencoba permainan tersebut.


"Maaf saja,mainan masa kecil ku bukan mainan aneh seperti yang kau mainkan itu,keluar lah..!! kau terlalu menganggu.." jawab Gala sedikit menyombongkan dirinya sambil mengusir Alif keluar dari ruangannya.


"Bilang saja mainan mu dulu boneka jelangkung..makanya tampang mu horor." sindir Alif membalas Gala yang langsung kabur cepat meninggalkan ruangan Gala.


"Apa katamu ..!!" sentak Gala yang langsung bangkit karena kesal dengan tingkah laku Alif yang sudah pergi.


Gala pun hanya bisa mendengus kesal,sementara Alif hanya tertawa puas karena sudah membalas Gala.


...****************...


"Ternyata begitu,sudah kuduga kau memang sengaja ingin menjebak ku wanita sialan..kau tunggu saja,kau akan menyesali semua perbuatan mu." ujar Brian bicara sendiri.


Saat sedang masih fokus membaca isi email tersebut,seorang sekretaris memasuki ruangan Brian.


"Maaf pak,ada seorang lelaki yang ingin bertemu dengan bapak." ujar sang sekretaris memberitahu Brian


"Siapa ?" tanya Brian terlebih dulu sebelum ia mengijinkannya.

__ADS_1


"Dia tidak mau memberi tahu nya pak,karena dia bilang ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan sama bapak langsung." kata sang sekretaris.


"Suruh dia masuk." jawab Brian menyuruh sang sekretaris.


Sang sekretaris pun mengangguk dan keluar dari ruangan Brian.


Tak berapa lama seseorang itu pun memasuki ruangannya,dan membuat Brian mengernyitkan pandangannya saat melihat orang asing yang ada dihadapannya.


"Maaf,aku menganggu waktu mu." sahut seseorang tersebut.


Brian hanya memandang orang tersebut dengan penasaran.


...****************...


Nadine masih tidak percaya jika Lidya saat ini sudah hamil dan mengandung anak Brian.


"Tidak mungkin,kau pasti bohong kan??" tanya Nadine memastikan karena merasa tidak percaya dengan jawaban Lidya yang mungkin hanya ingin membuatnya panas dan kesal.


Lidya hanya tersenyum tipis.Membuat Nadine sesaat kesal melihat senyuman Lidya yang seolah sedang meremehkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2