
Alfian akhirnya tidak bisa melarang Tiara untuk bekerja.Sebab ia sadar jika penghasilan nya sebagai staff kantor biasa bagi Tiara sangat lah kecil.Tiara yang selalu mengikuti gaya hidup yang sosialita,selalu protes jika Alfian tidak bisa memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.
Ibarat nasi sudah menjadi bubur,Alfian tidak bisa menolak dengan tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang harus menafkahi istrinya.
*
*
Brian yang akan bersiap-siap makan siang langsung bergegas meninggalkan ruang kerjanya.
Saat berjalan melewati ruangan para staff,perhatian Brian tiba-tiba tertuju pada sosok wanita yang masih ia ingat jelas.
Dan secara bersamaan wanita itu pun langsung menoleh dan beranjak bangkit,berjalan kearah Brian.
"Selamat siapa pak Presdir." sapa wanita tersebut yang ternyata adalah Tiara.Sambil menunjukkan senyuman yang ramah.
Brian seketika mengernyitkan alisnya keatas.
"Kenapa kau bisa di sini??" tanya Brian yang kaget saat melihat Tiara berada di kantornya dengan penampilan bak seperti staff lainnya.
"Oh,perkenalkan saya Tiara pak,karyawan baru disini.Dan hari ini saya baru akan memulai bekerja di perusahaan pak Presdir." jawab Tiara dengan percaya dirinya memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Brian langsung melihat Tiara dengan tidak senang dan langsung pergi meninggalkan Tiara.Tanpa bicara apa pun setelah Tiara memperkenalkan dirinya.
Tiara yang menerima sikap cuek Brian,hanya mendengus.
Sombong sekali pria itu .!!' gerutu Tiara dalam hatinya.
Setelah makan siang,Brian kembali ke kantornya.Sebelum memasuki ruangannya,Brian lebih dulu menyuruh sekretarisnya untuk memanggil staffnya HRD.
Setelah menyuruh sang sekretaris,Brian menunggu HRD nya diruang kerjanya.
Tak berapa lana,seorang HRD pun mengetuk pintu ruangannya dan masuk.
"Duduk." sahut Brian menyuruh Staff tersebut duduk.
Staff tersebut pun langsung mengangguk dan duduk dihadapan meja kerja Brian.
"Ada suatu hal yang ingin ku tanyakan padamu." ujar Brian dengan nada serius.
"Baik pak." jawab staff tersebut.
"Siapa yang sudah merekomendasikan wanita bernama Tiara bekerja di perusahaan ku??" tanya Brian dengan nada dingin.
__ADS_1
"Oh,hal itu dia sendiri yang melamar kerja disini pak.Karena kita sedang membutuhkan karyawan baru,jadi saat interview Tiara langsung kita terima pak." jawab staff HRD tersebut apa adanya.
"Turunkan posisinya sebagai OG,jangan beri dia posisi sebagai karyawan tetap disini." ujar Brian memberi perintah.
"Tapi pak,kita sedang membutuhkan karyawan yang memiliki pengalaman seperti Tiara.Dan dia bisa membantu menyelesaikan beberapa tugas yang sedang kita kejar saat ini pak." jawab staff tersebut memihak Tiara dan mencoba menjelaskan.
"Disini yang menjadi pemilik perusahaan kau atau aku??kau yang berkuasa atau aku??atau bagaimana jika posisi mu diubah saja menjadi OG dan dia menjadi HRD nya??" tanya Brian memberi peringatan dan pilihan pada staff tersebut dengan tegas.
Staff tersebut pun langsung menunduk ketakutan dan tidak berani menjawab peringatan yang diucapkan Brian.
"Keluar." ujar Brian menyuruh Staff tersebut untuk keluar.
"Baik pak,permisi." jawab staff tersebut langsung meninggalkan ruangan Brian.Brian pun hanya bisa menarik nafas panjangnya.
Staff tersebut pun langsung kembali ke ruangan nya dan meminta karyawan lain untuk memanggil Tiara ke ruangan nya.
"Permisi pak" sahut Tiara saat memasuki ruangan staff HRD tersebut.
"Duduk." ujar HRD menyuruh Tiara untuk duduk.
Tiara pun menurutinya dan langsung duduk didepan HRD.
__ADS_1