
Setelah banyak mengobrol dengan Gala,Brian kembali ke rumah sakit untuk menemui Lidya.
Tapi tiba di rumah sakit,ia merasa heran karena tidak melihat keberadaan Lidya.
Saat sang perawat memasuki kamar Lidya,Brian langsung menghampiri sang perawat.
"Maaf sus,istri saya dimana??kenapa tidak ada disini??" tanya Brian.
"Oh.. pasien nyonya Lidya sudah pulang tadi pak." jawab sang perawat memberitahu.
"Apa??pulang??" tanya Bria yang terkejut.
"Benar pak." jawab sang perawat.
"Kenapa tidak memberitahu saya sus??dan kenapa istri saya pulang??" tanya Brian yang penasaran.
__ADS_1
"Maaf pak,itu permintaan nyonya Lidya yang memaksa ingin diperbolehkan pulang..Dan permintaan nyonya Lidya juga untuk tidak memberitahu bapak." jawab sang perawat menjelaskan lagi.
Brian pun langsung bergegas meninggalkan rumah sakit dan menuju pulang ke rumah.Karena ia tahu,Lidya pasti pulang ke rumah.
Saat sampai di rumah,Brian melihat Lidya sudah keluar kamar.Brian langsung panik dan menghampiri Lidya,yang ternyata sudah membawa kopernya.
"Sayang,kenapa kau membawa koper??kau mau pergi kemana??" tanya Brian yang panik.
"Sudah jelas untuk saat ini aku tidak mau melihat mu..aku akan pulang ke rumah orang tua ku." jawab Lidya dengan ketus.
"Apa??kenapa harus pulang ke rumah orang tua mu sayang??kita bisa bicarakan ini semuanya baik-baik." kata Brian mencoba menahan Lidya agar jangan pergi.
Lidya pun menatap tajam kearah Brian.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi..Apa kau pikir dengan penjelasan mu bisa membuat ku menerima semuanya??aku sudah terlanjur kecewa dengan mu..ku kira kau adalah pria terakhir yang akan menjadi pilihan dalam hidupku..tapi sepertinya aku sudah salah menilai mu..secepatnya aku ingin kau mengurus surat perceraian kita.." ucap Lidya panjang lebar.
__ADS_1
"Tidak Lidya..aku tidak akan pernah menceraikan mu..sampai mati pun aku tidak mau berpisah denganmu..kalau kau percaya dengan ku,tolong dengar kan dulu penjelasan ku..aku tidak pernah berniat ingin mengkhianati mu..kenapa kau lebih mempercayai wanita itu??" ucap Brian menegaskan.
"sudah ku bilang aku tidak akan mau dengar semua penjelasan mu..Kau pembohong,penipu..!! bagaimana aku akan mempercayai mu.." jawab Lidya menolak mendengarkan ucapan Brian.
Brian pun menahan kedua lengan Lidya dengan kuat.
"Lihat aku Lidya,lihat mataku..!! kau bisa lihat dari sorot mata ku..apakah aku berbohong atau tidak??" kata Brian.
Sesaat Lidya menatap sorot mata Brian.Dan beberapa saat membuatnya sedikit menenangkan dirinya.
Ntah kenapa ia melihat sorot mata Brian yang berbeda.Yang memang tidak terlihat jika Brian membohonginya.
"Aku berani bersumpah,jika wanita itu bukan hamil anak ku,dan aku tidak berniat ingin membohongi mu.." ucap Brian dengan tatapan sendu.
"Ku mohon Lidya,dengar kan dulu penjelasan ku..Setelah ini kau boleh menganggap ku sebagai pria pembohong atau pengkhianat.." ucap Brian yang kini terus memohon pada Lidya.
__ADS_1
Lidya pun mulai menunjukkan sikap tenangnya dibandingkan sikapnya yang tadi sempat emosi dan kesal.
"Aku sangat mencintai mu,aku tidak mau kehilangan mu.. dan aku akan lebih memilih mu dibandingkan wanita itu.. jadi kasih aku kesempatan untuk menjelaskannya Lidya." ucap Brian panjang lebar.